Langsung ke konten utama

Ponsel Saya Pintar?

Di saat semua orang sudah menggunakan smartphone atau ponsel pintar untuk berselancar di dunia maya. Termasuk aktivitas ngeblog dan sekadar eksis di media sosial. Awalnya yang merajai pasaran ponsel pintar dan booming sebagai ponsel yang super keren tentu saja blackberry dengan BBM-nya yang sebenarnya tak jauh berbeda dengan akun chat biasa. Bedanya pastinya harus punya blackberry dulu baru punya Blackberry Messenger (BBM).

Kalau sudah punya blackberry tuh kesannya keren banget!

Seiring berjalannya waktu, ponsel pintar keluaran blackberry tentu saja segera mendapatkan saingan yang tidak sedikit. Baik dari sesama blackberry atau ponsel pintar lainnya. Misalnya android. Sekarang sih punya blackberry tidak sekeren punya blackberry 3-4 tahun yang lalu. Apalagi dengan tarif yang dikenakan berbagai operator yang bersaing memberikan pelayanan dengan harga paling miring.

Lunturlah sudah keistimewaan blackberry itu sendiri bagi saya. Meskipun sebenarnya tidak terpikir sekali pun untuk punya.

Nah berbeda dengan muncul android yang masih saudaranya Linux. Saya naksir seketika. Tapi tak juga memutuskan untuk membelinya karena ponsel saya yang entah pintar atau tidak ternyata cukup cerdas bagi saya. Hampir semua hal yang saya butuhkan masih terpenuhi oleh Nokia 6120classic yang saya miliki sejak awal 2008.

Memang ada beberapa aplikasi yang harus saya unduh dari sumber luar untuk membuatnya menjadi ponsel yang memenuhi kebutuhan saya sebagai seorang blogger dan pengguna media sosial. Seperti screen snap untuk memotret layar ponsel yang memang tidak tersedia langsung di ponsel saya. Kemudian saya harus melakukan beberapa pengaturan untuk mengaktifkan pengiriman dan penerimaan e-mail pada kotak pesan sehingga mengirim e-mail semudah mengirim pesan singkat atau pesan multimedia.

Selain itu saya juga membutuhkan opera mini dan ebuddy messenger. Semuanya diunduh belakangan. Setelah semuanya lengkap saya merasa nokia yang saya miliki masih mampu memenuhi kebutuhan saya untuk berselancar di blog, facebook, dan twitter. Tapi tentu saja ponsel saya bukanlah ponsel pintar. Masih ponsel biasa.

Dengan kemudahan yang bisa saya dapatkan dari ponsel biasa saya, saya bisa memotret apa saja kemudian mengunggahnya baik ke facebook, twitter, atau blog. Hampir tak ada momen yang terlewatkan bagi saya untuk dibagi dengan ponsel saya itu. Promosi berbentuk gambar pun dengan mudah saya bagikan dengan orang lain di jejaring sosial dan blog.

Tak jarang saya membagi sesuatu yang tak akan ditemukan orang kecuali di Pontianak, Kalimantan Barat sehingga meskipun kualitas gambar masih standar dan cara pengambilan yang kadang serampangan tak membuat informasi berbentuk foto yang saya bagikan menjadi sesuatu yang tak layak konsumsi.


Belum lagi ada Paket bundling Indosat Mobile dan Nokia berisi Kartu Indosat Mobile dan handset Nokia kini hadir untuk para Wanita Indonesia dengan benefit GRATIS paket Hebat Keluarga Selama 30 Hari dan Layanan Info Wanita. Selain bisa berbagi informasi dengan ponsel yang ditanamkan kartu dari Indosat yang memberikan tarif yang cukup terjangkau untuk semua kalangan, sebagai perempuan kita juga mendapatkan layanan info wanita yang pastinya bermanfaat untuk diri kita dan perempuan lainnya.

Hingga hari ini saya masih setia dengan nokia dan Indosat. Dua-duanya seperti dua sisi mata uang yang tak bisa dipisahkan.

Saya masih menggunakan nokia dan Indosat, bagaimana dengan kamu?

Photobucket

Tulisan ini diikutsertakan dalam Kontes 'Ponsel Pintar untuk Perempuan Indonesia' yang diselenggarakan oleh EmakBlogger

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs