18 Mei 2012

100 Kencan Buta [Bagian 17) Satria

Bagian 17
Satria

Kubiarkan cinta menetaskan rindu. Membesar di sarang-sarang hati. Malam ini kumasih merindukanmu. - Maura, 25 tahun, 
merindukan siapa ya?

Langkahku masih sedikit lemah. Tapi terus kupaksakan untuk mendatangi cafe tempat aku bertemu Taga. Aku berharap ada Taga di sana. Sedetik aku merasa sangat sakit di dalam hatiku. Mengapa aku jadi begini? Apakah Yo memang benar? Bahwa selama ini aku telah jatuh cinta pada Taga? Bahwa Taga satu-satunya orang yang telah memiliki hatiku? Tak ada yang lain?

Aku menemukan kursiku dan duduk di sana. Mataku bertemu dengan sepasang mata yang sangat kukenal. Taga? Mengapa sekarang dia ada di kursi lelaki yang terakhir harus aku kencani? Bukankah Satria yang aku tunggu?

“Kenapa kamu ada di sini sekarang? Bukannya kamu masih harus dirawat di rumah sakit?”

“Taga?”

“Satria Sitaga, yang kamu kenal dengan nama Taga. ”

Taga mengulurkan tangannya berharap aku menyambutnya dengan hangat. Aku tak kuat lagi menahan diriku. Tangan yang harusnya menjabat tangan Taga aku fungsikan untuk menamparnya detik itu juga.

“Aku tidak akan pernah lupa semua yang sudah kamu lakukan untuk mengacaukan hidupku.”

Pipi Taga memerah. Dia menatapku tak percaya.

“Kenapa Maura?”

“Itu untuk membuat 100 kencan buat bualanmu selama ini.”

Tanganku melayang sekali lagi menerpa pipi yang sebelahnya.

“Itu untuk mempertaruhkan perasaanku pada orang lain.”

Aku, Maura. Hanya seorang perempuan. Aku punya satu hati. Satu cinta. Sekarang semuanya hancur berkeping-keping. Kurang apalagi coba? Sudah gagal dalam percintaan. Dibohongi untuk 100 kencan buta. Kecelakaan. Sekarang? Aku rasa aku mencintai orang yang paling salah di dunia ini. Taga, mengapa harus begini?

Langkahku setengah berlari. Taga mengejarku, memanggilku. Tapi aku tak peduli dengan suaranya. Pandanganku mengabur. Tubuhku yang lemah rasanya hampir jatuh. Aku berpegangan di kaca-kaca butik dan deretan toko di pusat perbelanjaan itu. Entah berapa banyak suara yang menyapaku. Beberapa tangan menggapaiku. Kemudian, aroma yang sangat aku kenal. Aroma Taga. Menyeruak di antara banyak aroma itu.

Lengannya meraihku. Mengangkatku dengan kedua tangannya. Semuanya kemudian menjadi lebih gelap. Pekat. Tak terlihat apa-apa.

Related Posts

100 Kencan Buta [Bagian 17) Satria
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).