Langsung ke konten utama

[kontes] Saya Kakak dan Ibunya



Lima bersaudara saya adalah anak kedua. Sebagai anak kedua tertua saya memikul tanggung jawab yang tidak kalah besar dibandingkan kakak saya. Sehingga ketika adik saya yang bungsu tidak ada yang menjaga di rumah, saya membawanya ke Pontianak untuk sekolah. Masih 5 tahun. Masuk PAUD tahun ini. Anak bungsu yang nakalnya tidak ketulungan.

Terkadang saya hanya bisa menarik napas melihat tingkahnya. Mulai dari memainkan printer yang bisa dijadikan mesin fotokopi hingga membuat mainan dari sabun ketika lagi mandi. Sabun mandi tiba-tiba menghilang kalau dia yang mandi.

 
Saya sama sekali tidak punya pengalaman menjadi seorang ibu sehingga saya harus belajar dari buku dan televisi untuk mendidiknya. Saya tidak ingin dia terus-menerus begitu.

Nah, ada program televisi yang beberapa tahun ini menjadi program favorit saya tiap weekend. Nanny 911 dan Super Nanny yang ditayangkan di MetroTV. Di sana saya melihat bagaimana orang tua belajar membiasakan anaknya untuk melakukan sesuatu yang baik dan berubah dari anak yang nakal menjadi anak yang kreatif.

Ternyata untuk mendidik seorang anak bukanlah proses yang instant tapi juga bukanlah hal yang sulit karena kuncinya hanya masalah pembiasaan. Memang capek sih, setiap hari harus mengingatkan adik saya ini. Misalnya mau makan harus berdoa. Dalam sehari minimal harus mengingatkan 3 kali, karena adik saya makan tiga kali sehari. Belum ditambah jika dia minum susu dan ngemil. Tiap hari harus diulang terus. Kadang saya lupa mengingatkan dia sudah makan dengan lahapnya. Pas ditanya: “Fahd udah doa?” Pasti jawabannya: “Belum”.

*Tepok jidat*

Belum lagi kesalahan yang dia lakukan. Menurut tayangan yang saya tonton ada cara menghukum yang bisa diterapkan ketika seorang anak melakukan kenakalan. Saya menerapkan hukuman berdiri di sudut kamar selama 15 menit. Setiap dia menangis dan melawan saya akan diam dan menggendongnya kembali ke sudut dan membiarkan dia menyadari hukuman untuknya. Setelah 15 menit yang berulang akhirnya dia sadar dia melakukan sebuah kesalahan.

Sekarang Fahd sedang dikasih program mendongeng. Setiap malam sebelum tidur dia akan didongengin atau mendengar cerita yang dia inginkan. Biasa dari buku tapi sekarang berkembang pada cerita keseharian saya di kantor. Dia suka bertanya saya melakukan apa saja di kantor. Kemudian akhirnya tertidur dengan harapan besok bisa melihat saya bersiap-siap kerja dan bisa tahu cerita baru malam nantinya.

Setelah menjadi ‘ibu’ untuk adik bungsu saya, saya sadar untuk mendidik seorang anak membutuhkan kesabaran dan pembiasaan. Kembali ke pepatah lama: “Alah bisa karena biasa”.


Postingan ini diikutsertakan pada acara giveaway yang diadakan Rumah Mauna.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan