Langsung ke konten utama

100 Kencan Buta (Bagian Khusus) Taga Jatuh Cinta



Buat teman-teman yang mengikuti kisah Maura dan Taga dan sudah saya selesaikan, ada yang tidak puas dengan endingnya? Tidak tahu deh ada yang berpikir bagian-bagian mendekati akhir terkesan dipaksakan atau semacamnya. Tapi jujur, saya memang memaksakan diri untuk menyelesaikan beberapa episode terakhir. Dari awal saya memang tidak menyiapkan banyak episode sehingga pas sibuk berat dan tak ada koneksi internet selain ponsel ceritanya sempat terbengkalai. Entah ke mana alur yang ingin saya jalin. Apa pun alasannya yang paling penting saya sudah menyelesaikannya. Itu saja.

Ini adalah bagian terpisah dengan tokoh yang sama. Semoga bisa membuat teman-teman suka. Ingin memuaskan, sayangnya saya bukanlah pemuas, *eh.
Tumblr_m4ikyzl8t91rnjqcto1_500_large
Hari itu aku melihat seorang perempuan dengan penampilan serupa balerina duduk di kursi sudut cafe milikku. Wajahnya berubah-ubah seiring detik yang ia lewati. Jemarinya menekan tuts papan ketik laptop yang tadi ia jinjing. Bersinnya yang keras mengundang senyum hampir semua pengunjung. Sayangnya ia tak menyadari itu. Gadis itu memesan kopi biasa dengan sedikit gula. Harusnya aku tak melayaninya hingga dia tidak menganggapku sebagai pelayan dan selalu meminta kopi denganku sepanjang tiga tahun ini.

Kalau waktu itu kamu tak membawakan kopi untukku bagaimana kita bisa seperti sekarang?”

Waduh, aku mau cerita dengan pembaca Maura malah protes. Iya, iya. Aku tidak menyesal melayaninya hari itu. Karena di sanalah segalanya dimulai. Ketika untuk pertama kalinya kami bertemu pandang dan dia tersenyum sangat manis. Meruntuhkan semua egoku dan sikap tertutupku pada lawan jenis. Untuk sekali saja aku berpikir bahwa dialah perempuan yang selama ini aku cari. Perempuan yang harusnya menjadi tulang rusukku yang hilang.

*uhuk* Maura terbatuk.

Tumblr_lrm1s0cbcz1r0lzy8o1_500_large
Selama tiga tahun aku hanya berani menjadi pembuat kopinya. Tak pernah ada keberanian untuk melakukan lebih dari itu. Bahkan ketika malam itu Maura menciumku, aku bingung harus bersikap seperti apa. Bahkan saat memintanya untuk kencan dengan 100 lelaki, aku hanya bisa menyimpan namaku di bagian akhir. Berharap dia jatuh cinta pada orang lain dan menyerah sebelum kencan itu benar-benar berakhir. Tapi Yuna mengacaukan segalanya.

Saat Maura kecelakaan, aku benar-benar tak tahu harus bagaimana selain menunggu. Menunggu dia bangun dari koma. Hari itu aku baru sadar harusnya aku memberanikan diri untuk mendekatinya sejak awal. Setidaknya untuk menyatakan perasaanku. Jika waktu itu dia tidur untuk selamanya, aku pasti akan menyesal seumur hidupku karena tak mengatakan apa yang aku rasakan terhadapnya. Aku juga tak akan pernah tahu tentang perasaannya padaku.

Aku beruntung mendapatkan kesempatan kedua. Di sinilah aku sekarang. Menggenggam cinta yang semestinya aku pegang sejak pertama. Tak ingin aku lepaskan selamanya.

Tumblr_lro7zufrie1qeomo7o1_500_large
Ah yang bener Taga kamu nggak bakalan ngelepasin aku?”

Detik berikutnya bibirku telah menyatu dengan bibirnya. Membawanya ke dalam pelukanku yang paling erat.

Bagaimana mungkin aku melepaskan istriku?”

Maura tersenyum. Senyum yang paling menenangkan hatiku. Senyum yang sama ketika kami pertama kali bertemu. Dia adalah orang yang akan aku bawa menuju masa depanku. Menjadi ibu dari anak-anakku. Bahkan menjadi nenek untuk cucu-cucuku nanti.

Anakmu nanti jadi anakku ya, Kak? Cucumu juga ya?”

Yunaaaaaaaaa....”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan