Langsung ke konten utama

Sruduk Follow Undertwitter



Di hari minggu yang ceria ini saya ingin bercerita mengenai #srudukfollow. Tentang teman-teman yang lebih suka disebut sebagai orang-orang egalite yang ingin mencari teman yang ingin berbagi kesetaraan. Bahwa twitter itu bukan hanya milik-milik orang elite yang lebih mengedepankan menggendutkan follower mereka tanpa mau berbagi bahagia dengan memfollowback teman-teman yang mau ‘mengikuti’ mereka.


 #SRUDUKFOLLOW

Awalnya saya pikir ini gerakan biasa yang digawangi beberapa orang yang tidak saya kenal sama sekali. Iseng ikutan karena saya ingin mendapatkan banyak teman dan bisa berbagi banyak hal dengan mereka. Saya yakin mereka pun punya sesuatu yang saya tidak punya. Ternyata saya benar. Mereka memang bukan orang biasa yang mengegalitekan diri bersama teman-teman lain yang mau menuliskan #srudukfollow di bio twitter mereka.

Pertama kopdar dengan seorang #sruduker tak terbayangkan betapa hangatnya malam yang dingin itu. Di sebuah warung kopi yang sangat ternama di Pontianak. Warkop Winny yang terletak di depan Hotel Orchard Pontianak, di Jalan Gajah Mada. Ditemani segelas kopi hitam yang kurang manis saya menyimak ucapan yang keluar dari bibir @Keep_On_Rockin dan @carbonbahar. @carbonbahar pun telah menjadi #sruduker setelah mendapat penjelasan dari @Keep_On_Rockin tentang pertemanan yang terjalin di twitter. Padahal kita tahu sendiri, pertemanan adanya di facebook sedangkan di twitter adanya pengikut dan orang yang diikuti.

Bambang Pujiatmoko

Saya sih sejak menjadi #sruduker juga tiap ada yang follow langsung saya cek tiap ada penambahan follower. Langsung saja saya follow back tiap ada penanda #srudukfollow di bionya. Bukankah dengan cara demikian kita juga menerapkan keadilan. Kesetaraan tepatnya. Tidak ada yang lebih elite di antara #srudukers ini.

Malam itu saya mendapatkan pencerahan sepanjang kehidupan saya. Saya belajar sebuah hal yang sangat penting di dalam kehidupan ini. Bahwa air bisa menghasilkan uang tapi uang belum tentu bisa menghasilkan air. Iya mas @Keep_On_Rockin yang di twitter sangat rajin menyapa saya ini (sepertinya semua #sruduker rajin menyapa teman-teman sesama #srudukfollow sih).

 
Beberapa jam kopi darat dengan kopi beneran ini, saya diajari cara menghemat air, cara menghentikan pencemaran terhadap lingkungan, dan caranya melestarikan air. Siapa sangka dia orang yang luar biasa di bidang keairan ini. Dia orang yang sangat care dengan penggunaan air dan mampir ke Pontianak karena akan melatih banyak orang untuk care juga dengan air.

 
Apa jadinya kehidupan kita tanpa air?

Bulu kuduk saya sejenak merinding jika mendapatkan pertanyaan sedemikian rupa. Kita akan mati. Bumi ini akan mati jika tidak ada air. Di tengah kesibukan orang lain membangun kewirausahaan ternyata masih ada orang seperti Mas Bambang ini. 
 
Coba deh teman-teman cek akun-akun elite yang memiliki segudang followers. Apa sih yang mereka bicarakan? Topik-topik yang sebenarnya jauh dibanding pentingnya air bagi kehidupan kita. Saya masih awam dalam bidang keairan. Tapi saya ingin belajar untuk mengerti cara penghematan dan pelestarian air.

Mungkin air yang sekarang ada di Bumi masih cukup untuk kita, tapi bagaimana dengan anak cucu kita nanti? 


Di beberapa wilayah sudah terjadi krisis air. Tidak hanya krisis air bersih, air kotor pun susah di dapatkan. Di Pontianak sendiri, PDAM dengan gamblang mengakui bahwa air mereka sama sekali tidak layak untuk di konsumsi. Air adalah sumber kehidupan. 


Berapa banyak bayi yang menemui ajalnya karena diare? Diare karena air yang tercemar. Berapa banyak media yang mau mengangkat isu yang sebenarnya sudah lama sekali ada di Indonesia? Berapa banyak nyawa yang harus dikorbankan untuk menyadarkan pemerintah kita agar peduli dengan penyediaan air bersih untuk rakyatnya.


Bukankah hak kita sebagai warga negara untuk mendapatkan air bersih bagi kehidupan kita? Anak hukum pasti tahu ayat dan pasalnya. Haruskah kita mendemo pemerintah agar mereka membuka ketentuan tersebut sebelum ada perubahan untuk menyembunyikannya?

Sumber gambar dari sini.

Mungkin kita baru bisa mengerti akan pentingnya air saat kita telah meneguk air terakhir di dunia dan uang kita tidak bisa digunakan untuk membelinya. 

Karena air telah wafat dari Bumi ini.

Sumber gambar: @Keep_On_Rockin 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan