Langsung ke konten utama

Dari Balik Hati Senja [Bagian 1]


Hai… hai… tiba-tiba niat bikin fiksi lagi. Semoga kisah yang ini menyenangkan. Ceritanya masih belum jelas mau dibawa ke mana, saya menulis mengalir. Ini masih fresh from the oven.



Tumblr_lypc55e8x41rotcdfo1_500_large

Senja melilit tubuhnya dengan handuk setelah setengah jam menyiram tubuhnya dengan air yang dingin. Dia berusaha menghapus sisa kenangan semalam yang akan menjadi sejarah panjang kelangsungan hidupnya. Nugrah meminta hubungan mereka berakhir. Begitu saja. Alasannya? Karena Senja mengetahui semua kebohongannya. Padahal kenyataannya lebih masuk akal untuk diceritakan.

Nugrah terlalu mencintai pekerjaannya sehingga tidak punya waktu luang untuk Senja. Tapi selalu saja beralasan pergi keluar kota karena dapat tugas dari kantor. Padahal sejujurnya, dia tenggelam di kantornya setiap malam karena lembur. Tidak enak hati untuk mengatakan bahwa dia absen mengapel sang pujaan hati demi memenuhi kepuasannya untuk bekerja.

 Alone-dress-girl-lonely-pretty-favim.com-213722_large
Senja mengambil handuk kecil dan mengeringkan rambut panjangnya yang hitam dan bergelombang. Matanya tidak berair. Tidak sama sekali. Dia bahkan tersenyum saat Nugrah memeluknya untuk yang terakhir kali. Dia sedih tapi disaat yang sama merasa lega tidak perlu menerima sedemikian banyak kebohongan lagi.

Sudah banyak cinta yang meninggalkan Senja tapi kali ini yang paling tidak menyakitkan. Bukan karena Senja tak mencintainya. Dia sangat mencintai Nugrah. Dari semua cinta yang pernah hadir dalam hidupnya dia merasa Nugrah akan menjadi pelabuhan terakhirnya. Ternyata dia salah. Bahkan dia terlampau salah berpikir untuk merajut masa depannya bersama laki-laki itu. Nugrah bukanlah pria beruntung itu. Meskipun Senja harus mengakui baru kali ini dia bertemu dengan seseorang yang 99% memenuhi criteria yang dia inginkan menjadi kekasihnya. Suami juga. Ternyata 1% itu yang membuat hubungan itu harus berakhir.

 420722_3347385652940_1517773749_3046702_2012332458_n_large
“Senja…”

Sandy muncul di depan pintu kamarnya dengan sebuah bungkusan.

“Bisa ketuk pintu dulu sebelum masuk?”

“Pintunya tidak terkunci.”

“Bukan berarti kamu boleh masuk seenaknya. Ini kamar perempuan Sandy. Kamu tuh cowok.”

“Sama saja kali, sudah berapa lama sih kita kenal?”

“Lama sekali dan harusnya kamu mengerti bahwa kamu cowok dan aku cewek.”

Sandy tak peduli dengan wajah Senja yang terlihat cemberut.

“Aku tahu kamu lagi tidak ingin bicara dengan siapa pun. Tapi aku bawain makanan kesukaan kamu.”

“Minimal kamu bisa berikan ruang untukku mengenakan pakaian?”

Sandy meletakkan bungkusan yang dia bawa dan beringsut keluar sambil mengangkat kedua tangannya.

***
418240_3272930739182_1144818213_4414488_506873460_n_large

Senja telah merapikan rambut panjangnya. Membiarkannya tergerai. Ia mengenakan kaos pink dan celana pendek yang biasa dia kenakan di rumah. Gadis itu membuka bungkusan yang dibawakan Sandy. Sejenak dia menyesal telah bersikap ketus pada Sandy. Ia segera berlari menuruni tangga dan keluar dari rumahnya. Sejenak dia tertegun di depan pagar. Matanya menatap dua sosok yang berada di halaman rumah Sandy yang tepat bersebelahan dengan rumahnya sendiri. Sandy tak sendirian di bangku taman, ada Jenny di sana.

 Tumblr_lyfgu8tgcq1qan7xfo1_400_large
Bukan waktu yang tepat untuk datang ke sana tapi Sandy terlanjur melihat keberadaannya. Tangan sahabatnya itu melambai dan membuat langkahnya yang tadi terhenti harus dia lanjutkan kembali.

“Aku mau pergi ke toko buku sebenarnya.” Senja berbohong dengan wajahnya yang sama sekali tak bisa menyembunyikannya.

“Toko buku? Kebetulan, Sandy juga mengajakku ke sana. Kita bisa pergi bertiga kalau kamu tidak keberatan.” Jenny menyambar begitu saja.

Art-beautiful-black-black-and-white-blonde-favim.com-305341_large

Sandy tersenyum mengejek. Dia tahu Senja berbohong dan hanya menghindari percakapan yang lain dengan Jenny. Celana belel yang dia kenakan bukanlah celana yang sering Senja kenakan untuk ke toko buku. Itu celana kebangsaan yang ia kenakan untuk nongkrong di rumahnya. Dari mata Senja dia bisa membaca betapa sahabatnya itu ingin meledak. Sandy menebak Senja akan tambah marah padanya sepulang dari toko buku. Senja menggigit bibirnya. Sekarang dia terperangkap di antara sahabatnya dan pacar sahabatnya. Posisi yang selalu dia hindari dan hari ini dia terperosok tanpa tahu caranya untuk keluar.

Bersambung....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan