Tabu: Ending yang Asli [Bagian 8]


Buat teman-teman yang kurang sreg dengan ending di bagian 10, bisa membaca dari bagian 1-7 dan inilah ending yang sesungguhnya. Saya pikir saya kalah karena endingnya begini.



(Judul aslinya Blogger In Lovelizious)

“Dari mana kamu tahu kalimat itu?”

“Satu-satunya kalimat romantis yang aku tulis di twitterku.”

“Kalimatmu?”

“Sempat diposting di sebuah blog sahabatku sebelum aku menghapusnya dari twitter. Kenapa? Tapi sudah aku marahi orang yang menuliskannya. Habisnya aku malu membaca kalimat itu.”

Bahkan kalimat itu pun miliknya? Semuanya? Aku tak pernah jatuh cinta pada orang yang salah? Jadi seutuhnya yang aku cintai selama ini Ganda Manurung? Tapi aku tak ingin mencintainya. Aku lelah. Terlampau banyak hal yang terjadi hari ini. Sejenak, aku hanya ingin sendiri.

“Jadi?”

“Kamu gagal. Aku tak bisa menerima cincin ini.”

Aku mengulurkan jemariku, memberikan isyarat padanya agar ia mau membukanya. Ia menyentuh jemariku lagi. Hatiku merona hingga pipiku pun ikut berubah warnanya. Aku sangat tak siap ketika wajah itu merunduk. Ia menjatuhkan belahan bibirnya di bibirku. Aku bisa merasakan aroma tubuhnya dengan jarak sedekat ini. Aku tak menolak perlakuannya ini. Aku membiarkan semuanya menjadi basah. Jantungku, napasku, dan pikiranku tak ada yang menentu. Apakah ini cinta?
Ben & Amy Kiss~Hospital


Entah berapa detik atau menit yang kami lewati saat ia mengakhiri kecupan itu. Aku menghirup oksigen sebanyak-banyaknya ketika itu berakhir.

“Aku harap itu menambah poinku untuk diterima.”

Ia berbisik dengan lembut di telingaku. Mata kami bertatapan begitu dekat. Aku mengait lehernya dengan tangan kananku dan memeluknya erat-erat. Aku tak bisa menolak rasa ini. Aku memang mencintainya.

KAMULAH SANG PETUALANG YANG BERUNTUNG ITU
Detak-detak waktu itu mengisi hari kosongku
Lama aku terpekur di sini sendiri
Menatap hari-hari sepi
Peta yang sama tak membawaku kemana
Aku sendirian berjalan tanpa arah
Kudengar bisikan senja di balik mega-mega
Aku tak mendengar kata apa-apa
Desau-desau angin menghantarkan sebait rindu ke dalam hatiku
Dimana?
Setiap jalan yang telah aku tapaki
Membawaku lagi ke sini
Untuk menunggumu
Kamulah Sang Petualang yang akan membawaku menjelajahi dunia
Melintasi semua galaksi dan orbit matahari
                                                            (Rohani Syawaliah, 2011)
Share:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

Designed by OddThemes | Distributed by Blogger Themes