24 Mei 2012

100 Kencan Buta (Bagian Khusus) Taga Jatuh Cinta



Buat teman-teman yang mengikuti kisah Maura dan Taga dan sudah saya selesaikan, ada yang tidak puas dengan endingnya? Tidak tahu deh ada yang berpikir bagian-bagian mendekati akhir terkesan dipaksakan atau semacamnya. Tapi jujur, saya memang memaksakan diri untuk menyelesaikan beberapa episode terakhir. Dari awal saya memang tidak menyiapkan banyak episode sehingga pas sibuk berat dan tak ada koneksi internet selain ponsel ceritanya sempat terbengkalai. Entah ke mana alur yang ingin saya jalin. Apa pun alasannya yang paling penting saya sudah menyelesaikannya. Itu saja.

Ini adalah bagian terpisah dengan tokoh yang sama. Semoga bisa membuat teman-teman suka. Ingin memuaskan, sayangnya saya bukanlah pemuas, *eh.
Tumblr_m4ikyzl8t91rnjqcto1_500_large
Hari itu aku melihat seorang perempuan dengan penampilan serupa balerina duduk di kursi sudut cafe milikku. Wajahnya berubah-ubah seiring detik yang ia lewati. Jemarinya menekan tuts papan ketik laptop yang tadi ia jinjing. Bersinnya yang keras mengundang senyum hampir semua pengunjung. Sayangnya ia tak menyadari itu. Gadis itu memesan kopi biasa dengan sedikit gula. Harusnya aku tak melayaninya hingga dia tidak menganggapku sebagai pelayan dan selalu meminta kopi denganku sepanjang tiga tahun ini.

Kalau waktu itu kamu tak membawakan kopi untukku bagaimana kita bisa seperti sekarang?”

Waduh, aku mau cerita dengan pembaca Maura malah protes. Iya, iya. Aku tidak menyesal melayaninya hari itu. Karena di sanalah segalanya dimulai. Ketika untuk pertama kalinya kami bertemu pandang dan dia tersenyum sangat manis. Meruntuhkan semua egoku dan sikap tertutupku pada lawan jenis. Untuk sekali saja aku berpikir bahwa dialah perempuan yang selama ini aku cari. Perempuan yang harusnya menjadi tulang rusukku yang hilang.

*uhuk* Maura terbatuk.

Tumblr_lrm1s0cbcz1r0lzy8o1_500_large
Selama tiga tahun aku hanya berani menjadi pembuat kopinya. Tak pernah ada keberanian untuk melakukan lebih dari itu. Bahkan ketika malam itu Maura menciumku, aku bingung harus bersikap seperti apa. Bahkan saat memintanya untuk kencan dengan 100 lelaki, aku hanya bisa menyimpan namaku di bagian akhir. Berharap dia jatuh cinta pada orang lain dan menyerah sebelum kencan itu benar-benar berakhir. Tapi Yuna mengacaukan segalanya.

Saat Maura kecelakaan, aku benar-benar tak tahu harus bagaimana selain menunggu. Menunggu dia bangun dari koma. Hari itu aku baru sadar harusnya aku memberanikan diri untuk mendekatinya sejak awal. Setidaknya untuk menyatakan perasaanku. Jika waktu itu dia tidur untuk selamanya, aku pasti akan menyesal seumur hidupku karena tak mengatakan apa yang aku rasakan terhadapnya. Aku juga tak akan pernah tahu tentang perasaannya padaku.

Aku beruntung mendapatkan kesempatan kedua. Di sinilah aku sekarang. Menggenggam cinta yang semestinya aku pegang sejak pertama. Tak ingin aku lepaskan selamanya.

Tumblr_lro7zufrie1qeomo7o1_500_large
Ah yang bener Taga kamu nggak bakalan ngelepasin aku?”

Detik berikutnya bibirku telah menyatu dengan bibirnya. Membawanya ke dalam pelukanku yang paling erat.

Bagaimana mungkin aku melepaskan istriku?”

Maura tersenyum. Senyum yang paling menenangkan hatiku. Senyum yang sama ketika kami pertama kali bertemu. Dia adalah orang yang akan aku bawa menuju masa depanku. Menjadi ibu dari anak-anakku. Bahkan menjadi nenek untuk cucu-cucuku nanti.

Anakmu nanti jadi anakku ya, Kak? Cucumu juga ya?”

Yunaaaaaaaaa....”

Related Posts

100 Kencan Buta (Bagian Khusus) Taga Jatuh Cinta
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).