Dear Pahlawanku - Kakekku Pahlawanku

Pontianak, 10 November 2011



Assalamualaikum Ki

Apa kabar Aki di sana? Semoga Allah selalu menerangi peristirahatan terakhir Aki. Bersama surat ini cucu titipkan jutaan bulir air mata kerinduan karena ketiadaan Aki di sini. semoga surat ini bisa bicara lebih banyak untuk Aki dan Aki mengerti betapa berartinya kehadiran Aki selama 16 tahun kita bersama.

Aki tahu tidak sekarang umur cucu kedua Aki berapa? Sudah 25 tahun Ki, 9 tahun berlalu begitu cepat ketika Aki menghembuskan napas terakhir. Saat itu dunia ini serasa runtuh. Aki pergi dan tak akan kembali lagi.

Hingga hari ini pun semua kenangan yang pernah kita ukir bersama tetap setia menemani hari-hari Hani. Bahkan rasanya Hani selalu suka melihat kakek-kakek di jalanan. Suka memperhatikan kemiripannya dengan kakek. Kadang juga menyapa mereka.

Dulu waktu kecil Aki ingat tidak Hani suka sakit gigi. Gara-gara malas gosok gigi jadinya begini ya Ki. Aki adalah orang yang akan menemani tangisan Hani sepanjang hari dan memberikan obat agar sakit gigi itu segera sembuh. Tak terhitung berapa banyak hari Hani menangis gara-gara sakit gigi. Gigi yang dulunya sering sakit itu sudah Hani cabut lo Ki. Sekarang tidak sakit lagi.

Tiap pagi kita Hani juga suka mendahului minum kopi milik Aki. Aki pasti bingung. Tiap mau minum kopi selalu tidak penuh isinya. Tapi lama-lama ketahuan juga siapa yang suka meminumnya duluan. Aki tak pernah marah dan selalu menyisakan kopi dingin buat Hani.

Aki ingat tidak dengan ribuan lembar kertas bekas yang Hani kumpulkan sebagai wadah belajar menulis? Iya, Hani tahu, kita tidak punya banyak uang untuk membeli jurnal bagus sebagai tempat menulis Hani. Tapi kertas bekas itu tidak pernah menyurutkan Hani untuk belajar menulis meskipun Aki selalu bilang apa yang Hani tulis tidak akan muncul pada saat ulangan. Memang tidak pernah muncul Ki, tapi sekarang Hani berhasil menyetak buku sendiri lo. Mimpi yang selama ini Hani genggam.

Aki, jika ditanya ratusan kali pun, Hani harus mengatakan bahwa Aki-lah super hero dalam kehidupan Hani. You are my superman. Orang yang tidak pernah lupa mengikat sepasang kaki Hani di batang sepeda Aki setiap kita akan bepergian. Aki juga selalu menggendong Hani meskipun asma Aki bisa jadi kambuh karena gendutnya tubuh Hani waktu itu.

Aki ingat radio yang sering kita dengar bersama tiap sore? Aki selalu menyalakan radio untuk mendengar suara Ust. Zainuddin MZ. Beliau sekarang sudah pergi juga Ki.

Jika sekarang Hani bisa memiliki banyak hal yang dimulai tanpa memiliki apa-apa itu semua karena Aki yang menjadi motivator selama ini. Baik ketika Aki masih hidup ataupun sudah meninggal. Karena Hani tahu, kehidupan abadi menanti kita di sana untuk bersua.

Panjang ya Ki, surat ini. Apakah Aki bisa membacanya tanpa kaca mata?

Peluk cium sayang dari cucumu Ki.
:*
Listia
“Postingan ini diikutsertakan dalam Kontes Dear Pahlawanku
yang diselenggarakan oleh Lozz, Iyha dan Puteri
dear-pahlawanku-kontes-banner 
Sponsored by :

NB: Aki (kakek) selalu memanggil saya dengan panggilan Listia sejak kecil.
Share:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

Designed by OddThemes | Distributed by Blogger Themes