31 Mei 2012

100 Kencan Buta: Prolog

Masih ingat sama Maura? Kisah cinta dengan 100 kencan buta? Sebenarnya harusnya prolog duluan nih baru masuk episode 1. tapi karena belakangan dibuat mau tak mau sekarang dimunculkan.
Selamat membaca.


100 Kencan Buta
Prolog
Selama ini aku beranggapan aku adalah seseorang yang tidak dilihat oleh orang lain. Bahwa apa pun yang aku lakukan tak akan ada yang peduli. Seakan-akan aku transparan. Tembus pandang. Bahkan suara yang aku perdengarkan bisa jadi hanya Taga yang mendengarnya.
Penasaran siapa Taga? Dia pembuat kopi terbaik yang aku kenal. Selama ini hanya dia yang bisa membuatkan aku kopi. Sampai-sampai untuk mendapatkan kopinya yang enak aku harus menjadi pengunjung setia di cafe tempat dia bekerja. Jika Taga tak ada tak ada satu orang pun yang berani membuatkanku kopi.
Hai, kita belum berkenalan sebelumnya. Iya, itu aku. Perempuan dengan cepol di kepalanya. Berpenampilan ala balerina. Duduk di kursi sudut cafe dengan secangkir kopi dan sebuah laptop berwarna putih. Jangan tanya mereknya. Aku seorang penulis. Peminum kopi. Pecandu tepatnya.

Ingin percaya cinta. Ingin jatuh cinta. Ingin dicinta. Seperti orang lain pada umumnya. Adakah yang akan menerima seorang perempuan yang bahkan tak terlihat sepertiku? Rasanya aku tak nyata di sini. Tak ada yang melihat apalagi peduli denganku. Bagaimana rasanya menjadi perempuan seperti aku? Tentu saja kamu harus melihatku lebih dekat. Lebih nyata.


Related Posts

100 Kencan Buta: Prolog
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).