31 Maret 2012

Blogger Lawas

Blogger Lawas


April ini blogger akan memberlakukan tampilan dashboard yang baru untuk semua penggunanya. Sebenarnya saya sudah lama tidak menggunakan tampilan blogger lawas. Tapi karena sekarang jarang daring menggunakan laptop untuk online, jadi saya memanfaatkan ponsel saya yang bukanlah sejenis ponsel pintar. Hanya ponsel biasa yang bisa internetan, tampilan blogger lawas ini pun saya gunakan kembali.

Mengapa?

Karena tampilan blogger lawas lebih ramah terhadap opera mini. Berbeda dengan dashboard yang baru, ada beberapa bagian yang tidak muncul di opera mini yang saya gunakan. Saya sih hanya menggunakan dashboard dari ponsel untuk menerbitkan entri yang telah saya simpan dalam ponsel sebelumnya.

Dulu, sebelum di warung kopi banyak hotspot gratisan dan bekerja di Radio Volare, saya jarang internetan menggunakan laptop. Selalu menggunakan ponsel. Bahkan waktu itu saya bisa menerbitkan tulisan yang memang saya ketik dari ponsel. Mengunakan opera mini. Memang tidak ada gambarnya dan tulisannya 'default'. Itu enaknya menggunakan tampilan blogger lawas. Keterbatasan gadget tidak menjadi masalah untuk sekadar menerbitkan tulisan.

Sekarang sih apabila saya tidak memiliki tabungan konsep, mengirim e-mail dari ponsel adalah hal yang biasa saya lakukan. Nah sekarang karena sudah tahu caranya update melalui e-mail, saya bisa menyelipkan satu gambar untuk mendukung tulisan saya. Sebenarnya mengirim e-mail dari ponsel adalah hal terakhir yang ingin saya tempuh untuk memasukkan tulisan baru. Soalnya tulisan yang ditampilkan lagi-lagi 'default' dan tidak rata kiri kanan. Ini saya yang belum tahu atau memang tidak bisa ya? *ihihihih
Gambar yang saya masukkan juga tidak akan berada di tengah. Pokoknya rata kiri semua. Suka tak tenang melihat tampilan tulisan yang demikian di blog. Memang bisa diperbaiki nanti sih saat daring menggunakan laptop. Tapi kan kurang asyik membiarkannya terlalu lama seperti itu.

Coba tampilan blogger lawasnya tetap ada meskipun sekarang sudah ada tampilan yang baru. Soalnya ponsel saya bukan ponsel pintar yang bisa menampilkan pilihan-pilihan saat akan menerbitkan tulisan baru di kotak 'entri baru'.

Apakah saya harus mengganti ponsel? Mau sih ganti ponsel lama dengan yang baru tapi saya maunya gratisan. *tutup muka pake bantal*

30 Maret 2012

Menulislah dengan Bebas

Menulislah dengan Bebas


Entah kapan terakhir kalinya aku benar-benar menulis karena ingin menulis bukan butuh menulis. Banyak tulisan yang muncul di blog ini karena aku hanya merasa butuh tulisan untuk mengisinya. Karena selama ini aku selalu berpikir untuk mengisinya dengan satu tulisan setiap hari. Apa pun tulisannya. Bagaimana pun hasilnya. Aku tak peduli. Paling penting 'update blog'. Janji pertama saat blog ini dibuat adalah aku akan menulis setiap hari dari Senin hingga Jumat kemudian Sabtu dan Minggu adalah hari yang paling bebas. Boleh mengisi boleh tidak.

Ternyata dua hari yang dialokasikan untuk tidak menulis itu pun tetap digunakan untuk menulis. Saking cintanya dengan menulis atau saking cintanya dengan blog ini dan merasa harus memberinya makanan setiap hari. Sulit menemukan hari blog ini tidak terisi sehari. Kalaupun ada tidak akan lebih dari dua atau tiga kali dalam satu bulan. Itu tidak pula terjadi tiap bulan. Bukan karena aku ingin dianggap hebat karena bisa menulis setiap hari.

Ada seseorang yang bilang padaku, ketika kita terlalu memberi kelonggaran pada diri kita sendiri, suatu hari kita akan terus membenarkan penundaan untuk melakukan pengupdate-an blog. Pas hari ini kosong, kita akan berpikir masih ada hari esok, begitu seterusnya.

Hari ini aku tak bisa tidur kembali setelah tidur satu jam di awal malam karena kepala yang sakit. Saat bangun sakit kepalanya hilang tapi tak bisa tidur kembali. Aku memutuskan untuk membaca buku. Kemudian merasa buku tersebut lumayan menarik. Lama rasanya aku tak menulis sebuah buku. Padahal biasanya bisa menghasilkan satu buku dalam waktu kurang dari sebulan. Mengapa sekarang malah terjadi sebaliknya. Lebih dari setahun sudah aku tak menghasilkan buku apa pun. Hanya beberapa cerpen yang kemudian dikumpulkan menjadi buku.

Ada apa denganku?
Kehabisan ide untuk menulis? Tidak juga, selalu ada yang bisa dituliskan setiap hari di blog ini. Rasanya sedikit aneh apabila kehabisan ide untuk menulis. Seberapa banyak masalah yang terjadi yang bisa jadi bahan untuk menulis dan berapa banyak diksi yang aku miliki untuk menyampaikan semua gagasan tersebut. Bagaimana cepatnya jari ini untuk mengetikkan semua yang terlintas di kepala. Meskipun tidak bisa mengetikkan 10 jari secara bergantian. Hanya tiga hingga empat jari yang bekerja tapi aku yakin ide yang keluar mengalir dengan derasnya.

Lalu apa masalahnya?

Saat aku menyelesaikan halaman ke-43 dari buku yang kubaca tersebut akar permasalahnya muncul. Aku terlalu banyak menuntut diri sendiri untuk menulis dengan cara yang 'masuk akal'. Entah secara runut atau tidak meloncat-loncatkan cerita. Buku yang kubaca memberikan perspektif lain yang sangat menyenangkan dan memberikan inspirasi untuk menulis lagi. Menulis dengan bebas. Ceritanya meloncat-loncat tapi tidak merusak jalan cerita. Bolak-balik, mutar-mutar lagi, tapi aku suka.

Aku terlalu banyak berpikir ketika menulis. Berpikir tentang tanggapan orang nantinya seperti apa pada tulisan tersebut. Menulis ya menulis saja! Mengapa aku harus berpikir tentang pendapat orang jika itu membuat tidak muncul satu tulisan pun yang berbentuk buku sekarang. Bagaimana jika saya menyetujui pendapat Bayu untuk memilih jalur penulisan sebagai mata pencaharian. Benar-benar keluar dari tempat kerja dan menulis secara radikal. Menulis lebih banyak dan membiarkan rezeki itu datang. Jangan merisaukan esok hari yang belum datang sama sekali. Menangisi masa depan yang entah seperti apa.

Ketakutan, kegelisahan tidak akan mengubah apa pun yang akan terjadi besok.

Menulislah dengan bebas agar benar-benar muncul tulisan sebagaimana yang seharusnya. Aku harusnya malu dengan diriku sendiri karena hanya bisa menghasilkan dua novel. Satu memang telah terbit setahun yang lalu. Tapi itu masih belum ada apa-apanya. Mengapa tidak membuat target di dalam hidup ini? Siapa yang tahu nyawa akan berhenti di bagian kalender yang mana? Setidaknya aku telah berusaha menghasilkan tulisan sebanyak yang aku bisa. Daripada menunda-nunda, karena tersangkut pada pikiran yang membelenggu jemari ini untuk menuliskan apa yang seharusnya dituliskan.

Suatu masa dulu, aku kan pernah menulis di buku. Dengan pulpen dan tangan. Beberapa coretan ikut menghiasinya. Masa itu sama sekali tidak ada pemikiran tentang apresiasi pembaca seperti apa. Aku terus menulis karena aku menyukainya. Karena aku menginginkannya. Bukan karena aku membutuhkannya untuk mengisi blog atau mengeluarkan ide yang terpendam. Tidak pernah ada sama sekali terlintas di kepala.

Kamu, iya kamu yang pernah sekali bilang padaku, apa kamu menghancurkan masa depanmu menjadi seorang penulis yang terkenal suatu hari nanti?

Jika aku terus berpikir tentang pendapat orang lain yang menilai tulisan yang akan kubukukan nantinya, menjadi penulis terkenal akan semakin jauh, tanpa sadar akan aku rusak. Bukan karena aku menghasilkan tulisan yang buruk. Melainkan karena aku tidak pernah menghasilkan tulisan apa-apa. Terlampau sibuk untuk memperhatikan pendapat orang. Kesampingkan dulu pendapat orang yang belum terdengar. Toh karyanya belum juga ada. Bagaimana mungkin aku menjadi bodoh seperti itu dan berpikir orang akan mencibir atau menghina karyaku? Karya yang mana? Kan belum ada lagi karya yang aku berikan ke pasaran?

Seharusku aku menulis dengan bebas sejak pertama punya kesempatan. Tapi sekarang memulai lagi dari awal pun bukanlah sesuatu yang bisa dikatakan terlambat. Semuanya butuh waktu bukan? Apabila satu karya saya ditolak oleh banyak penerbit itu tandanya mereka sedang meminta aku untuk membuat lebih banyak karya dan menunjukkan 'warna' lain yang aku punya. Jangan risaukan pendapat orang. Menulislah dengan bebas untuk diri sendiri, karena aku yang menginginkannya. Bukan orang lain yang meminta. Karena bisa jadi nyawa akan tercerabut dengan cepatnya. Siapa yang akan menuliskan sejarah tentangku jika bukan diriku sendiri?

29 Maret 2012

7 Postingan 1 Hari

7 Postingan 1 Hari


Sekarang saya mulai akan mengurangi jadwal ngeblog. Menjadi seminggu sekali atau seminggu dua kali saja. Tapi buat pengunjung setia blog ini yang selalu mampir setiap hari, tenang, tulisannya tetap akan update setiap hari. Dalam satu minggu itu akan ada tulisan yang terpajang. Satu tulisan tiap hari.

Saya akan menyiapkan banyak tulisan. Minimal 7 tulisan dalam satu minggu untuk memenuhi jadwal update blog ini. Sehingga tidak ada yang merasa perubahan yang berarti pada blog ini. Memaksa diri sendiri untuk menulis sebanyak mungkin agar blog ini tidak sepi. Yah, minimal saya merasa diri saya masih dibutuhkan atau masih bisa melakukan sesuatu.

6 hari yang tidak saya gunakan untuk ngeblog itu akan saya manfaatkan untuk menulis buku-buku yang akan saya terbitkan. Tidak memikirkan caranya. Entah selfpublishing atau mengirimkannya pada penerbit mayor. Saya tidak tahu. Saya hanya tahu akan tenggelam di kamar saja. Kembali ke tempurung saya, karena di luar tempurung yang saya tempati sekarang sangat menakutkan.

Banyak hal yang menggoda di luar sana. Tapi kenyataannya terlampau pahit untuk saya terima. Dunia di luar sana tidak membutuhkan seorang Hani. Dunia saya hanya di sini. Di blog ini. Menumpahkan semuanya di dinding 'rumah' yang saya miliki. Kesepian hingga akhir waktu yang saya miliki. Mati perlahan tanpa teman yang mau menemani.

28 Maret 2012

Butuh 1 yang Nyata

Butuh 1 yang Nyata


Semakin banyak yang aku kicaukan di twitter sebenarnya semakin menunjukkan betapa kesepiannya aku di dunia nyata. Betapa tiadanya satu orang pun yang aku miliki untuk menumpahkan segalanya. Menumpahkan semua keluh dan kesah yang ada. Tiada tempat untuk mengadu. Sehingga akhirnya kesan mengumbar 'aib' pun bisa orang sematkan di akun kicauan @honeylizious.

Dari puluhan ribu kicauan yang telah aku muntahkan sepertinya memang paling banyak isinya 'muntahan'.

Sekarang, saat aku melihat sekeliling baru aku sadar aku tak punya teman dekat lagi. Satu-satunya teman dekatku sejak kecil sudah berada di Solo. Keterbatasan ruang dan waktu merenggangkan hubungan kami. Kemudian satu orang lagi sahabat dekatku di kampus juga sudah meninggal dunia. Tidak ada lagi tempat mengadukan semua yang aku rasa.

Selain twitter, blog pun menjadi sasaran 'muntahan' itu.

Sedikit terlambat untuk mulai mencari teman baik di dunia ini yang bisa menerimaku apa adanya. Sudah terlampau dewasa untuk menyusuri jalanan lagi. Tiap langkah itu sudah aku lewati di belakang. Aku yang tak menggunakan waktu yang dulu itu untuk mengumpulkan sahabat sebanyak-banyaknya.

Ah, aku sudah mencoba untuk berteman dengan banyak orang dulunya. Sayang tak semua orang mau berteman dengan itik buruk rupa.

Siapa sih yang mau berteman denganku? Cantik saja tidak, gaul juga tidak, kaya apalagi, di kampus prestasiku hanya bagus di bahasa Mandarin. Sisanya standar saja. Tak ada yang istimewa pada diriku. Kuliah saja keteteran karena sibuk mencari uang buat makan sehari-hari.

Sekarang pun tak ada bedanya diriku. Masih sama seperti dulu. Tak ada yang bisa aku banggakan untuk bergaul dengan banyak orang. Lebih pada bagian 'bukan siapa-siapa'. Bahkan orang yang baru lima menit bertemu denganku pun akan segera melupakan wajahku di menit yang ke-enam.

Mengenaskan.

Buat yang mengenal di dunia maya bisa jadi akan mengagumiku. Mengikuti twitterku. Membaca status facebookku. Menelusuri tulisan di blogku. Lalu membuat sebuah kesimpulan bahwa Hani itu orangnya begini, begitu, bla, bla, bla...

Maya tetaplah maya, aku tak bisa menggantikan posisi sahabatku yang nyata dengan ribuan orang di dunia maya. Hanya butuh satu sebenarnya, tak perlu banyak, orang yang mau berteman denganku setiap hari di dunia nyata. Selalu ada kapan pun aku membutuhkannya.

27 Maret 2012

Butuh Seseorang

Butuh Seseorang

Ini bukan masalah pernikahan. Saya tidak sedang bicara tentang kerisauan seorang yang membutuhkan pasangan hidup. Sudah saya buang jauh-jauh mimpi indah pernikahan itu ketika saya sadar satu hal. Tak ada yang mau menikahi saya.

Saya hanya menginginkan seseorang untuk berbagi duka dan cerita. Seseorang yang siap menampung tangis dan tawa. Bahunya selalu ada untuk saya bersandar. Agar saya kuat untuk bertahan. Hidup di dunia.

25 Maret 2012

Pekerjaan Baru

Pekerjaan Baru




Aku tidak tahu apakah ini adalah sebuah keputusan yang benar. Dari banyak orang yang saya mintai pendapat untuk memberikan solusi pada kehidupanku yang sangat melelahkan dengan banyak tuntutan, aku seakan membenarkan satu pendapat paling tidak masuk akal bagi keluarga mana pun. Aku memilih menulis. Memilih jalan ketidakpastian. Karena aku menyukainya. Karena aku menginginkannya. Tidak peduli berapa yang aku dapatkan. Entah aku akan makan atau tidak.

Aku bahkan membuat target untuk diriku sendiri. Dua minggu satu buku. Mengirimkannya pada banyak redaksi dan menunggu buku mana yang mendapatkan nasib terbaik. Masalah uang makan, aku harus yakin dengan bisnis yang aku jalankan. Ini adalah jalan ketidakpastian. Tidak memperkirakan berapa yang akan aku dapatkan nantinya. Tapi lebih dari itu semua, kelaparan tidak lebih menakutkan dibandingkan tekanan dan tuntutan yang tidak aku sukai.

Ketidaknyamanan dan ketidakbebasan jauh lebih menyakitkan daripada kelaparan. Aku harus percaya bahwa Tuhan tidak akan membiarkanku tidak makan. Akan ada rezeki di tikungan yang aku pilih sekarang. Aku hanya perlu lebih jeli melihat kesempatan. Apa yang bisa aku lakukan tanpa keterikatan dengan dunia kerja? Tanpa bos, tanpa rekan kerja, dan tanpa aturan-aturan.

Membesar dengan cara yang bebas memang sedikit membuatku tidak menyukai ketidakbebasan. Kurang mengenal aturan.

Berani atau tidak sama sekali. Aku tak mau berada di tengah-tengah hanya karena kegalauan menghadapi kerasnya dunia tanpa pekerjaan yang memberikan kepastian. Aku punya keterampilan, manfaatkan untuk membuka lapangan kerja sendiri.

Teruntuk semangat hidupku yang paling besar di dunia ini, adikku Fahd, aku akan menghasilkan banyak uang, apa pun jalan yang Tuhan tunjukkan. Biarpun berdarah dan terluka. Semua masa sulit itu akan kami lewati bersama.

Sekarang pertanyaannya adalah apakah aku berani menghadapinya sendiri? Berani tidak berani. Setiap jalan ada risikonya masing-masing. Aku hanya bisa memilih tertekan karena orang lain atau tertekan karena diri sendiri? Apakah aku mau menjadi karyawan untuk orang lain atau untuk diri sendiri?

Meratap dengan langkah yang terhenti karena kebingungan saat melihat tikungan yang penuh duri tidak akan menghasilkan apa-apa. Aku hanya menghentikan kehidupanku sendiri dengan membiarkan langkah terpatung di sana. Aku sudah cukup banyak mengorbankan keinginanku demi pekerjaan, sekarang saatnya aku merebut kembali sesuatu yang tak bisa aku beli, kebebasan dan ketidaktergantungan di dunia kerja. Bekerja sendiri, jam kerja ditentukan oleh diri sendiri, dan bos untuk diri sendiri.

Lupakan semua pendapat orang tentang untuk memikirkan Fahd. Aku memilih ini karena aku memikirkannya. Karena aku ingin lebih banyak waktu bersamanya. Memberikan semua cinta yang aku punya untuk mengganti cinta yang direbut kehidupan darinya.

Aku hanya harus yakin. Aku pasti bisa. Itu saja. Selesaikan semua yang menyangkut dunia kerja di luar sana dan kembalilah ke jalan yang diinginkan. Jangan menyiksa diri sendiri.

24 Maret 2012

#30 Jodohku Tersayang

#30 Jodohku Tersayang




18 Maret 2012

Assalamualaikum jodohku tersayang di bagian kehidupan di mana aku belum ada di sana.

Lucky-5_large
Malam ini aku membayangkan aku akan memejamkan mata dan kamu membelai pipiku, lembut. Hari ini aku tidur siang lama sekali. Kemudian bangun dengan rambut yang masih sedikit lembab. Apakah kamu tadinya muncul dengan tiba-tiba di kamarku dan mengecup lembut dahiku? Aih, itu sama sekali tidak mungkin terjadi bukan? Itu hanya terjadi di film-film atau bahkan hanya ada pada kartun Doraemon. Saat kamu menggunakan pintu ke mana saja milikmu dan menemukan aku yang berbaring dengan nyenyaknya.
Braided_hair_25_large
Jodohku, aku yakin aku mencintaimu. Sangat. Dengan sekeping hati yang diberikan oleh Tuhan untuk menerima semua kekurangan dan kelebihanmu. Menjadi tulang rusuk di dalam dadamu. Melindungi semua organ tubuhmu. Anak-anak kita nantinya. Suatu hari nanti.

542308_373239592710474_221684401199328_1172591_115370495_n_large
Setiap kali aku memejamkan mata. Tidak ada wajah yang bisa terbentuk dengan jelas di sana walaupun aku berusaha untuk membentuk siluet yang akan aku kenali sebagai wajahmu. Wajah yang akan selalu aku lihat saat akan beranjak ke alam mimpi kemudian bangun kembali. Saat aku membuka mataku kembali, masih tak ada wajah yang terlihat di mataku. Tapi sebuah senyuman kebahagiaan akan terbentuk di bibirku karena setiap detik yang aku lewati akan mendekatkanku pada kehidupanmu. Begitu juga waktu yang kamu lewati sekarang, akan menghantarkanmu pada kehidupanku.

564108_373239406043826_221684401199328_1172590_1358082283_n_large
Kehidupan yang kemudian isinya ada bahagiaku dan ada bahagiamu. Suatu kehidupan yang isinya aku dan kamu berpegangan tangan dan berpelukan erat.

Tumblr_m13c27lhr21r6g6qko1_500_large
Kamu pernahkah terbayang suatu hari akulah yang akan menjadi seseorang yang paling penting dalam hidupmu? Seseorang yang menangis dan tertawa bersamamu. Seseorang yang ada di dapur untuk membuat makanan kesukaanmu dan tentunya juga makanan kesukaaan anak-anak kita nantinya. Seseorang yang akan menyiapkan air hangat untuk kamu mandi ketika kamu pulang terlambat dari tempat kerja.

Tumblr_l8z7jmccmn1qzccj5o1_400_large

Jodohku tersayang yang hingga hari ini belum kutemukan, apakah setiap kali aku menulis surat untukmu kamu sedang membaca lembaran demi lembaran tulisan ini? Kamu tahu mengapa aku suka menuliskan setiap kalimat ini untukmu? Bukan untuk merayumu dan mengingatkan bahwa ada aku di sini, menantimu. Melainkan untuk menguatkan diriku sendiri. Menguatkan hatiku yang entah berapa kali luka dan ditambal kembali.

521946_318212778231882_100001294877125_774013_660025974_n_large521946_318212778231882_100001294877125_774013_660025974_n_large
Semua surat ini membuat diriku sadar satu hal, aku tidak boleh jatuh dan terluka lagi. Ada kamu yang akan lebih terluka saat diriku jatuh dan tidak mampu bangkit kembali. Detik ini, sekarang, aku hanya bisa berjanji pada diri sendiri. Untuk menjaga hati yang tersisa untukmu.

Selamanya.
Jodohmu
Honeylizious

23 Maret 2012

Inilah Libur...

Inilah Libur...

6861357694_f2c63568f7_z_large

Bagimu libur itu seperti apa sih? Apakah bisa menghabiskan 24 jam semuanya tanpa rutinitas yang seperti biasanya adalah sebuah liburan? Buat yang bekerja, libur bisa diartikan tidak ada jam kerja pada sebuah hari. Buat yang sekolah atau kuliah, libur adalah hari tanpa jadwal sekolah atau kuliah. Sederhananya memang begitu. Bergantung pada kaca mata masing-masing.

Tumblr_m1bhf3t0yu1qaa7vko1_500_large
Intinya hanya pengen bilang saya menikmati liburan saya, hari Minggu tanggal 18 Maret 2012. Saya melakukan hal yang memang bukan hal biasanya atau jarang saya lakukan. Tapi bukan berarti saya berleha-leha. Saya mencuci banyak pakaian saya dan adik saya. Maklum Senin-Sabtu saya bekerja dari pagi hingga sore. Malamnya sudah capek untuk melakukan pekerjaan rumah. Masak juga jarang saya lakukan. Sehingga Minggu adalah hari memasak sedunia buat saya.

Bfd78ae13a150f925df66ee2e47d58f0_large

Bukan berarti saya tidak bisa masak atau kurang suka masak. Saya sangat suka memasak dan makan masakan saya sendiri. Seperti Minggu ini saya memasak ikan dan terong goreng. Sederhana sih, tapi tentunya memiliki gizi tinggi. Maklum saya dan Fahd, adik saya yang masih 6 tahun itu, dalam rangka penggemukan badan.

Sejak tanggal 10 Maret, saya dan adik saya memang makan lebih banyak dari biasanya. Sekarang saya melihat pipi adik saya lebih tembem. Bagaimana dengan saya yang juga mulai suka makan telur pada larut malam? Ada beberapa celana yang mulai menyempit. Baju saya yang biasanya agak longgar juga terasa ketat. Bahkan saya membeli baju ukuran M kemarin. Padahal biasanya saya sudah muat mengenakan ukuran S.

Tumblr_lufwgcx7d41qjtfpuo1_500_large

Selain itu saya juga mulai sering tidur pada siang hari. Tidak peduli tempat. Mau di rumah atau di tempat kerja, jika ada kesempatan saya akan tidur pada jam istirahat. Apalagi jika sedang mati lampu di kantor. Tidak ada yang bisa dikerjakan selain tidur.

Libur Minggu ini adalah hari libur hari ketiga Fahd. Soalnya sejak Jumat kemarin semua sekolah diliburkan, termasuk sekolahnya. Mau tidak mau dia ikut saya bekerja dua hari, Jumat dan Sabtu. Untungnya tidak rewel soal liburan mendadaknya. Libur yang hanya diberlakukan untuk Kota Pontianak itu disebabkan ketegangan dan konvoi kemarin.

Banyak pihak yang menyebarkan isu yang tidak benar sehingga banyak warga yang panik dan menganggap benar-benar terjadi kerusuhan yang membahayakan nyawa banyak orang. Belum lagi pemberitaan di situs online yang menambah keruh suasana. Banyak yang menganggap Pontianak sekarang Siaga 1. Padahal saya dan adik saya keliling Pontianak terus beberapa hari ini. Tidak melihat sesuatu yang janggal. Semua orang beraktivitas seperti biasanya.

Tapi soal libur, paling enak memang berada di rumah saja. Mencuci, masak, makan siang, mandi, merawat diri, tidur, kemudian bangun dengan keadaan paling enak sedunia. Saya menulis ini sehabis tidur siang dan rambut masih basah bekas keramas. Saya merasa sangat cantik hari ini. Berniat makan sore sebelum nanti malam makan lagi. Upaya penggemukan badan masih terus dilakukan. Mumpung belum ketemu jodoh.


NB: Tulisan ini dibuat tanggal 18 Maret 2012. Tersimpan di draft hampir seminggu.

22 Maret 2012

Saya Sangat Kelelahan

Saya Sangat Kelelahan



416856_343778135668235_221811281198255_1002227_1867464399_n_large

Saya ingat terakhir kali saya kelelahan, yang terjadi adalah saya pingsan saat mengendarai sepeda motor. Jatuh di Jalan Ahmad Yani dan akhirnya seminggu beristirahat di rumah. Sekarang saya mengalami tingkat kelelahan yang kurang lebih sama dengan waktu itu. Belum lagi tekanan setiap hari yang harus saya terima.

Tumblr_m0dlesh7k01qj6goqo1_500_large

Setiap pagi saya harus mengantar adik saya sekolah dengan segala macam tingkahnya yang harus saya hadapi dengan sabar. Walaupun akhirnya kadang saya meledak dan berteriak untuk mendiamkannya sebentar. Setelah itu saya berangkat kerja dan di tengah jam kerja harus menjemput adik saya lagi. Saya harus mengendarai sepeda motor sekitar 30 menit untuk menjemput dan kembali ke kantor untuk melanjutkan pekerjaan saya.

Tumblr_lx645xmzrx1qgz1bko1_500_large

Saya sangat kelelahan. Pulang kerja bukan berarti saya bisa beristirahat. Banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan. Memasak makan malam untuk saya dan adik saya. Ditambah tetek bengek cemilan dan susunya. Tak ada yang membantu saya menyelesaikan itu semua. Cucian yang menumpuk. Pakaian kering yang harus disetrika. Kamar yang berantakan. Ujung-ujungnya saya lagi-lagi harus mengorbankan skripsi saya. Kuliah saya yang sudah tujuh tahun berjalan. Tiga tahun mengerjakan skripsi tidak ada akhirnya. Dua tahun mengejar seminar untuk judul ke-13.

Tumblr_m0o3ajgvis1qak6q0o1_500_large

Saya lelah.

Sudah terlalu banyak yang saya korbankan, waktu dan tenaga yang tak terhitung lagi banyaknya. Saya harus memilih langkah sekarang. Apakah saya akan terus membiarkan kehidupan saya seperti ini? Mengorbankan banyak hal untuk hal yang tak akan ada ujungnya. Saya bisa juga memilih untuk pergi dan memulai sesuatu yang baru.

Tumblr_lw69602xwa1qd2b6yo1_500_large

Kehidupan apa yang saya inginkan?

Apakah yang terjebak rutinitas yang penuh tekanan terus-menerus atau melangkah ke kehidupan yang mempertaruhkan semua kepastian demi kenyamanan? Saya bisa mengambil risiko apa pun untuk kehidupan saya. Tapi bagaimana dengan kehidupan adik saya? Apa yang harus saya berikan untuk memberinya makan? Dia baru enam tahun dan tidak tahu berbagai masalah yang harus saya hadapi. Bahkan setiap bangun tidur saya harus berpikir, dia akan makan apa hari ini?

391118_262609483788733_100001190505517_672568_1260964839_n_large

Bulan depan harus membayar uang kontrakan lagi. Di saat saya sendiri bahkan bingung dengan kehidupan saya, kehidupan ini menuntut sedemikian banyak hal.

Sebenarnya saya menginginkan pekerjaan baru yang bisa saya kerjakan dari rumah tanpa harus terikat jam kerja. Supaya saya bisa konsentrasi ke skripsi dan adik saya. Dua-duanya adalah hal yang sangat penting dalam dunia saya.

7004973683_d487c271ce_b_large

Saya lelah.

NB: Ditulis dengan berurai air mata dan tubuh kelelahan.

21 Maret 2012

Ubuntu untuk Pemula



Akhirnya laptop saya stabil. Tidak ada lagi installasi ulang dan sekarang saya benar-benar telah menggunakan Ubuntu 11.10. Hanya Ubuntu. Memang banyak yang menyarankan untuk menggunakan dua OS sekaligus. Jadi ada jendelanya ada Ubuntunya. Tapi saya tidak suka lagi dengan windows. Saya sudah terluka, patah hati, dan kecewa karena saya menggunakan OS bajakan.

Heh? Hanya karena merasa bersalah menggunakan OS bajakan merelakan diri sendiri belajar OS dari nol? Bahkan rela menginstall sendiri dan menghilangkan banyak data? Hampir saja kehilangan data paling penting. Skripshit! Owh, untungnya sempat terselamatkan karena pernah memberikannya pada teman. Jadi filenya bisa diunduh kembali dari kotak pesan. Eh, ini mau bahas skripsi apa bahas Ubuntu sih?



Nah, mulai dari postingan ini saya akhirnya membuat label baru. Khusus untuk postingan cerita saya dan Ubuntu. Yah, pasti banyak yang belum menggunakan Ubuntu seperti saya bulan lalu. Pasti banyak yang mencari tutorial tentang Ubuntu sama seperti saya beberapa minggu ini. Misalnya bagaimana cara installasi aplikasi yang kita butuhkan di luar aplikasi bawaan yang sudah ada?

Saya, yang sama sekali bukan anak informatika sekarang sudah memahami sedikit koding di terminal Ubuntu. Kadang saya install dari terminal kadang install dari Ubuntu Software Centre. Sekarang lebih sering langsung pilih-pilih aplikasi di Ubuntu Software Centre soalnya kita bisa mengetikkan kata kunci aplikasi yang kita butuhkan. Tidak tahu namanya juga tidak ada masalah kok. Misalnya saya menginginkan game tertentu tapi saya tidak tahu game apa yang tersedia di Ubuntu, saya tinggal ketik kata kunci 'game' di kotak pencarian.


Saya yakin jika saya tidak menghilangkan windows dari laptop saya, pasti setiap saya kesulitan install program di laptop, saya akan merestart laptop dan menyelinap ke windows bajakan itu. Bermain kembali dengan aplikasinya yang akhirnya bajakan juga. Rata-rata aplikasi yang digunakan di windows memang berbayar. Seperti IDM yang sering saya gunakan untuk mengambil data di internet. Nah IDM yang diinstall ke laptop saya tentunya bajakan. Untuk OS saja sudah diberikan yang bajakan, apalagi aplikasinya.

Ini tampilan desktop saya sekarang, jangan tanya itu foto siapa.

Berbeda dengan Ubuntu yang sekarang saya gunakan. Semua aplikasi yang saya butuhkan gratis. Tidak ada serial number yang harus saya masukkan. Meskipun saya agak kesulitan pada awalnya. Misalnya untuk menginstall printer saya. Ya ampun itu butuh dua hari untuk menemukan tutorial yang benar, mudah, dan bisa saya praktikkan. Ternyata di Ubuntu juga ada kok cara installasi seperti di windows yang menggunakan file dengan ekstensi .exe. Di Ubuntu sendiri filenya berbentuk .sh. Bahkan nama filenya install.sh. Tinggal klik dan langsung masuk ke terminal. Tidak perlu menghapal koding yang harus diketik di terminal. Saudara-saudaranya 'sudo' dan kata-kata selanjutnya tidak perlu kita ketik lagi. Otomatis terinstall.

Apabila menginginkan aplikasi tertentu dan tidak akrab dengan terminal cukup menginstall dari Ubuntu Software Centre juga bisa. Apabila sudah terinstall dan ingin meremovenya caranya kurang lebih sama. Jika belum terinstall tombol di sisi kanan akan menampilkan perintah install atau remove saat aplikasi tersebut sudah masuk ke Ubuntu kita. Bingung mencari di mana aplikasi itu tersimpan? Mudah sekali, cukup ketika di kotak pencarian di menu utama dan aplikasi yang kita butuhkan, aplikasi apa pun, yang penting sudah terinstall akan muncul di sana.



Ini masih tulisan seorang pemula untuk pemula lainnya. Apabila saya sudah memahami setiap aplikasi yang saya gunakan dengan fungsinya masing-masing akan saya jelaskan di postingan berikutnya di label yang sama.

20 Maret 2012

Biasa Tanggal 20

Biasa Tanggal 20


2012-checklist-happy-new-year-photography-favim.com-337700_large
Menjadi seseorang yang tinggal jauh dari orang tua membuat saya harus melakukan semuanya sendiri. Termasuk membayar tagihan rekening air dan listrik di rumah kontrakan. Apalagi dengan menyewakan dua kamar depan pada orang lain yang pastinya ingin menerima segalanya secara beres. Semuanya menyerahkan tanggung jawabnya pada saya. Saya bisa menjalaninya beberapa tahun ini tapi bukan berarti segalanya berjalan mulus.

Kadang saya suka kelupaan membayar listrik dan air bulanan tersebut. Akibatnya jika sudah terlambat saya harus mendatangi PDAM dan PLN paling lambat tanggal 20. Soalnya jika sudah terlambat loket yang ada di Jalan Parit Haji Husin 2 tidak akan bisa melayani kecuali untuk pembayaran tagihan listrik. Nanggung sih ya saya harus datang ke sana hanya untuk membayar tagihan listrik. Jadinya saya langsung datang ke PDAM dan PLN pada hari yang bisa saya alokasikan untuk membayar semua tagihan tersebut.

Salahnya lagi saya suka lupa dengan nomor pelanggan listrik dan air tersebut. Nah, kalau sudah begitu saya mau tidak mau harus membawa slip tagihan bulan lalu. Padahal mudahnya saya tinggal mencatat dua nomor pelanggan tersebut di ponsel. Sepertinya hari ini saya akan melakukannya. Soalnya menyebalkan juga ya kalau saya harus membatalkan rencana membayar hanya dikarenakan saya lupa dengan nomor pelanggan yang saya gunakan.

Saya biasanya berharap tanggal 20, hari terakhir pembayaran saya tidak akan menemukan ratusan orang yang ikut mengantri di sini untuk membayar tagihan mereka juga. Saya tidak punya banyak waktu untuk mengantri. Kalau saya beruntung saya bisa saja menemukan orang yang mau berbaik hati menumpangi saya nomor antriannya. Membawa slip tagihan bulan yang saya bawa. Sehingga saya tidak perlu menunggu sesuai nomor antrinya. Tentu saja ini juga ada risikonya. Kami harus bertransaksi di luar untuk menyesuaikan pembayaran yang tertera di slip. Apabila tidak ada uang kembalian ya harus ada yang mengalah untuk merelakan beberapa ribu rupiah pada orang lain. Biasanya saya yang mengalah. Sudah menumpang nomor antrian harusnya saya tahu diri dong ya? Namanya juga saya secara tidak langsung telah membeli waktunya untuk saya gunakan.
389623_10151463066290355_121471175354_23524610_1514879118_n_large
Bulan Maret ini saya harus membayar tagihan dua bulan karena memang bulan lalu saya terlambat membayarnya. Jadi pembayaran tidak bisa dilakukan di loket bukan PDAM. Khusus untuk tagihan air saja sih, listrik masih bisa. So, sekarang saya di sini bersama ratusan orang lainnya yang bisa jadi juga terlambat membayar beberapa bulan seperti saya.

Saat saya tiba di sini saya mendapatkan nomor antrian 301, sementara di layar nomor antrian yang tertera baru tiba di nomor 150. Masih 150 orang lagi yang harus menyelesaikan transaksi mereka barulah giliran saya. Saya sudah beberapa kali terlambat selama 7 tahun saya tinggal di Pontianak. Jadi bukan masalah bagi saya untuk mengantri sepanjang itu. Sayangnya sekarang saya sudah punya jam kerja dan harus patuh pada jam masuk dan pulang. Sekarang sudah pukul 09.05, sudah tiba pada nomor antrian 224. Hampir tiba giliran saya. Sementara menunggu saya menyempatkan diri untuk menulis ini semua.

Soalnya layar televisi menampilkan tayangan yang sangat membosankan. Ruangan ini juga sangat penuh dan sesak oleh banyak manusia. Menyalakan laptop, memutar musik, memasang headphone, dan menulis adalah hal terbaik yang bisa saya lakukan sekarang. Tidak peduli dengan siapa pun yang melintas atau melihat pada saya. Toh mereka memang tidak ada yang mengenali siapa saya sebenarnya.

Heating-sandwich-lvl-student_large
Beberapa menit setelah bertemu dengan saya pun mereka akan melupakan rupa saya yang sebenarnya. Begitu pula dengan saya. Saya tidak perlu mengingat satu wajah pun yang hari ini saya temui. Menit berharga yang harus saya lewati di sini tidak sia-sia karena saya telah mengisi batre laptop saya hingga penuh. 4 jam kedepan laptop saya tetap bisa menyala dan menjadi teman setia saya.

Masih 64 orang yang harus lewat ke loket pembayaran. Biasanya ada orang yang berbaik hati mau memberikan nomor antrian mereka pada orang lain karena mereka telah mendapat nomor antrian juga dari orang sebelumnya. Eh, apakah di PADM tempat kalian juga ada cerita seperti itu. Misalnya nih ada orang datangnya pagi-pagi sekali. Mengambil nomor antrian kemudian bertemu dengan orang yang dikenalnya yang mau membawa slip tagihannya untuk dibayar bersama. Sehingga mereka berdua hanya menggunakan satu nomor antrian. Nah, nomor antrian yang berikutnya yang belum digunakan biasanya akan diberikan pada orang yang datang lebih belakangan.

Tumblr_lvnu9795qt1r13lu8o1_500_large
Saya biasanya mendapat keberuntungan seperti itu. Mendapatkan nomor antrian yang lebih kecil dari yang saya punya. Saya akan menggunakan nomor antrian yang diberikan orang lain pada saya, lalu saya akan melakukan hal yang sama. Menyerahkan pula nomor antrian saya pada orang yang datang setelah saya.

Pagi ini saya melihat orang di sebelah saya yang datang lebih belakangan mendapatkan nomor antrian dari orang di depan saya. Dia memberikan nomor antrian 272. Ah, saya kurang beruntung, coba dia memberikannya pada saya. Saya tidak perlu menunggu hingga nomor 301 yang saya punya. Hari ini sih tidak seperti bulan-bulan sebelumnya. Saya masih beruntung hanya menunggu 151 orang di depan saya. Kalau sedang terjadi gangguan di semua cabang PDAM dan koperasi yang bekerja sama dengan PDAM, bisa-bisa saya harus mendapat nomor antrian 800 sementara nomor antrian yang muncul di loket pembayaran baru 400. Apabila keadaannya sudah demikian biasanya saya mulai clingak-clinguk mau nebeng dengan nomor antrian yang terdekat untuk maju. Titip.

Saya tidak sebal sih harus mengantri lama, kadang hanya urusan perut yang menjadi masalahnya. Kalau lapar, tidak ada satu orang pun yang bisa membantu saya menghilangkannya di ruangan ini. Maklum di sini tidak ada kantin atau semacamnya. Saya senang berada di tempat bukan rutinitas saya, bertemu dengan banyak orang yang bisa jadi selama ini belum pernah saya temui sebelumnya.

Siapa tahu, di antara banyak orang yang saya temui di sini, ada seseorang yang harusnya hadir dalam kehidupan saya selama ini. Siapa tahu? Tidak ada yang bisa memastikan itu bukan? Antrian saya masih sekitar 43 orang. Tidak begitu lama lagi. Saatnya untuk menyelesaikan tulisan yang ternyata lumayan panjang ini ya...

Semoga bulan depan saya tidak telat bayar tagihan air lagi sehingga saya tidak perlu ke PDAM, mengantri beberapa jam hanya untuk membayar tagihan yang tidak sampai 100ribu perbulannya. Jika itu masih terjadi, saya tidak keberatan menulis lagi di sini diiringi tatapan banyak orang pada saya. Hidup itu penuh warna, layaknya hari ini, banyak warna baru yang saya lihat di sini. Apa warnamu hari ini?

19 Maret 2012

Setiap Orang Istimewa

Setiap Orang Istimewa


Tidak percaya diri adalah teman baik saya selama ini. Merasa rendah diri hampir setiap hari ada pada diri saya. Itu saya, dulu. Bukan sekarang, hari ini, esok, dan seterusnya. Bagi saya setiap orang adalah pribadi yang istimewa dengan semua kekurangan dan kelebihannya. Banyak kekurangan saya yang kemudian membuat saya terlihat lebih istimewa di mata banyak orang.


Eh masa' iya? Sebenarnya parameter yang digunakan oleh orang lain dan diri saya untuk mengatakan hal tersebut sebuah kekurangan atau kelebihan belum tentu sama. Seperti suara saya yang terdengar penuh di bagian hidung. Tepatnya saya berbicara seakan-akan sedang flu. Dulu saya sangat tidak percaya diri untuk berbicara dengan orang lain dikarenakan suara demikian. Sekarang? Semua pendengar Radio Volare akan langsung mengenali saya dengan warna suara yang dianggap suara seseorang yan habis nangis atau pilek.

Sejak dulu saya seperti tanaman putri malu yang begitu 'disentuh' akan segera 'menguncup'. Sehingga saya lebih memilih jalur tulisan untuk menyampaikan apa yang saya pikirkan kepada orang lain dibanding harus berbicara langsung. Saya tidak percaya diri saya bisa mengatakan apa yang ada di dalam kepala saya dengan baik pada orang lain. Ternyata itu membuat saya lancar menuliskan gagasan yang ada di dalam kepala saya. Ke'putrimalu'an saya memberikan saya kemampuan tersendiri dengan kata dan bahasa tulis. Saya menyukai gagasan yang dituliskan sejak kecil. Saya bisa memperbaikinya sebelum menyampaikannya pada orang lain. Kemudian banyak orang yang beranggapan saya memiliki bakat dalam menulis. Padahal sebenarnya itu adalah buah dari latihan terus-menerus tanpa henti.


Belum lagi lahir di sebuah keluarga yang kurang harmonis membuat saya harus menjadi satu-satunya orang yang bisa membesarkan adik saya yang bungsu. Itu bisa jadi kekurangan jika memang saya menganggapnya kekurangan. Tapi siapa, kakak mana, yang bisa melihat wajah nyenyak adiknya setiap malam dan pagi. Wajah yang paling membuatnya bahagia dan menguatkan kakinya untuk melangkah di bumi ini.

Adiknya sendiri, bisa jadi dipandang orang akan tumbuh besar menjadi anak yang kekurangan kasih sayang atau sebaliknya akan menjadi anak paling mandiri di dunia ini. Fahd, 6 tahun, masih duduk di bangku PAUD, sebentar lagi masuk sekolah dasar. Tapi dia sudah bisa menyiapkan makannya sendiri. Bahkan merapikan bekas makan dan mencuci piringnya. Menyiapkan air mandinya dan baju sekolahnya sendiri. Adik mana yang bisa lebih baik dari dia. Seseorang yang saya miliki sebagai bagian dari kehidupan saya.

Belum lagi status saya sekarang yang 'available'. Gampangnya tidak punya pacar sama sekali. Lelaki yang pedekate tidak masuk hitungan dong ya? Saya melepaskan status saya yang sebelumnya karena saya tahu, saya memang belum siap untuk menikah ternyata. Itu sebabnya Tuhan belum mempertemukan saya dengan jodoh saya.

Saya akui patah hati dengan seseorang di bulan Desember lalu cukup menampar kehidupan saya. Dia terlalu saya inginkan. Lelaki seperti itu yang selama ini ada di dalam kepala saya. Saya mengabaikan beberapa hal yang bisa menjadi masalah besar dalam hubungan kami. Akhirnya, kandas. Lalu saya berpacu dengan waktu untuk mendapatkan seseorang yang baru. Saya memaksa diri saya untuk menjalin hubungan yang baru di kala saya baru saja terluka. Saya terlalu egois waktu itu untuk memiliki seseorang yang bisa menyembuhkan luka hati saya.

Bukan itu yang saya inginkan. Kekurangan cinta terhadap lawan jenis di dalam saya, bukan berarti kehidupan ini harus segera saya akhiri bukan? Masih banyak hal yang belum saya genggam. Bisa jadi dengan keberadaan seorang kekasih atau suami di samping saya, banyak hal yang saya inginkan harus saya korbankan. Jadi, tidak memiliki kekasih apalagi suami, bagi saya sekarang adalah kelebihan terbesar. Tidak ada yang menghalangi langkah saya untuk melakukan apa pun.

Masih banyak kekurangan saya yang lainnya. Tapi semua itu sekarang, ketika disatukan menjadi kepingan utuh, adalah sebuah kepingan yang sangat istimewa, tersusun dari pecahan-pecahan kekurangan yang membentuk diri saya sekarang. Saya terlalu istimewa untuk sembarangan memilih langkah di dalam kehidupan. Begitu juga dengan kamu yang sedang membaca ini. Tidak kalah istimewanya dengan saya, tinggal kamu yang memilih untuk menganggap dirimu istimewa atau tidak. Hidup adalah pilihan.

18 Maret 2012

Lauk Makan Siang Hari Ini

Selamat berakhir pekan semuanya. Dua hari terakhir ini memang kadang tidak bisa posting pake laptop. Soalnya wifi tidak ada di rumah. Jadi ponsel penyelamat rumah tercinta hari ini supaya tidak sepi tulisan.

Saya masak ikan dan terong goreng. Masakan paling sederhana dan paling saya suka. Ada sayurnya dan ada lauknya. Tinggal buah dan susu maka menu hari ini sudah menjadi empat sehat lima sempurna.

Nasi panas akan menjadi sangat nikmat ditemani dua pasangan ini. Modalnya? Saya hanya belanja Rp10.500. Ikannya 300gram cukup Rp6.000. Terongnya 5 buah Rp3.500. Kemudian beli kunyit buat ikannya Rp1.000.

Berhubung beras dan minyak goreng ada di dapur jadi tidak perlu beli lagi. Saya sudah makan siang. Kenyang. Bagaimana dengan menu makan siangmu?

Saya belum mandi, pengennya tidur siang tapi matahari hari ini terang. Jadi sebaiknya mandi baru deh tidur dengan kipas angin. Wuzzz...

17 Maret 2012

Mandi Air Merah

Beberapa minggu sebelumnya tiap hari Fahd makan malamnya ditemani telur ayam yang digoreng. Akibatnya? Tubuhnya gatal-gatal dan karena terus-menerus digaruk kulitnya jadi luka dan infeksi. Infeksinya mengeluarkan nanah. Sudah dikasih salap dan minum obat tak kunjung sembuh. Jurus terakhir dokter adalah memberikan bubuk obat untuk mandi. Setiap hari Fahd, adik saya yang berusia 6 tahun itu berendam air obat yang warnanya agak merah itu. Beberapa hari kemudian luka-luka tersebut mengering dan akhirnya benar-benar sembuh. Selain melarang Fahd untuk makan telur ayam terlalu sering, saya harus rajin mengecek kukunya. Jangan sampai terlalu panjang dan bisa melukai dirinya.

NB: Postingan dari e-mail ponsel karena tadi mati lampu. Jadi tidak update berita tentang Pontianak yang tadi pagi sudah saya tulis. Maklum numpang di jaringan wifi kantor buat online dari laptop.

16 Maret 2012

Pontianak Rusuh Pengalihan Isu?



Berdasarkan hasil reportase reporter Radio Volare, dikabarkan jika dua kubu yang sempat bertikai kemarin, antara FPI dan Dayak, telah berhasil didamaikan. Sehingga Pontianak bisa dikatakan aman meskipun jalanan masih sangat lengang dibandingkan biasanya. Banyak sekolah diliburkan. Termasuk sekolah Fahd sehingga saya harus membawanya bekerja.


Kemarin sore saya harus menempuh rute alternatif yang perjalanannya bisa dua kali lebih lama dari jalur yang biasa saya lewati menuju rumah. Damai sekali bisa melihat wajah Fahd yang sama sekali tidak resah. Meskipun dia terjebak macet bersama teman saya yang membantu menjemputnya, dia tidak tahu apa yang sedang terjadi di Kota Pontianak. Itu enaknya menjadi anak kecil. Banyak hal yang tidak terpikirkan oleh mereka sehingga mereka terlihat selalu bahagia.


Saat seperti ini, tidak ada kesempatan untuk dihinggapi rasa galau dan semacamnya. Rumah dan istirahat adalah dua hal yang hinggap dalam kepala saya. Banyak TNI yang diturunkan untuk menjaga keamanan di Jembatan Kapuas 1 agar tidak terjadi bentrokan yang membahayakan nyawa semua orang.


Tadi saat berangkat kerja saya melihat Rumah Adat Dayak, Rumah Betang, yang berada di Jalan Sutoyo terlihat dijaga beberapa polisi. Halamannya dipenuhi sampah dan tidak terlihat ramai lagi warga Dayak di sana. Hari Rabu saya sendiri sebenarnya sudah melihat keberadaan mereka yang meramaikan Rumah Betang. Saat itu yang ada di dalam kepala saya adalah mereka akan mengadakan acara gawai atau semacamnya dalam waktu dekat. Ternyata bukan.



Jalan utama sudah tidak ditutup lagi dan tidak terjadi kemacetan. Lebih banyak yang berada di rumah bersama keluarga dibandingkan melakukan aktivitas seperti biasa.


Kemudian kepingan mozaik dari kejadian yang saya lihat membentuk siluet. Siluet pemilihan pejabat negara dalam waktu dekat. Paling dekat lagi adalah kenaikan BBM. Benarkah ini hanya pengalihan isu? Karena apabila memang bentrokan akan terjadi, seharusnya sudah terjadi. Jembatan Kapuas 2 kan tidak ditutup dan bebas dilewati siapa saja. Mengapa dua kubu tersebut tidak menyeberanginya saja? Ah entahlah.


Sampai sekarang masih bertanya-tanya dana yang mereka gunakan untuk beroperasi dan meluaskan jaringan FPI itu dari mana. Apakah benar mereka sebenarnya 'boneka' negara? Saya tidak tahu apa-apa. Sama sekali tidak tahu. Tapi setiap kali ada seseorang yang sedang mengikuti jalannya sidang peradilan atau akan ada kebijakan yang berjalan, selalu ada hal-hal mengejutkan yang akan membuat kita lupa pada hal sebelumnya yang kita perjuangkan.

Beberapa hari yang lalu banyak yang demo soal kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi. Tagline yang mereka usung singkat saja, 'BBM naik, SBY turun'. Sehari kemudian terjadilah ketegangan antara FPI dan Dayak. Sebenarnya ada apa?


Saya hanya bisa menjalani apa yang saya tahu dan membiarkan saja apa yang saya tidak tahu. Tidak akan ada penghuni Istana Negara yang akan menjawab pertanyaan saya. Entahlah...

15 Maret 2012

Pontianak Rusuh?

Pontianak Rusuh?


Hari ini saya sangat cemas memikirkan adik saya. Fahd, yang baru menginjak usia tahun. Semua jalan utama yang ada di Pontianak macet total. Bahkan jembatan tol utama atau Jembatan Kapuas 1 dijaga ketat oleh polisi. Saya tidak bisa meninggalkan studio untuk menjemput adik saya karena sudah dipastikan saya akan ikut terjebak macet dan alih-alih menjemput adik saya, bisa-bisa saya tidak bisa kembali ke studio untuk melanjutkan siaran.

Untungnya ada teman saya yang berada di Jalan Imam Bonjol, yang jaraknya sekitar 10 menit ke tempat Fahd dititipkan, saya meminta tolong padanya untuk menjemput adik saya. Berarti sekarang adik saya aman. Saya hanya memikirkan jalan mana yang harus saya ambil untuk pulang. Bisa jadi rute yang agak jauh, menembus Jalan Perdana, nyelip ke Jalan Sepakat Dua Untan, nembus Parit Haji Husin Dua, terus tinggal pilih mau terus ke Sei Raya Dalam atau langsung ke Jalan Ahmad Yani. Baru deh tiba di Parit Haji Husin I.

Pontianak, tiba-tiba menjadi sedikit menggentarkan keberanian saya. Saya jadi ingat tahun 1999 ketika saya masih duduk di bangku SMP. Waktu itu ada kerusuhan dua etnis yang menyebabkan libur mendadak beberapa bulan. Selama beberapa waktu saya melihat tubuh dan kepala bergelimpangan. Saat itu usia saya masih sangat muda. Tapi sejarah kelam tanah kelahiran saya membentuk sebuah trauma yang sampai sekarang tidak akan pernah saya lupakan.

Tugu Ketupat berdarah yang berdiri di tahun yang sama, 1999, membuat sebuah sejarah yang tidak akan pernah terhapuskan di tanah yang berdarah itu. Keluarga yang ditinggalkan. Rumah yang dibakar. Penduduk yang diusir secara paksa atau nyawa taruhannya.

Saya sekarang masih di studio Radio Volare dan melanjutkan siaran. Masih bingung bagaimana menuju jalan pulang karena kabarnya jalan utama menuju ke sana masih macet total. Sampai kapan FPI dan warga akan bersitegang? Saya tidak tahu sampai kapan. Saya baru tahu di Pontianak ada FPI karena sebelumnya mereka tidak memunculkan dirinya secara nyata.

Doakan saya baik-baik saja ya?

14 Maret 2012

#29 Buat Jodohku

#29 Buat Jodohku



Assalamualaikum
Jodohku tersayang di mana pun kamu berada detik kemarin, sekarang, dan esok hari. Bagaimana keadaanmu di sana? Masihkah tanganmu kosong dan tak menggenggam tangan perempuan mana pun atau kamu masih bertemu perempuan yang salah? Perempuan yang tak akan menjadi siapa-siapa di dalam kehidupanmu selain mantan kekasih hati? Sama sepertiku yang membuang beberapa waktu di dalam kehidupanku untuk menghasilkan sesuatu yang disebut banyak orang dengan satu kata, 'kenangan'.

Tumblr_m0v8xrj5my1rr37nuo1_500_large

Banyak yang terjadi akhir-akhir ini. Kamu bukanlah seseorang yang hadir Desember kemarin ternyata, bukan pula yang akhir Februari lalu. Maret ini bertemu lagi dengan seseorang. Apakah itu kamu? Aku bingung. Tapi aku tidak galau. Aku masih menyimpan kepercayaan itu. Bahwa kamu wujud di dunia ini. Sudah banyak yang datang dan pergi. Kemudian kehidupan tetap harus berjalan kembali seperti yang seharusnya. Bukankah kehidupan yang isinya senang saja atau sedih saja tak ubah layaknya kertas dengan satu warna. Apa indahnya?

429685_2705894060389_1647920253_1860696_924092478_n_large
Kehidupan yang aku jalani seakan butuh rutinitas yang baru. Sesuatu yang belum pernah aku tahu atau belum pelajari sebelumnya. Masih banyak ilmu yang ingin aku simpan di memori kepala ini. Harddisk yang diciptakan Tuhan ini adalah benda yang paling sempurna dibandingkan yang ada di toko komputer mana pun. Jadi, saatnya mengisi kembali ruang kosong di sana. Dengan hal-hal baru, kenangan-kenangan baru, orang-orang baru.

we♥it ™
Aku selalu percaya, suatu hari kamu akan tersudut ke blog ini. Membaca semua surat yang telah aku tuliskan untukmu. Apakah kamu membangun hal yang sama dengan yang aku lakukan sekarang. Aku banyak sekali bercerita padamu, bercerita tentang hidupku. Inginku suatu hari, bukan kamu yang tahu tentang aku. Tapi aku yang akan mendengarkan suara jernihmu dengan semua hari yang kamu lewati tanpa diriku.

Tumblr_m0v8qzfv2l1rrrvzfo1_500_large
Beberapa waktu ini suka dengar orang mengatakan: “Tidak mungkin seorang Hani tidak punya kekasih atau belum menikah.” Harus diakui memang teman-temanku sudah memiliki suami dan punya anak. Sayangnya parameter yang aku gunakan dan mereka gunakan berbeda. Hidupku tidak lantas menjadi menyebalkan hanya karena aku jomblo atau tidak punya suami dan momongan bukan. Hidup bukan hanya soal menikah. Toh seandainya aku hanya punya satu tahun waktu untuk hidup di dunia ini, tidak masalah tidak sempat melakukan ibadah terbesar di dunia ini. Berarti memang itulah jalan yang Tuhan pilihkan di lembaran buku kehidupanku di tangan-Nya.

428246_2705897900485_1647920253_1860723_1840957933_n_large

Sendirian tanpa pacar atau suami sekarang tidak lagi menjadi masalah besar buatku. Ketika mengingat semua orang yang meninggalkanku, itu seakan menjadi cemeti yang akan menguatkan langkahku, memberikan semangat luar biasa untuk terus bergerak maju dan meneriakkan: “Suatu hari, kalian akan sangat menyesal telah meninggalkanku.”

417682_2705899500525_1647920253_1860734_1045459784_n_large
Tapi bukan lantas aku menyesal kehilangan mereka. Di satu titik akhirnya aku sadar satu hal bahwa mereka memang tidak selayak itu untuk menjadi seseorang yang aku pilih menjadi pelabuhan terakhir. Untuk menjadi kamu. Aku yakin kamu masih ada di situ. Menunggu perputaran orbit yang akan mempertemukan kita, berdua. Bersama selamanya.

5243328743_36c8c5a600_z_large

Suatu hari akan ada detik Tuhan akan membiarkan hujan menjadi saksi setiap dansa yang kita lakukan di balik tirai jendela. Bahkan kecupan akan menjadi bunga yang menghiasi hubungan kita berdua. Setiap malam aku akan mendengar dengkuranmu dan ketika pagi menjelang kamu tak akan pernah lupa untuk mendaratkan pelukan untukku.

Aku akan sangat menyesal apabila suatu hari kita bertemu, aku berstatus unavailable. Inginku, selama aku menunggu, aku tak memiliki siapa pun di sisiku. Cukuplah menyiapkan hati untuk mencintaimu. Selamanya. Sehingga hari ini, aku mengambil jalan yang bisa jadi melukai beberapa orang yang mendekatiku. Aku 'available' tapi buat menikah bukan menjadi kekasih yang akan disimpan tanpa tahu deadline pernikahannya kapan.

56411151295427caf1f4b_large

Aku ingin menjawab pertanyaan semua orang yang datang di dalam hidupku dengan satu jawaban: “I am available.” Alangkah menyenangkannya bisa menjawab segamblang itu. Bisa jadi suatu hari kamu yang akan datang dan menanyakan pertanyaan yang sama untukku. Tapi ingat, aku tidak menerima kekasih lagi, aku sudah mencari pasangan hidup untuk seumur hidupku. Terlalu sayang membuang waktu bersama orang yang tidak memberikan kepastian bukan. Lebih baik mengistirahatkan hati dan diri sendiri. Masih banyak hal di dunia ini yang bisa dimiliki. Setidaknya masih ada hari ini.

Tumblr_m0579s02s91qf4k86o1_500_large
Sambil siaran nih nulisnya, jadi kurang konsentrasi. Sampai ketemu di surat selanjutnya ya.

Jodohmu