Langsung ke konten utama

Rabun Verifikasi



Ayo siapa yang tidak sadar mengaktifkan verifikasi komentar untuk blognya? Atau malahan memang sengaja menggunakan verifikasi dengan alasan untuk menjaring spammer? Jangan bilang juga jika anda mengaktifkan verifikasi untuk menghalangi saya komentar karena memang ada satu blog yang saya yakin sengaja menggunakan verifikasi untuk menghalangi saya komentar di tiap postingannya. Sayangnya itu tidak menghalangi saya. Saya tetap komentar kok di blog itu. Tapi kenapa sekarang blognya hiatus? Apakah pindah ke blog baru agar saya tidak mengganggu?

Oh abaikan pembukaan ini.

Saya suka kesal ketika harus tersangkut di bagian verifikasi ketika akan memberikan komentar di sebuah postingan. Bahkan ada yang verifikasinya tiga tingkat. Gila kan? Oke, saya tahu itu tidak gila, tapi apakah memang sedemikian mestinya menggunakan verifikasi dalam kotak komentar?

Hello Hani, blog, blog aku, suka-suka aku dong…

Baiklah memang hak tiap orang untuk menggunakan verifikasi komentar di blognya. Saya tidak melarang. Nah, lain cerita apabila verifikasi itu tidak disadari sang blogger terdapat di blognya.

Buat yang menggunakan dengan sengaja untuk menjaring penebar komentar ‘sampah’ yang sama sekali tidak ada kaitan dengan postingan di blog tersebut jangan takut, baik blogger maupun wordpress kan sudah bisa menjaring komentar yang seperti itu. Kalaupun ada yang lolos, itu tetap jarang. Malahan ada beberapa komentar yang bukan ‘sampah’ ikutan masuk ke kotak ‘spam’.

Berhubung saya pengguna blogger, saya ingin berbagi informasi cara menghilangkan verifikasi di kotak komentar blog kita. Sebab memang tidak sedikit blogger yang tidak tahu ada verifikasi di blognya. Saya sering kali terkendala di verifikasi komentar saat sudah capek-capek mengetik panjang lebar, bahkan pernah 10 kali verifikasi saya gagal, padahal sangat ingin meninggalkan komentar di sana. Saya akui saya rabun verifikasi. Saya gagal membaca verifikasi yang diberikan dengan benar. Ujung-ujungnya, saya harus mengalah dan tidak jadi memberikan komentar. Jadilah silent reader.

Saat kita membuka dashboard blogger yang baru memang saya pun tidak menemukan bagian setelan verifikasi komentar ini. Entah dashboard saya saja yang demikian atau yang lainnya mengalami hal yang sama, saya tidak tahu, tapi ada beberapa orang yang sama dengan saya. Jadi kita harus mengembalikan dashboard ke tampilan lama. Bingung? Klik saja bulatan kanan dan pilih ‘antarmuka blogger lawas’.



Kemudian pilih ‘setelan’. Setelah itu ke bagian ‘komentar’. 


Gerakkan ke bawah untuk menemukan ‘tampilkan verifikasi kata untuk komentar’? silakan pilih tidak untuk menon-aktifkannya. Lalu simpan setelan tersebut.



Selesai. Mudah kan?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan