Langsung ke konten utama

Original Flame dari Oriflame


Sudah berapa lama jadi konsultan Oriflame? Apa saja yang anda tahu dari produk yang ada di Oriflame? Selama ini menggunakan produk perawatan yang mana? Mengapa memilih menjadi konsultan Oriflame?

Saya pengen cerita sedikit nih tentang awal mulanya saya terjeblos ke Oriflame dan tak pernah menyesal. Hari itu saya diajak untuk mencoba produk Oriflame secara gratis oleh Dina, yang sekarang menjadi upline saya. Saya yang memang sama sekali tak memahami fungsi dan cara merawat wajah tentu saja sangat ingin tahu produk yang sesuai untuk kulit wajah saya.

Sejak awal kulit wajah saya memang kusam dan banyak banget masalahnya. Maklum tak paham cara merawatnya.

Setelah menggunakan produk dan diajari secara lengkap oleh tim saya akhirnya berminat untuk gabung sebagai konsultan Oriflame. Niat awalnya hanya ingin belanja murah dan bisa merawat wajah. Jadi sebagai pengguna dulu. Ingin tampil cantik dan luar biasa. Waktu itu kebayang dalam pikiran saya, akan ada satu hari saya akan bertemu dengan mantan-mantan-dan-mantan-mantan saya dan wajah saya udah kinclong. Niatnya pengen nunjukin cewek-yang-dulu-kamu-campakin-udah-cantik-lo. *eh

Meskipun sekarang niat itu masih ada, sekarang saya tidak hanya sebagai pengguna produk Oriflame. Mulai dari perawatan dan tata rias. Bahkan samphoo, sabun mandi, dan deodorant termasuk parfum saya menggunakan produk Oriflame. Soalnya ada beberapa produk yang diskon besar-besaran dan banyak pula yang saya dapatkan secara gratis. Sekarang sudah punya dua set tas cantik dari Oriflame. Selain sebagai pengguna sekarang saya juga aktif menyebar katalog dan berjualan. Lumayan buat nambah uang jajan.

Dagangnya berawal dari kepercayaan terhadap produk Oriflame setelah menggunakan secara aktif beberapa bulan awal bergabung. Sekarang saya sudah merambah ke membangun jaringan untuk mendapatkan penghasilan lebih banyak lagi. Niatnya? Masih berdekatan dengan niat pertama gabung. Pengen manasin mantan dengan wajah cantik, CRV gratis, dan penghasilan puluhan juta.

Saya yakin saya bisa, see you on the top!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan