Slot Iklan
Saya sudah membuat slot iklan (sticky post) buat blog saya, bagaimana dengan blog kamu?

>>>> Selengkapnya klik di sini<<<<<




Sabtu, 25 Februari 2012

Dari Balik Hati Senja [Bagian 4]



Cerita sebelumnya.

Senja menatap sosok Sandy dari kejauhan. Dia memutar langkahnya ke jalur yang tidak biasa ia lewati. Saat ini, minimal detik ini, Senja merasa butuh waktu yang lebih panjang untuk tidak bertemu dengan Sandy. Dia tidak tahu harus bersikap seperti apa.

“Nja, Senja!”

Senja menoleh ke belakang dan menemukan sosok Nugrah. Sosok yang sekarang juga tak ingin ia temui. Tidak bisakah setiap cowok yang tidak ia inginkan jangan muncul di depannya.

384724_301426863225522_144860508882159_1029579_406054356_n_large

“Aku menyesal. Aku ingin kembali kayak dulu lagi.”

“Tidak ada yang bisa kembali kayak dulu lagi Nu. Tidak ada. Bisakah setiap orang di dunia ini jangan mencariku?”
403095_355662321135309_144860508882159_1175518_1788296965_n_large
Sandy yang sejak tadi mencari Senja menemukan dua sosok yang sangat dikenalnya. Setengah berlari ia menyusul Senja dan Nugrah.

“Ada apa Nja?” Sandy menatap gadis yang terlihat kesal itu.

“Aku mau pulang. Antar aku pulang.”

“Aku saja…” Nugrah menawarkan bantuan.

Complicated-5b3a6d111ab90d6f34899b9b42e09aad_h_large

“Aku tidak ingin bertemu lagi denganmu.” Senja menepuk dada Nugrah perlahan. Menyisakan senyuman dingin yang tak mampu Nugrah terjemahkan.

***
Senja menghempaskan tubuhnya ke ranjang Sandy. Sahabatnya itu menghilang ke dapur mengambilkannya minuman. Beberapa menit kemudian membawa dua gelas minuman dingin di tangannya. Meletakkan semuanya di atas meja dan membiarkan kebisuan melanda mereka berdua.

“Jadi mengapa orang tuamu memintaku datang ke sini?”

“Tanya sendiri saja, mereka ada di ruang tamu sekarang.”

“Jangan bohong, jangan main-main lagi, dan jangan cium aku lagi.”

“Aku serius, bahkan ketika aku menciummu.”

Senja merasa detak jantungnya berhenti mendengar ucapan Sandy. Buru-buru ia menyambar tasnya dan berlari turun melalui tangga. Langkahnya melambat di ruang tamu. Sudah ada orang tua Sandy di sana. Seorang lelaki menatapnya dari ujung kaki hingga ujung rambut. Gadis itu mengibaskan rambutnya dengan cuek.

“Sandy bilang Senja harus bertemu dengan Om sama Tante, ada apa ya?”

“Jun, ini Senja. Senja ini Jun.”

Senja bingung diperkenalkan dengan seorang laki-laki asing di rumah Sandy. Apa artinya? Senja menatap ke atas tangga dan melihat wajah sendu Sandy. Ada yang tidak dikatakannya. Dia menyembunyikan sesuatu.

Sandy menghembuskan napas berat melihat laki-laki yang di ruang tamu itu tersenyum pada Senja. Tidak butuh lama untuk laki-laki mana pun menyukai Senja. Dia sendiri bahkan jatuh cinta sejak kecil padanya. Sekarang dia berada di persimpangan yang sangat membingungkan. Kedua orang tuanya malah ingin membuat Senja dekat dengan anak teman ayahnya. Bukankah mereka juga punya anak laki-laki yang bisa mencintai Senja lebih baik dari siapa pun.

***

Tengah malam, Senja menyelinap ke balkon kamar Sandy. Ia mendengar tangisan di seberang sana. Bahkan ia merasakan dadanya sendiri sesak. Ia tidak tahu harus bersedih karena apa, tapi di dalam dadanya rasanya ada yang menekan hingga ia sendiri kesakitan. Sumbernya apakah di sana? Apakah Sandy penyebabnya?

Perlahan ia memutar pegangan pintu. Ia gagal membukanya. Tentu saja ia gagal, siapa yang akan membiarkan pintu terbuka tengah malam begini. Ia ingin kembali tapi ia juga ingin tahu ada apa dengan Sandy.

“Senja…”

Senja melihat mata Sandy basah, pipinya juga basah.

“Ada apa San? Mengapa menangis?”

Senja langsung memeluknya erat-erat. Beberapa menit mereka hanya tenggelam dalam diam. Senja tak pernah melihatnya menangis seperti ini sebelumnya. Tidak bahkan waktu kecil sekalipun. Tangan gadis itu membelai kepala Sandy perlahan.

“Kamu tahu tidak tanggal lahir kita bisa sama disebabkan karena apa?”

“Ada apa San? Ada apa sih? Ada apa dengan tanggal lahir kita?”

“Kita kembar Nja, kembar. Kita saudara kembar.”

“Tidak mungkin, orang tua kita beda San.”

Sandy menggelengkan kepalanya.

“Orang tuaku adalah orang tuamu. Mereka tadi sore memperlihatkan semuanya padaku. Orang tuamu yang memohon untuk memilikimu dulu. Mereka tidak akan pernah memiliki anak karena Tante Putri tidak punya rahim lagi. Kita saudara kandung Nja.”

“Mustahil.”

Sekarang giliran mata Senja yang basah.

8 komentar:

  1. yahhhh, mereka ga jadiann dong... akhirnya pgen mrka bersatu :)

    BalasHapus
  2. jadi mereka satu darah, ga bisa bersatu sebagai pasangan dong. Lalu Jenny bagaimana?
    masih bersambung ya mba?

    BalasHapus
  3. okee..aku nggak tau kalo kamu suka cerita kayak gini..guess i'll keep on reading then..
    (._.)

    BalasHapus
  4. ternyata ee ternyata kita saudara kembarr.
    hiks...

    BalasHapus

Silakan tinggalkan komentar di sini. Semua komentar yang masuk tidak melalui seleksi apa pun. Postingan ini bisa dibagi kepada teman facebook dan twitter dengan menekan tombol share di bagian atas postingan. Saya mohon maaf apabila terlambat membalas komentar dan mengunjungi blog sahabat. Terima kasih untuk tidak menjadi spammer (admin: Honeylizious[Rohani Syawaliah]).