Langsung ke konten utama

100 Kencan Buta [Bagian 18: SELESAI) Satria Sitaga

Bagian 18
Satria Sitaga

Jika mencinta adalah awal dari saling melukai, aku siap melihat ceceran darah dari hatiku. - Maura, 25 tahun, masih di rumah sakit.

Aku melihat ruangan yang sama yang sebelumnya aku tinggalkan. Taga berdiri dekat pinggiran jendela menatapku. Aku membaui aroma bunga mawar putih di ruangan ini. Di meja bunga indah itu berdesak-desakan di dalam vas. Infus sudah terpasang lagi di lenganku.

“Bisakah jangan melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini lagi?”

Mata Taga yang bening menusuk hatiku. Aku membencinya. Sangat. Tapi kurasa paling menyakitkan aku mulai menyadari aku menyukainya. Dia telah ada di ruang kosong hatiku yang selama ini ditinggalkan lelaki yang menghuninya. Kemudian semuanya malah jadi seperti ini. Menyakitiku.

“Apa pedulimu?”

“Tentu saja aku peduli denganmu, Ra.”

“Kamu saja senang mempermainkanku.”

“Aku mempermainkanmu bagaimana sih Maura?”

“Untuk apa kamu kasih aku seratus kencan buta dan menjadikan aku pertaruhan? Darimana kamu dapat banyak uang untuk melakukan itu? Apakah dari pacarmu yang cantik itu?”

“Pertaruhan? Pacar? Kamu bicara apa, Ra?”

“Akui saja kalau kamu telah menganggap semua ini permainan.”

“Kamu tahu, Ra. Butuh bertahun-tahun buatku menemukan cara untuk menebak isi hatimu. Bahkan untuk mengumpulkan keberanianku sendiri. Berapa lama aku mencoba membohongi diriku sendiri bahwa aku tak pernah mencintaimu? Bahwa kamu sama saja seperti perempuan lain yang aku kenal? Bahwa tak akan ada yang bisa membuat aku tergila-gila.”

“Cukup Taga!”

“Aku belum selesai.”

Taga mendekatiku dan duduk di pinggir ranjang. Aku membuang wajahku ke samping. Tak ingin bertatapan dengannya.

“Aku hanya ingin tahu hatimu Maura. Apakah kamu selama tiga tahun ini hanya menganggapku pembuat kopi yang akan melayanimu setiap hari atau seorang lelaki yang istimewa di dalam kehidupanmu.”

“Untuk apa kamu pertaruhkan aku? Untuk apa?”

Perlahan air mataku mengalir. Membasahi bantal yang menopang kepalaku.

“Aku yang mempertaruhkan sejumlah uang untuk yang berhasil mendapatkan hatimu. Jangan salahkan Taga.” Suara seorang perempuan bergema.

Gadis cantik yang kemarin membuatku cemburu karena bergelayut di lengan Taga muncul di depan pintu. Selalu cantik dan anggun meskipun wajahnya sinis.

“Yuna, apa yang kamu lakukan? Kakak sudah bersusah payah menyusun 100 nama untuk kencan Maura. Kenapa harus ada pertaruhan segala macam?”

“Tidak ada yang boleh mengambilmu dariku, Kak.”

Kakak? Mereka saudara?

“Dia saudaramu?"

“Kembaran tepatnya.”

“Saudara kembarmu?”

“Pokoknya aku nggak mau tahu, Taga hanya milikku!”

Gadis itu mulai menangis kemudian berlari meninggalkan kami.

“Taga, dia tidak apa-apa?”

“Dia selalu begitu. Dia tak ingin ada yang mendekatiku. Apalagi perempuan. 
Dia akan sangat cemburu. Dia takut akan kehilanganku.”

“Dia membuat pertaruhan agar tak kehilanganmu?”

“Bisakah kali ini saja jangan membicarakan orang lain. Aku hanya ingin bertanya satu kali. Apakah kamu memiliki perasaan yang sama denganku?”

Taga mencintaiku? Bahkan tak pernah membuat pertaruhan apa pun untuk mempermainkanku?

“Kenapa kamu menyimpan namamu di nomor terakhir?”

“Karena aku takut, kamu akan menolakku. Aku tak pernah punya keberanian untuk mendekatimu lebih dulu.”

Aku bangkit dan duduk berhadapan dengannya. Aku sangat lelah. Aku langsung memeluknya. Menangis di bahunya.

Selesai...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Video dan Lirik Lagu Kamil Onte ft taZki Acapella - Yok Idop Sehat

Musik adalah bahasa yang universal. Lewat lagu kita bisa menyampaikan banyak hal. Tidak hanya mengumandangkan cinta dan lara. Tapi juga nasihat-nasihat baik yang berguna bagi banyak orang terutama masyarakat di sekitar kita. Seperti lagi Yok Idop Sehat ini yang memang dibuat untuk menghimbau orang supaya menjalani hidup yang sehat. Lengkap dengan tips yang bisa kita lakukan untuk menjalankannya.  Lagunya tidak hanya menghibur namun juga bisa untuk mengingatkan kita bagaimana hidup sehat yang seharusnya. Bukankah kesehatan adalah segalanya. Tanpa kesehatan kita tidak bisa beraktivitas dan produktif. Yok idop sehat. Yok Idop Sehat Hei buda' buda', saye punye cerite Cerite tentang hidup sehat bagaimane Rajin olahraga stamina tetap terjage Ayok kite semue jadi warge sehat sentose.. . Reff : Makan buah & sayuran dan cek kesehatan Jangan sampai kite saket kedolo'an Marilah kite terapkan same-same Agar kite tetap sehat semuenye Diri saye

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs