Sebuah Teater: “Maen Yok!”


Baiklah, seperti biasa saya kebanyakan nontonnya pasti teater dibandingkan dengan nonton film di bioskop. Selain karena harganya yang pas dikantong, teater saya pikir seni yang patut mendapatkan apresiasi yang lebih. Karena bukanlah hal yang gampang buat menjadi pemeran di dalam teater. Satu hal yang mereka harus ingat sebagai pemain: “Mereka tidak boleh salah”.

 
Kali ini saya ikutan meramaikan Parade Teater 2011 di Pontianak sebagai rangkaian acara menuju usia Kota Khatulistiwa yang ke-240. Sebagai penonton satu di antara banyak teater yang disuguhkan setiap hari. Saya menonton teater berjudul “Maen Yok!” yang dalam bahasa Indonesia berarti “Main Yuk!”.

 
Pertama mengetahui judulnya tidak kepikiran seperti apa teater ini tapi setelah menonton akhirnya saya bisa menangkap maksud yang ingin mereka sampaikan. Bahwa anak-anak sekarang telah kehilangan jati diri mereka sebagai anak-anak. Anak-anak yang seharusnya bermain di lapangan bersama teman-temannya malah sibuk dengan dunia maya. Padahal untuk pertumbuhan mereka harus bergerak bukannya diam, tidur, lalu internetan. Meskipun bukan berarti internet itu tidak baik.


 
Bagian lucunya banyak banget dalam teater ini. Seperti ada peri yang baik hati mengubah tanah lapang menjadi taman bermain yang indah. Perinya adalah seorang laki-laki yang kewanitaan. Bertato dan bersayap. Cara berbicaranya juga lucu banget. Apalagi di dalam teater ini 90% menggunakan bahasa Melayu Pontianak.

Saya jadi tahu kata ‘pacol’ untuk mengejek teman yang pengecut. Kemudian anak-anak di dalam teater ini yang sebenarnya mahasiswa bermain permainan anak-anak yang sering saya mainkan ketika saya masih kecil dulu. Ada main taba’, main so, main cik kricik, main cing-cing periok, main ular naga panjang, main apa lagi ya? Banyak banget yang mereka suguhkan dalam teater ini.



Alangkah indahnya masa kecil ketika kita tak punya pilihan selain bermain bersama teman-teman kita. Apa permainan masa kecilmu?


Share:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

Designed by OddThemes | Distributed by Blogger Themes