13 Desember 2011

Ini Rahasiaku, Apa Rahasiamu?


Ini siapa yang mulai lagi pe-er berantai seperti ini? Padahal maunya ngedumel saja di postingan ini karena kemarin saya dikacangin pengemis. Sebel! Nanti akan saya ceritakan dipostingan berikutnya saja ya? Soalnya akan sangat panjang ceritanya.
 Miss Bone Emoticons 5
Main tukaran 5 rahasia ya? Padahal ingin saya simpan saja rahasia-rahasia ini sehingga menjadi sejarah suatu hari nanti. Ada apa dengan rahasia saya? Baiklah langsung saja ya!

1.      Tindikan
Semuanya tahu kan perempuan pasti ada tindikan di telinganya. Tapi normalnya adalah sepasang tindikan. Satu di kiri, satu di kanan. Tidak lebih dari itu. Tapi tidak dengan telinga kiri saya. Ada tiga atau empat tindikan di sana. Saya lupa pernah menindiknya berapa kali dan sudah berapa anting-anting yang melekat di sana. seiring berjalannya waktu saya tidak menghiasi telinga saya dengan anting yang kemudian menyebabkan satu demi satu lubang tindikan tersebut mengatup dan menyisakan dua di kiri dan satu di kanan.
 Miss Bone Emoticons 16
Jangan sangka saya melakukannya karena ingin disebut sebagai anak bandel karena waktu SMP teman saya rata-rata punya tindikan lebih dari sepasang dan itu sangat normal. Ibu saya juga sama sekali tidak pernah mempermasalahkan banyaknya tindikan di telinga kiri saya.
 Miss Bone Emoticons 19
Cara menindiknya? Gampang, dengan peniti yang ditusukkan pada kuping yang telah didinginkan dengan es batu. Primitif sekali ya? Namanya juga anak-anak usia 13 tahun. Saya tidak menganggap itu salah tapi saya juga tidak memamerkannya pada siapa pun. Makanya di sini saya juga tidak akan memperlihatkan gambarnya.
 Miss Bone Emoticons 71
Itu yang pertama, bagaimana dengan yang kedua?

Markijut, mari kita lanjut!

2.      Tanda lahir
Siapa yang tidak punya tanda lahir? Ayo angkat tangan. Waktu pembagian tanda lahir kalian ke mana? Kok bisa-bisanya tak punya tanda lahir? Muehehehe.. saya hanya bercanda kok. Tidak ada maksud lebih.
 Miss Bone Emoticons 101
Saat saya masih dalam kandungan, nenek saya pernah cerita, ada gerhana matahari dan seharusnya setiap wanita hamil tidak boleh melihat gerhana tersebut. Kenapa eh kenapa? Menurut kepercayaan masyarakat desa, bayi yang dikandung bisa saja terkena ‘rauu’ atau berubah menjadi hitam disebabkan ibu bayi terpapar gelapnya gerhana.
 Miss Bone Emoticons 117
Kemudian ibu saya yang cantik jelita dan lebih mirip kakak saya daripada ibu itu dengan nakalnya mengintip gerhana yang terjadi sebelum kelahiran saya. Memang wajah ibu saya tidak terpapar tapi dia lupa perutnya yang membuncit itu ikutan keluar dari pintu dan terpapar gerhana.
 Miss Bone Emoticons 116
Saya tidak begitu yakin itu sih sebenarnya. Tapi dari empat bersaudara saya satu-satunya yang berkulit sawo matang dan memiliki tanda coklat tua di perut saya. Ukurannya lumayan besar dan mirip dengan Pulau Kalimantan yang ada di peta. Nenek saya selalu bilang, saya tidak akan pernah bisa hilang dari keluarga kami karena ke mana pun saya pergi dan sejauh apa pun berubah wajah saya nantinya, tanda lahir saya tidak akan pernah lenyap dari perut saya. Yah, semacam bookmark dari keluarga. Apa sih? 
Miss Bone Emoticons 150
Saya juga tidak akan memajangnya di sini karena itu bagian yang sangat sensitif. Please jangan minta saya memamerkan perut saya yang tidak cantik itu. Kalau pamer wajah sih mau-mau saja. muehehehe…
 Miss Bone Emoticons 258
Sudah dua, sepertinya kamu sudah menjadi bagian dari keluarga saya kalau tahu tiga berikutnya.

3.      Tiket bioskop
Dari banyak hal yang ada di dunia ini, saya hanya mengoleksi buku dan tiket bioskop. Jika kolektor buku di mana-mana pasti mudah ditemukan. Dengan segala keanehan mereka terhadap pemujaan buku. Dari yang tidak suka bukunya dipinjam hingga yang berbicara dengan bukunya sendiri. Tapi saya bukan tipikal di atas. Saya penikmat buku biasa.
 Miss Bone Emoticons 194
Lain cerita jika tiket bioskop yang punya cerita. Saya suka sekali mengumpulkan tiket bioskop yang telah saya gunakan untuk menonton film. Mengapa? Banyak yang mengatakan saya suka mengumpulkan sesuatu yang aneh dengan mengoleksi tiket bioskop yang sekelas sampah kertas.
 Miss Bone Emoticons 164
Sayangnya, mereka tidak melihat apa yang saya lihat. Tiket bioskop itu bercerita pada saya. Ada waktu yang tertera, nomor kursi, dan film yang telah ditonton. Buat beberapa orang tiket itu hanya lembaran kertas yang seharusnya dibuang. Tapi buat saya, ada kenangan yang tersimpan di dalamnya. Ketika saya rindu dengan seseorang yang menemani saya nonton film saya tinggal membaca tiket lama tersebut dan tersenyum menatapnya.

Kamu suka koleksi tiket bioskop juga tidak?

4.      Cinta pertama
Saya tidak pernah mengakui tentang dia pada orang yang mengenalnya. Kebanyakan saya hanya bercerita tentangnya pada orang yang tak mengenalnya. Dia adalah tetangga saya. Waktu sekolah dasar kami satu kelas. Dia anak pindahan dari sekolah kecamatan lain dan orang tuanya pindah ke sebelah rumah tetangga kami. Jadi jarak rumahnya dan rumah kami hanya satu buah rumah. Dia sangat ganteng. Saya diam-diam suka mencuri pandang padanya di kelas dan membayangkan wajahnya sebelum tidur. Saya sangat menyukainya.
 Miss Bone Emoticons 273
Usia saya sekitar 10 tahun saat itu. Setelah beberapa tahun mendendam cinta monyet padanya saya sadar satu hal, dia tidak pernah menyukai saya. Tetangga saya lebih cantik dan menarik. Bagaimana mungkin dia akan suka dengan saya yang telat datang bulan? Pubernya sangat terlambat, beda dengan tetangga saya yang sudah mengalami peralihan dari anak-anak menuju remaja di bangku sekolah dasar.
 Miss Bone Emoticons 267
Ini rahasia, saya pertama kali mendapatkan tamu bulanan usia 15 tahun, saat saya duduk di bangku SMA. *tepok jidat*

Sekarang saya tidak menyimpan rasa ingin memiliki cinta pertama saya tersebut lagi tapi debar itu masih ada. Selalu akan ada, meskipun tak sekencang dulu. Saya berhasil menguasai diri saya kali ini. Bahkan saat dia merayu saya 13 tahun setelah saya jatuh cinta padanya. Terlambat buat dirinya mendekati saya lagi. Toh dulu hanya cinta monyet yang datang dan pergi begitu saja.

Saya hanya bisa bilang sama dia: 
Waktu saya cinta banget sama kamu, kamu ke mana? Pingsan?
 Miss Bone Emoticons 274
Saya pikir ketika kita ingin mendapatkan seekor kupu-kupu yang indah kita harus belajar untuk menyukai ulat yang menjijikkan (walaupun bagi saya tidak) karena dari seekor ulatlah kupu-kupu itu berasal. Bagaimana mungkin hanya ingin mendapatkan indahnya saja?

5.      Telat menguasai kendaraan
Saya termasuk orang yang sangat terlambat mahir mengendari kendaraan roda dua. Mulai dari sepeda menuju sepeda motor. Saya bisa bersepeda saat hampir tamat sekolah dasar. Usia saya sekitar 11 tahun waktu itu. Saya belajar sejak duduk di bangku kelas 5 karena saya harus siap-siap untuk menghadapi kenyataan bahwa saya akan masuk SMPN 1 yang jauh dari rumah.

Setelah jatuh puluhan kali. Luka kesekian kalinya. Sampai mengamuk di rumah dan bilang: 
Hani tidak cocok menggunakan sepeda. Sepedanya tak suka sama Hani.

Ganti sepeda tetangga yang merupakan guru agama di sekolah, akhirnya saya bisa mengendarai sepeda. Setiap sore habis pulang sekolah dan menulis sambil menonton televisi, saya akan belajar mengendalikan keseimbangan sekitar 1-2 jam sehari.

Kemudian, saya, yang harusnya tidak cocok dengan sepeda, benar-benar bisa mengendarainya.

Bagaimana dengan sepeda motor?

Saya baru mengendarainya saat saya berusia 24 tahun. Belajar dua hari langsung bisa. Karena waktu itu saya memang terpaksa harus menguasainya. Tidak ada yang bisa mengantar saya ke kampus atau ke kantor lagi saat itu. Sehingga saya harus mandiri dan bisa mengendarainya sendiri.

Itu rahasia saya, bagaimana dengan rahasiamu?

Mau tag siapa ya?

Baiklah ada sahabat baru saya nih, blogger singkawang yang blognya penggalauan, bagaimana kalau dia saja? Satu orang cukup tidak ya kita bongkar rahasianya. Jeng jeng jeng, dan yang beruntung adalah AyuVandita. Siapa lagi ya? Bagaimana kalau Kimi? Nah, ketiga Hoeda Manis yang blognya sudah berganti template. Padahal yang sebelumnya sudah bagus yah. Keempat, siapa ya? Baiklah kesempatan keempat buat pembaca setia blog ini Sutrisno yang saya yakin banget belum ada yang tag. Terakhir, eum eummmm siapa ya? Kamu aja ya? Kamu yang baca postingan ini tapi belum dapat pe-er. Ok? Harus jujur yah kalau memang belum dapat. Ayo kerjain!
 Miss Bone Emoticons 270
Jadi berapa nilai 5 rahasia saya ini? Ah, jadi tak banyak lagi rahasia yang tersimpan di kepala. 

Related Posts

Ini Rahasiaku, Apa Rahasiamu?
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).