Menulis Itu...


Menulis bagi saya layaknya berbicara. Tapi bukan berbicara pada orang lain, melainkan pada diri kita sendiri, pada hati kita, dengan bahasa kalbu. Apa yang kadang tak bisa kita ceritakan secara langsung. Kadang sulit untuk membagi cerita secara lisan. Saya kadang berpikir, memangnya ada orang yang ingin tahu saya makan siang apa hari ini? Atau apakah ada yang peduli sabun apa yang saya gunakan untuk mandi. Berbeda dengan cerita yang dituliskan.

Ketika memutuskan untuk berkeliling di dunia maya dan singgah di tiap 'rumah' yang telah menyajikan tulisan terbaru, kita punya pilihan sebagai tamu. Apakah tertarik untuk masuk dan tahu ada cerita apa di dalam rumah itu. Jam berapa penghuninya mandi atau sedang apa dia hari ini. Tidak tertarik kita tinggal menjauhi 'rumah' tersebut tanpa takut ada yang marah atau kesal karena ceritanya tidak 'didengarkan'. Itu kelebihan cerita yang dituliskan. Tidak ada penyimaknya pun cerita itu tetap akan ada di sana. Selama dia menginginkannya.

Ngomong-ngomong soal menulis, apakah ada yang bertanya berapa banyak saya menulis setiap hari untuk blog ini? Ada dua pilihan, berapa banyak yang saya bisa tulis atau seberapa banyak yang saya mau tulis? Tidak tetap sih sebenarnya. Kadang saya bisa menulis 10-20 postingan dalam satu hari. Tapi tentu saja saya tidak akan mengunggah semuanya dalam satu hari. Ini bukanlah portal berita yang butuh update setiap jam bahkan setengah jam. Siapa yang akan datang ke sini setiap setengah jam hanya untuk membaca tulisan terbaru? Lagipula saya masih punya kehidupan nyata yang harus diurus selain blog ini.

Saya inginnya menulis satu postingan setiap hari dan mengunggahnya di hari yang sama. Tapi ternyata situasi memang tidak memungkinkan sehingga saya harus menyiapkan banyak tulisan sebagai persiapan saat saya tidak bisa posting dari laptop. Saya menyimpan banyak draft yang kemudian saya unggah di hari saya hanya bisa posting dari ponsel. Pernah juga kehabisan tulisan di kotak draft dan mengirim foto dari ponsel dan menyelipkan beberapa kalimat di dalamnya. Kalau sudah situasinya demikian, intinya 'yang penting update'. Soalnya saya sudah membuat komitmen di dalam diri saya sendiri untuk mengisinya setiap hari.

Ini buku catatan saya, setiap hari saya ingin menuliskan hal yang baru. Sejarah dan kenangan yang saya miliki yang belum saya tuliskan. Saya percaya suatu hari nanti akan ada anak-cucu saya yang membutuhkan diri saya, tapi saat itu saya sudah tidak ada. Saya harap blog ini akan menjadi pengganti ketidakabadian saya. Membuat saya terbaca dan bisa bercerita pada mereka.
Siapa yang tahu tentang umur?

Hari ini saya mengetik banyak sekali tulisan. Saya menyiapkannya untuk menabung di kotak draft saya. Bagaimana denganmu? Apakah suka menulis di hari libur untuk mengisi tabungan di blog sehingga ketika banyak pekerjaan yang menuntut waktu lebih tidak kalang kabut untuk update blog? Saya suka sekali seperti itu. Sangat suka. Sayangnya kadang suka kelupaan menambah tabungan tersebut. Ketika sudah habis baru kemudian sadar satu hal bahwa saya tidak punya waktu luang untuk menulis sesuatu yang baru. Belum lagi pemadaman listrik yang bisa berjam-jam.

Menulis ya seperti itu bagi saya. Bagaimana denganmu?

Share:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

Designed by OddThemes | Distributed by Blogger Themes