Langsung ke konten utama

Spiderman, Amazing!


Sebelum benar-benar berada di kursi yang benar dan pada akhirnya menduduki tempat duduk yang tidak benar, saya ingin menceritakan ini. Ini tentang sesuatu hal yang sebenarnya tidak mungkin terjadi apabila ada satu pihak yang menyadari kesalahan saya.

Apakah yang terjadi?

Saya salah masuk studio. Tentu saja dari awal saya yang keliru. Tetapi bukankah tugas pemeriksa tiket adalah untuk memeriksa tiket penonton. Jangan sampai pemilik tiket masuk di tempat yang salah. Nah, saya salah masuk studio, harusnya masuk studio 5 malah nyasar ke studio 6. Tentu saja ini karena kekeliruan pemeriksa tiket yang tidak teliti saat merobek tiket yang saya bawa.
 
Lima menit berlalu untuk film yang ada di studio 6. Kami mulai menyadari ada yang tidak benar. Saya tidak melihat Emma Stone atau Andrew Garfield. Saya bertanya lagi apakah memang Bang Candra membeli tiket yang benar atau tidak. Tentu saja dia ngotot tiketnya benar dan memang saat dilihat kembali tiketnya tertulis ‘The Amazing Spiderman’.

Saya sampai harus bertanya pada orang di sebelah saya untuk meyakinkan bahwa kami benar-benar dalam studio 5. Mbak yang di sebelah langsung bilang kami keliru dan mengatakan agar kami segera ke sebelah karena filmnya baru saja dimulai. Masih keburu untuk menonton.

Kami keluar dan sebenarnya bisa menyemprot mbak yang memeriksa tiket kami. Saya hanya sempat mengatakan: “Mbak sadar nggak sih kalau kami salah studio?”

 

Beberapa pegawai XXI saling pandang dan akhirnya mempersilakan kami untuk masuk ke studio 5 tanpa diperiksa lagi. Ternyata di dalam kursi kami malah di tempati orang lain. Ujung-ujungnya kami duduk di bangku orang yang tidak mau pindah tersebut. Padahal jelas-jelas itu bangku kami. Malas berlama-lama bertengkar, kami duduk di bangku orang yang tak mau pindah tersebut. Untungnya bangku mereka posisinya jauh lebih enak dari bangku kami yang mereka ambil.

Beberapa menit sempat tak saya saksikan. Ya sudahlah, tetap pengen bilang, Spiderman yang ini memang amazing!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan