Tabu [Bagian 7]


“Aku tak tahu kenapa kamu bisa begitu membenciku.”

“Aku benci kamu tanpa alasan apa-apa, puas?”

Aku masih tak mau meruntuhkan egoku sendiri.  Aku telah mengatakan dia sebagai musuhku sejak awal. Bagaimana mungkin aku menerima cintanya?


“Berikan satu kesempatan untuk mencoba. Apakah memang kamu tak mau menerima cintaku?”

Ganda merogoh sakunya dan mengeluarkan sebentuk kotak kecil. Jangan katakan padaku itu adalah
kotak cincin. Aku tak akan kuat dengan godaan itu. Perempuan mana yang akan menolak cincin dari orang yang mencintainya coba? Kecuali ia membencinya sih.

“Kalau memang cincin ini pas dijemariku dan kamu bisa merayuku dengan kalimat saktimu aku akan
terima.”

Aku menantangnya dengan berani. Aku yakin dengan pasti dia tak akan berhasil memenuhi syaratku. Kalaupun dia adalah Sangkuriang yang memiliki jutaan jin untuk membantu, aku adalah Dayang Sumbi yang  juga mampu menipu. Aku harus menolaknya. Aku tak mau jatuh cinta lagi.

“Mau coba?”

Ganda mengeluarkan cincin itu dari kotaknya.  Aku tak menolak ketika ia memasangnya di jari
manisku. Believe it or not! PAS! Bagaimana mungkin?

“Mungkin kamu lupa, kamu dulu pernah menyebut ukuran jari manismu dulu saat ngobrol
denganku di Y!M.”

Laki-laki itu menjelaskan duduk perkaranya. Ia seakan-akan bisa membaca pikiranku. Aku telah menelanjangi diriku sendiri di hadapannya secara tidak sadar saat chatting dengannya. Aku yang tolol ini.

Ampunkan aku…

“Kalimat sakti apa yang bisa aku gunakan?”

“Bukan urusanku.”

Aku menjawab dengan ketus. Tapi aku tak  berniat melepaskan cincin yang sekarang melingkar di jemariku. Aku membuang pandanganku ke jendela. Tak mau bertatapan mata dengannya.

“Semalam Aphrodite datang padaku dengan Venus yang memancarkan keindahan di timur pada pagi yg sendu. Kupatahkan hatinya dengan lirih namamu. Maukah kamu menikah denganku?”

Kalimat itu! Dari mana dia tahu aku suka dengan kalimat itu? Sekarang aku menatap matanya dalam-dalam. Aku tak pernah mengatakan pada siapa pun tentang kalimat itu. Itu satu-satunya rahasia yangaku s embunyikan karena aku pikir itu adalah hal terbodoh yang harus aku simpan sendirian. Bagaimana mungkin aku tergila-gila dengan seseorang yang menulis kalimat seperti itu? Berbulan-bulan lagi.

“Apakah aku berhasil?”

Bersambung....
Share:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

Designed by OddThemes | Distributed by Blogger Themes