Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2012

Mau ke Pulau Randayan?

Gambar dari sini . Banyak sekali orang yang membuat daftar impiannya, satu nomor berisikan keinginan untuk keliling dunia. Itu normal. Rata-rata ingin mengelilingi dunia kok. Yah, hidup kan cuma sekali, sayang dong tidak bepergian ke berbagai tempat selama kita bisa. Pulau Randayan. Gambar dari sini . Semuanya pasti tahu dong, Hani tinggal di mana. Kalimantan Barat pastinya, tepatnya di Pontianak. Meskipun saya lahir dan membesar di Kalimantan Barat bukan berarti semua tempat sudah saya datangi. Pulau Randayan. Gambar dari sini .  Ada satu tempat yang ingin saya datangi secepatnya. Tidak jauh dari Pontianak. Tempat wisata bernama Pulau Randayan.  Pulau Randayan. Gambar dari sini . Tapi saya tidak ingin datang sendirian ke sana karena saya ingin Pulau Randayan menjadi saksi pernikahan saya. Sekali dan untuk selamanya. Saya berharap saya berbulan madu di sana. Dekat dan tempatnya menyenangkan. Pulau Randayan. Gambar dari sini . Siapa bilang

#28 Surat Pertama Tahun 2012

Assalamualaikum Dear Jodohku Gambar dari sini . Lama tak menulis surat untukmu bukan berarti aku tak mencintaimu. Aku masih mencintaimu karena kita jodoh bukan? Walaupun kamu tak tahu siapa jodohmu sekarang dan begitu juga aku masih tak tahu siapa kamu.   Banyak hal yang terjadi. Hari-hari terus berlalu dan sekian lama pula aku tak menuliskan surat untukmu. So, bagaimana kabarmu? Gambar dari sini . Beberapa bulan terakhir ini berat badanku turun. Aku memang tak menimbangnya tapi aku tahu, aku semakin terlihat kurus. Kamu mungkin belum tahu beban hidup yang harus aku jalani sekarang. Banyak yang harus diselesaikan dan aku benar-benar kelelahan. Gambar dari sini . Padahal tahun ini aku berharap sudah bertemu denganmu. Menikah dan berada di rumah impian kita selama ini. Kamu bekerja, aku di rumah, kamu pulang, kita makan bareng, hal sederhana yang begitu aku impikan. Melihat wajahmu yang masih terlelap di bantal ketika aku membuka mata. Beber

PrtSc SysRq dan ScreenSnap: Pemotret Layar Komputer dan Ponsel

Dulu suka iri melihat orang bisa mengunggah gambar layar komputernya yang berisikan informasi mendukung tulisannya. Sekarang sih sudah tahu caranya. Siapkan aplikasi ‘paint’. Kalau bingung di mana letak aplikasinya, bisa dicari di sini. Tinggal tekan “PrtSc SysRq” setelah layar menampilkan gambar yang ingin kita. Gambar dari sini . Buka aplikasi ‘paint’ dan “control + V” di “paint”. Kemudian ‘save’. Bisa disimpan dalam berbagai model. Bisa JPG atau PNG. Semuanya terserah kita. Apabila sudah disimpan, gambar siap digunakan untuk apa saja. Tapi bagaimana jika kita ingin memotret layar ponsel kita? Apa yang ditampilkan di sana. Misalnya tidak bisa menunggu lagi? Harus segera. Butuh cepat istilahnya. Gambar dari sini . Ponsel saya, nokia 6120 Classic, memiliki aplikasi ‘ScreenSnap’ yang bisa digunakan untuk memotret. Aplikasi ini bisa didapatkan  tanpa perlu membayar sepeser pun alias gratis. Klik di sini untuk mendownload (Symbian

Cara Mengunggah Gambar ke Blog Melalui Ponsel

Sebelumnya saya sudah membuktikan keberhasilan saya mengunggah gambar ke blog melalui ponsel saya. Ponsel jaman dulu, yang sudah empat tahun menemani saya. Nokia 6120 Classic. Untuk mengunggah foto melalui opera mini ke blog bukanlah hal yang mudah dari ponsel saya. Kecuali mengunggah foto ke facebook, twitpic, atau photobucket, dari opera mini ponsel saya lumayan nyaman. Sewaktu saya membuka pengaturan di dashboard saya menemukan pengaturan yang memungkinkan kita untuk mengirim postingan dalam bentuk e-mail. Jadi blog setiap blog kita punya alamat e-mail rahasia yang sebaiknya tidak dibagikan kepada siapa pun sehingga blog kita tidak berisi informasi yang tidak benar atau diisi hal-hal yang tidak pantas oleh orang lain. Langkah-langkah yang harus dilakukan ketika kita ingin mengunggah gambar ke blog sebagai berikut. 1.       Aktifkan e-mail di ponsel Mengaktifkan e-mail di ponsel sebenarnya banyak manfaatnya. Kita bisa mengirim e-mail untuk orang lain dengan lebi

Mengunggah Gambar ke Blog

Pernah suatu hari saya tidak menyiapkan banyak postingan yang tinggal diunggah ke blog. Padahal draft penuh, sayangnya belum diedit. Menjaga blog agar selalu update setiap hari adalah komitmen yang ingin saya pegang, kecuali saya benar-benar sakit dan butuh istirahat. Saya akan menjauhi internet. Sumber gambar dari sini . Beberapa hari sebelumnya, saya sehat tapi tidak bisa masuk kerja dan membuat postingan seperti biasa. Fahd yang pulang sekolah muntah-muntah harus dijaga dengan baik agar tidak semakin parah sakitnya. Sekarang sudah sehat kembali dan beraktivitas seperti biasa. Tapi blog saya tiga hari terbengkalai karena memang saya tidak memasang internet di rumah dan modem sudah saya pensiunkan. Saya lebih suka internetan di kantor dengan jaringan yang bagus dan saya bisa punya banyak waktu untuk istirahat di rumah. Palingan saya ngetwit dengan ponsel sambil berbaring jika tetap ingin update dengan berita. So, apa kabar blog saya? Gambar dari sini . Saya h

Rabun Verifikasi

Ayo siapa yang tidak sadar mengaktifkan verifikasi komentar untuk blognya? Atau malahan memang sengaja menggunakan verifikasi dengan alasan untuk menjaring spammer? Jangan bilang juga jika anda mengaktifkan verifikasi untuk menghalangi saya komentar karena memang ada satu blog yang saya yakin sengaja menggunakan verifikasi untuk menghalangi saya komentar di tiap postingannya. Sayangnya itu tidak menghalangi saya. Saya tetap komentar kok di blog itu. Tapi kenapa sekarang blognya hiatus? Apakah pindah ke blog baru agar saya tidak mengganggu? Oh abaikan pembukaan ini. Saya suka kesal ketika harus tersangkut di bagian verifikasi ketika akan memberikan komentar di sebuah postingan. Bahkan ada yang verifikasinya tiga tingkat. Gila kan? Oke, saya tahu itu tidak gila, tapi apakah memang sedemikian mestinya menggunakan verifikasi dalam kotak komentar? Hello Hani, blog, blog aku, suka-suka aku dong… Baiklah memang hak tiap orang untuk menggunakan verifikasi komentar di blogny

Bukik Bertanya: Berlayar Menuju Pelabuhan (Bagian 2)

Cerita sebelumnya... Saya mencintai diri saya, sangat, hingga hari ini karena kekuatan yang tak pernah padam. Saya selalu berhasil menjalani kehidupan yang harus saya perankan. Ketika saya dituntut untuk tertawa, saya bisa meskipun di dalam hati saya sedang menangis meraung-raung. Ketabahan tanpa henti yang mengakar di dalam diri saya juga membuat saya tidak takut dengan cobaan apa pun. Saya pantang menyerah, meskipun sempat putus asa terkadang, setelah puas menangis, saya akan bangkit lagi dan mencoba lagi hingga benar-benar berada di titik kegagalan. Satu hal yang paling saya hargai dalam keluarga adalah besarnya rasa belas kasihan terhadap sesama. Tidak ragu untuk berbagi dengan orang yang membutuhkan meskipun sebenarnya keluarga saya bukanlah keluarga yang berada. Saya selalu diajarkan untuk rutin bersedekah. Apabila rezeki sedang sedikit, bersedekah sedikit, rezeki sedang banyak bersedekah yang banyak. Terkadang kita suka membandingkan kehidupan kita dengan orang lai

Bukik Bertanya: Berlayar Menuju Pelabuhan (Bagian 1)

Sebelumnya saya ingin mengabarkan bahwa saya batal menonton teater Musuh Politik yang ingin saya tonton. Alasannya? Ada beberapa alasan yang tidak bisa saya ceritakan. Saya mohon maaf apabila ada teman-teman yang penasaran dengan cerita Musuh Politik tapi tidak bisa saya posting di sini. Saya ingin sekali tapi saya memang tidak bisa mendatangi Taman Budaya buat menyaksikannya. Postingan ini adalah semua jawaban dari pertanyaan yang diajukan oleh Om Bukik pada saya. Ada delapan pertanyaan tapi di postingan yang ini saya baru menjawab tiga pertanyaan agar postingan ini tidak menjadi terlampau panjang. Besok akan saya lanjutkan dengan bagian berikutnya. Selamat menikmati. Siapa saya? Siapa nama saya? Apa saja nama saya? Cerita di balik semua nama itu? Saya? Ya saya. Baiklah abaikan kata-kata saya barusan. Saya sekarang dikenal di lingkungan sekarang sebagai Hani, kependekan dari nama saya Rohani Syawaliah. Ada yang berbaik hati pula mengingat nama saya se

Merajut Jembatan Pelangi [Bagian 25]

Cerita sebelumnya Bagian 1. Cerita sebelumnya Bagian 2. Cerita sebelumnya Bagian 3. Cerita sebelumnya Bagian 4. Cerita sebelumnya Bagian 5. Cerita sebelumnya Bagian 6. Cerita sebelumnya Bagian 7. Cerita sebelumnya Bagian 8. Cerita sebelumnya Bagian 9. Cerita sebelumnya Bagian 10. Cerita sebelumnya Bagian 11. Cerita sebelumnya Bagian 12. Cerita sebelumnya Bagian 13. Cerita sebelumnya Bagian 14. Cerita sebelumnya Bagian 15.   Cerita sebelumnya Bagian 16.   Cerita sebelumnya Bagian 17.   Cerita sebelumnya Bagian 18.   Cerita sebelumnya Bagian 19.   Cerita sebelumnya Bagian 20.   Cerita sebelumnya Bagian 21.   Cerita sebelumnya Bagian 22.   Cerita sebelumnya Bagian 23.   Cerita sebelumnya Bagian 24.     Kucoba untuk melawan hati              Tapi hampa terasa di sini tanpamu             Bagiku semua sangat berarti lagi             Kuingin kau di sini             Tepiskan sepiku bersamamu              Takkan pernah ada yang