Langsung ke konten utama

Pontianak Rusuh?


Hari ini saya sangat cemas memikirkan adik saya. Fahd, yang baru menginjak usia tahun. Semua jalan utama yang ada di Pontianak macet total. Bahkan jembatan tol utama atau Jembatan Kapuas 1 dijaga ketat oleh polisi. Saya tidak bisa meninggalkan studio untuk menjemput adik saya karena sudah dipastikan saya akan ikut terjebak macet dan alih-alih menjemput adik saya, bisa-bisa saya tidak bisa kembali ke studio untuk melanjutkan siaran.

Untungnya ada teman saya yang berada di Jalan Imam Bonjol, yang jaraknya sekitar 10 menit ke tempat Fahd dititipkan, saya meminta tolong padanya untuk menjemput adik saya. Berarti sekarang adik saya aman. Saya hanya memikirkan jalan mana yang harus saya ambil untuk pulang. Bisa jadi rute yang agak jauh, menembus Jalan Perdana, nyelip ke Jalan Sepakat Dua Untan, nembus Parit Haji Husin Dua, terus tinggal pilih mau terus ke Sei Raya Dalam atau langsung ke Jalan Ahmad Yani. Baru deh tiba di Parit Haji Husin I.

Pontianak, tiba-tiba menjadi sedikit menggentarkan keberanian saya. Saya jadi ingat tahun 1999 ketika saya masih duduk di bangku SMP. Waktu itu ada kerusuhan dua etnis yang menyebabkan libur mendadak beberapa bulan. Selama beberapa waktu saya melihat tubuh dan kepala bergelimpangan. Saat itu usia saya masih sangat muda. Tapi sejarah kelam tanah kelahiran saya membentuk sebuah trauma yang sampai sekarang tidak akan pernah saya lupakan.

Tugu Ketupat berdarah yang berdiri di tahun yang sama, 1999, membuat sebuah sejarah yang tidak akan pernah terhapuskan di tanah yang berdarah itu. Keluarga yang ditinggalkan. Rumah yang dibakar. Penduduk yang diusir secara paksa atau nyawa taruhannya.

Saya sekarang masih di studio Radio Volare dan melanjutkan siaran. Masih bingung bagaimana menuju jalan pulang karena kabarnya jalan utama menuju ke sana masih macet total. Sampai kapan FPI dan warga akan bersitegang? Saya tidak tahu sampai kapan. Saya baru tahu di Pontianak ada FPI karena sebelumnya mereka tidak memunculkan dirinya secara nyata.

Doakan saya baik-baik saja ya?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma