Langsung ke konten utama

Mengunggah Gambar ke Blog



Pernah suatu hari saya tidak menyiapkan banyak postingan yang tinggal diunggah ke blog. Padahal draft penuh, sayangnya belum diedit. Menjaga blog agar selalu update setiap hari adalah komitmen yang ingin saya pegang, kecuali saya benar-benar sakit dan butuh istirahat. Saya akan menjauhi internet.
Sumber gambar dari sini.

Beberapa hari sebelumnya, saya sehat tapi tidak bisa masuk kerja dan membuat postingan seperti biasa. Fahd yang pulang sekolah muntah-muntah harus dijaga dengan baik agar tidak semakin parah sakitnya. Sekarang sudah sehat kembali dan beraktivitas seperti biasa. Tapi blog saya tiga hari terbengkalai karena memang saya tidak memasang internet di rumah dan modem sudah saya pensiunkan. Saya lebih suka internetan di kantor dengan jaringan yang bagus dan saya bisa punya banyak waktu untuk istirahat di rumah. Palingan saya ngetwit dengan ponsel sambil berbaring jika tetap ingin update dengan berita.

So, apa kabar blog saya?

Gambar dari sini.

Saya hanya menyiapkan dua postingan cadangan yang ternyata tidak mencukupi kebutuhan blog saya di hari ketiga. Baiklah, saya memang sudah mengaktifkan postingan via e-mail di blog saya. Sebelumnya saya pernah membuat postingan dari ponsel jadul saya. Berhasil. Tapi tidak ada gambarnya. Hari senin kemarin iseng, mencoba mengirim gambar dan sedikit tulisan dari e-mail ponsel dan mengirim ke alamat pengunggahan postingan via e-mail. Ternyata berhasil. Gambarnya masuk dengan sempurna. Tulisannya juga.

Jadi sekarang saya punya alternatif ketika tidak memiliki waktu buat memosting. Mengetik dengan keypad ponsel melelahkan, lebih baik saya membuat tulisan pendek dan mengunggah foto ke sana. Tidak butuh waktu 5 menit untuk melakukannya.

Gambar dari sini.

Fungsi ini mirip dengan unggah foto via e-mail yang disediakan oleh facebook ya? Mana duluan yang ada? Saya tidak tahu juga. Apakah ada yang meniru di antara mereka? Tidak menjadi masalah sih, yang penting peniruannya bermanfaat buat kita semua.

Saya sudah mengaktifkan alamat e-mail buat memosting tulisan ke blog milik saya, bagaimana dengan kamu? Pengen tahu caranya? Besok saya bagikan postingannya. Makanya, mampir terus ke sini ya?


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan