5 Book Review: Memamah Jantungmu

Pinjam gambar dari blog Rian.

Di hari Minggu yang banyak dinantikan ini saya ingin berbagi lima review buku saya. Semoga bisa bermanfaat buat yang mampir. Review ini saya susun berdasarkan siapa yang lebih duluan membuatnya.
1.      Review Dewi Utami
     Kali ini saya mau cerita soal Hani, penyiar Volare yang masuk paling belakangan dan sangat suka menulis. Foto di atas adalah novel karyanya. Setelah sempat beberapa hari dipromosikan lewat akun twitternya, buku itu sampai juga ke tangan saya. Bukan karena disogok buku gratisan makanya saya tulis di sini, tapi memang saya pikir memang pantas untuk didukung dan dipromosikan.

Pertama, karena temanya tak biasa. Beberapa tahun belakangan saya malas berkunjung ke rak novel di toko buku, karena terbitan sastra terhitung jarang, dan melulu isinya chick-lit bahkan teen-lit. Tentu saja temanya juga tidak jauh-jauh dari percintaan. Klise. “Memamah Jantungmu” sejak awal sudah menggiring pembacanya ke arah ketegangan ala thriller dan horor.

Kedua, novel ini menunjukkan cara baru untuk menerbitkan buku, yaitu self-publishing, yang semuanya bisa dilakukan secara online. Sebuah alternatif yang sangat menarik bagi penulis manapun yang ingin bukunya diterbitkan tanpa takut ditolak sana sini oleh penerbit. Dan tentu saja, bisa dibeli pula secara online.

Ketiga, penggunaan bahasanya yang selalu berusaha berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Kebanyakan novel yang beredar menggunakan bahasa percakapan sehari-hari yang terlalu cair, dan terlalu “Jakarta-sentris”.

Terakhir, tentu saya bangga, setelah Tya dengan “Bukan Akhir Cerita” yang diterbitkan tahun lalu, satu lagi penyiar kami yang berkarya di bidang tulis menulis. Berani menunjukkan minat dan bakatnya kepada dunia. Sesuatu yang juga bisa menunjukkan bahwa mereka yang berada di belakang perangkat siar Radio Volare adalah orang-orang berbakat dan punya pencapaian .

Anyway, congratulations! Semoga bisa terus berkarya, ya Hani!

2.      Review Arief Maulana
Gilda… Gilda… Gilda…
Begitulah suara masa lalu yang terus menghantui Gilda, seorang gadis yang hidup dengan rekaman masa lalu yang kelam. Keluarganya tewas dibunuh oleh sekelompok orang dengan tujuan yang tidak jelas. Untunglah sesaat sebelum mereka datang, ayahnya sempat menyembunyikan Gilda di dalam sebuah lemari. Meski begitu, Gilda kecil tak bisa mengelak menyaksikan satu persatu anggota keluarganya dibunuh.

Gilda yang sekarang bukanlah anak-anak lagi. Tapi, hampir setiap waktu mimpi buruk masa lalu menghantuinya. Ini mengetuk hati Gilda untuk mencari tahu lebih dalam semua misteri yang mengganggu pikirannya selama ini. Ada apa sebenarnya dan kenapa keluarganya harus menjadi korban.

Sepanjang perjalanan menguak misteri ini pun, Gilda mesti hati-hati. Tidak ada yang bisa dipercaya. Semua bagaikan terikat dalam satu sindikat mafia internasional yang rasanya serba tahu akan segalanya. Kemana pun Gilda melangkah, bayangan maut mengintainya. Sampai pada akhirnya Gilda mendapatkan informasi bahwa ayahnya telah menemukan vaksin anti HIV (AIDS). Mampukah Gilda menyelamatkan vaksin tersebut? Dia tidak pernah sendiri.

Itu secuplik gambaran dari buku Memamah Jantungmu yang ditulis oleh teman saya Rohani Syawaliah (@honeylizious). Sebuah novel pertama yang ditulis, dengan inspirasi bersumber pada banyaknya orang-orang yang tidak tahu menahu soal HIV / AIDS.

Ada beberapa nilai positif yang saya dapatkan usai membaca novel ini. Pertama, tentang bagaimana menyikapi masa lalu. Semua orang tentu memiliki masa lalu yang beragam. Ada yang baik dan ada yang kelam, sebagaimana Gilda. Masa lalu seperti pisau bermata dua. Kalau tidak membunuh kita dengan cara mengekang pikiran, masa lalu justru bisa menjadi motivasi penggerak yang hebat. Berapa banyak orang sukses yang latar belakang masa lalunya kelam, namun itu menjadi pendorong yang hebat bagi mereka dalam setiap perjuangan meraih kesuksesannya itu.

Kedua, tentang nilai perjuangan meraih apa yang kita impikan. Kalau sekedar menginginkan sesuatu, semua orang juga bisa. Tapi memperjuangkannya hingga tercapai, itu yang hanya segelintir orang saja melakukannya. Itu kenapa sukses selalu menjadi minoritas. Dari novel ini kita bisa belajar bagaimana Gilda memperjuangkan vaksin HIV temuan ayahnya. Bagaimana dia sebagai manusia juga bisa down dan hampir menyerah, walau pada akhirnya bangkit kembali dan berusaha dengan lebih maksimal.

Misteri, Action, dan Romansa yang diracik menjadi satu dalam novel Memamah Jantungmu. Jalan ceritanya cukup kreatif. Meski mungkin belum bisa dibilang novel yang sempurna. Tapi saya kira bagus, mengingat ini adalah novel pertama. Bagi yang mau ikut menikmati tulisan Rohani Syawaliah, langsung saja pesan melalui Nulis Buku.com. Kontak dengan penulisnya via twitter saja di akun @honeylizious, pasti dibalas. Selamat menikmati.

3.      Review Pak Dhe Cholik

Novel berjudul Memamah Jantungmu yang merupakancerita fiksi ini ditulis oleh seorang blogger muda dan cantik ~ Rohani Syawaliah ~ yang telah beberapa kali mengikuti kontes di BlogCamp.
Buku setebal 182 halaman ini merupakan buku kedua yang ditulis oleh penyiar radio Volare – Kalbar ini. Buku pertamanya berupa kumpulan cerpen yang berjudul Ayam Kampus (2008) yang merupakan karya bersama dengan mahasiswa satu fakultas dengannya di FKIP Untan.

Buku Memamah Jantungmu ini diterbitkan oleh Honeylizious Pontianak, Kalimantan Barat. Desain sampul oleh Darinholic dan dicetak melalui  www.nulisbuku.com.

Rohani Syawaliah yang lahir di Bakau – Kabupaten Sambas -Kalimantan Barat ini memang sejak kecil telah latihan menulis fiksi. Gadis manis ini memiliki keinginan untuk membuka wawasan masyarakat mengenai HIV/AIDS sekaligus membuka mata masyarakat untuk menghentikan diskriminasi pada ODHA. Tak heran jika novel cerita fiksi Memamah Jantung ini digunakan sebagai salah satu cara  untuk berbagi mengenai penghentian stigma terhadap mereka.

Memamah Jantungmu bercerita tentang kehidupan seorang gadis bernama Gilda yang sedang mengalami trauma berkepanjangan karena kedua orangtua dan adiknya mati dibunuh oleh seseorang atau sekelompok orang. Dari hari-kehari dalam kehidupannya diwarnai oleh situasi yang mencekam. Suara-suara yang senantiasa memanggil namanya, bayangan datangnya orang yang seolah-olah akan merenggut nyawanya dan aneka situasi aneh yang muncul silih berganti.

Sampai akhirnya Gilda memutuskan untuk menengok rumah yang ditinggalkannya sepuluh tahun yang lalu dengan ditemani Kitty sahabat yang sangat peduli dengan keadaan Gilda.

Ya..apa yang dijumpai dirumah lamanya itu ternyata semakin membuatnya bingung dan heran. Betapa tidak, ketika Gilda membalik-balik album foto keluarganya, potret dirinya bersapapa,mama dan adiknya ternyata tidak ada, padahal Gilda yakin bahwa dia dulu potret bersama mereka.

Semua keanehan itu akhirnya terjawabkan dari diary papa Gilda yang diserahkan oleh Tante Yura, orang yang dipercaya papa Gilda.

Dalam diary itu papa Gilda menjelaskan tentang sebuah vaksin yang diberi nama Vavirtasa . Vaksin temuan papa Gilda inilah yang membuat novel ini menjadi menarik karena vaksin yang konon akan dikembangkan oleh papa Gilda untuk menyembuhkan HIV/AIDS ini menjadi sumber pertikaian,pengkhianatan dan menjadi rebutan banyak pihak. 

Novel berupa cerita fiksi menarik ini bisa dibeli langsung dari penulisnya ( Rohani Syawaliah) via kontak di profile  blognya www.honeylizious.com. Harga Rp.55.000.

4.      Review Mas Joko

Pembunuhan sepuluh tahun yang lalu terus menghantui hidup Gilda. Roh-roh itu mengganggunya tanpa henti. Di tengah ketidakwarasannya ia kembali ke rumahnya. Saat ia semakin tenggelam dalam bayangan kematian ia akhirnya tahu papanya telah menemukan sesuatu yang dapat membuat nyawanya terancam. Seketika itu juga sebuah petualangan dimulai. Berjuang di antara hidup dan mati, Gilda menemukan cinta pertamanya. Ketika ia mulai percaya, semuanya berbalik menohok hidupnya. Tak ada yang bisa dia percaya lagi. Semuanya ingin merebut penemuan papanya. Gilda bimbang. Ia ingin menyerah. Langkah mana yang terbaik? Tikungan mana yang harus ia tuju? Penemuan apakah yang harus ia selamatkan sampai harus mengorbankan begitu banyak nyawa?

***

Itu adalah cuplikan sinopsis novel Memamah Jantungmuyang ditulis Rohani Syawaliah, atau Hani kalau saya biasa memanggilnya. Seorang penulis muda asal Pontianak yang selain jadi penulis, dia juga seorang penyiar radio di Volare FM dan aktif ngeblog hingga sekarang. Anda bisa mengunjungi blognya di honeylizious.com.

Novel yang ditulis Hani kali ini bergenre horor berbalut misteri mirip seperti cerita detektif yang penuh teka-teki. Mengisahkan kisah pembunuhan sebuah keluarga yang mati terbunuh akibat telah menemukan penemuan obat yang lagi diperebutkan banyak orang. Yaitu obat penawar HIV (AIDS).

Kalau membaca jalan ceritanya yang cukup menegangkan. Disini Hani sebagai penulis cukup pintar memainkan para pembacanya. Betapa dari awal cerita sampai akhir, pembaca seperti diseret ke dalam suasana horor yang amat mencekam. Adegan demi adegan dalam cerita novelnya membuat pembaca dipaksa harus sering-sering menahan nafas dengan berdebar menanti kejutan demi kejutan saat membacanya.

Satu adegan yang membuat saya sampai menahan nafas adalah ketika Gilda kecil, tokoh utama dalam novelnya, menyaksikan dari balik lemari satu persatu keluarganya mati dibunuh. Dan yang paling menegangkan saat pembunuhnya tahu dan akan membuka lemari dimana Gilda bersembunyi. Gilda dalam posisi yang sudah terancam akan bernasib sama seperti kedua orang tua dan adiknya yang lebih dulu terbunuh, tiba-tiba diselamatkan oleh suara ponsel adiknya.

Ya, novel ini memang sangat pas bagi pembaca yang senang dengan kisah-kisah horor dan berbau sedikit teka-teki seperti cerita detektif. Sebagai novel karya perdana dan dicetak secara self publishing, saya pikir ini adalah karya yang patut mendapatkan apresiasi. Keberanian Hani yang tak ragu membukukan karyanya tersebut bisa menjadi contoh banyak blogger lain dan calon-calon penulis yang suatu saat mungkin berencana akan menerbitkan buku namun masih ragu belum punya keberanian buat menerbitkannya.

Bagi penulis pemula yang belum pernah menerbitkan buku maka pilihan cetak buku secara mandiri (self publishing) adalah pilihan paling tepat. Karena tanpa ada resiko penolakan dari pihak penerbit. Juga tanpa ada bentuk campur tangan editor penerbit yang akan menyetir isi bukunya apakah layak jual apa tidak. Kita tahu di dunia penerbitan tak selalu karya bagus mendapat sambutan baik dan bisa naik cetak. Selama karya bukunya tak bisa memenuhi selera penerbit atau pasar pasti ditolak oleh penerbit.

Karena saya sudah cukup mengenal Hani dan sering membaca tulisan-tulisan dia yang memikat di blognya, waktu pertamakali novel tersebut akan diterbitkan saya langsung tertarik untuk preorder. Dan hasilnya saya cukup senang menjadi pembeli novel itu yang pertama sebelum akhirnya novel tersebut laris manis sampai cetak ulang beberapa kali karena banjir pesanan.

Kalau Anda ingin mencicipi versi gratis dari novel tersebut, silahkan kunjungi blognya Hani melalui link ini. Dia memberikan bab pertamanya secara gratis untuk dibaca sebelum Anda memutuskan untuk membeli novel tersebut.

Nah, kalau penasaran dengan kelanjutan cerita Memamah Jantungmu, tentu Anda harus membelinya ke Hani. He..He… Silahkan kontak ke dia. Siapa tahu dia mau memberikan harga khusus buat Anda.

5.      Review Rian

Hai Sobat Blogger, Bagaimana Kabarnya hari ini? Semoga tetap semangat menuliskan cerita-cerita hebat dalam blognya y ^ ^. Aamiin.

Baiklah, postingan kali ini saya ingin memenuhi janji saya pada sobat blogger untuk mereview Novel Memamah Jantungmu karya Rohani Syawaliah pemilik www.honeylizious.com. Banyak Sobat blogger yang berkomentar pada postingan Memamah Jantungmu Datang Malam Hari bahwa judul novel ini begitu menyeramkan, Tapi apakah memang ceritanya horor seperti Ladda Land? hemmm...

Jawabannya adalah Iya, memang benar cerita di bab awal saya dihadapkan pada kengerian yang luar biasa. Pembunuhan sadis pada sebuah keluarga seorang dokter. Suara Pisau yang merobek perut. Darah yang menggenang dilantai. Jantung yang keluar dari tempatnya. Mata mayat yang terbelalak seperti menatap. Zombi!

Semua dihadirkan begitu nyata. Dan Anda tahu siapa yang menyaksikan kengerian itu? Dia hanyalah seorang anak perempuan berumur 13 tahun bernama Gilda. Gilda menyaksikan pembunuhan sadis pada segenap keluarganya, papa, mama, kakak dan adiknya.

Saya semakin merasakan kengerian yang luar bisa ketika menyadari Gilda menyaksikan pembunuhan sadis tersebut di dalam sebuah lemari sempit melalui lubang-lubang kecil. Bayangkan, seorang perempuan berumur 13 tahun melihat pembunuhan sadis secara langsung! dan dia sendiri terpojok dalam sebuah lemari. Kematian hanya dipisahkan oleh sebuah pintu lemari!
Seperti inilah yang dilihat oleh Gilda;

"Aku melihat senjata yang mereka gunakan. Senjata itu sebuah pisau yang bagus. Pisau untuk menghabisi segenap keluargaku itu terlihat dari lubang-lubang kecil yang menghiasi lemari. Mereka sudah mati. Mama. Papa. Tairo abangku. Sahara adik perempuanku. Senjata itu masih memerah..."
Walaupun Gilda terselamatkan dari pembunuhan sadis itu, namun setelah 10 tahun berlalu, Gilda menjadi sosok perempuan yang depresi selalu mengalami halusinasi tentang mayat-mayat keluarganya. Merasakan mayat-mayat itu terus mengikuti kemanapun Gilda pergi. Lumuran darah. Jantung yang keluar dari tempatnya. Perut yang sobek. Zombi. Gilda terus melihat kengerian itu.

Gilda menyadari kenangan buruk tentang pembunuhan sadis itu harus dilenyapkan dari otaknya dengan cara mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Gilda memutuskan untuk mencari tahu apa yang terjadi 10 tahun lalu dengan kembali ke rumahnya yang dulu. Gilda ditemani sahabat terbaiknya Kitty untuk menemui tantenya, Yura. Dari surat yang diberikan tantenya itu Gilda menemukan sebuah jalan untuk mengungkap kejadian 10 tahun lalu.

Dari tantenya, Gilda menemukan sebuah jawaban kenapa keluarganya dibunuh. Papanya yang bernama Ivan berhasil menemukan obat untuk penyakit mematikan, HIV/AIDS. Banyak orang yang ingin memilikinya, sehingga Ivan dan keluarganya harus dibunuh. Setelah Gilda mendapat informasi ini. Tantenya dibunuh orang yang tidak dikenal. Dari sinilah pencarian obat itu dimulai. Gilda semakin terjebak pada situasi yang semakin sulit ia lalui. Menemukan obat dengan mempertaruhkan nyawanya sendiri.

Dalam pencarian menemukan obat itu, Gilda dibantu oleh pemuda yang bernama Adrian. Berdua mereka mencoba menemukan obat itu dan mengungkap misteri sebenarnya. Ada cerita cinta anatara Gilda dan Adrian disini. Namun, kisah cinta itu tidak berjalan mulus. Gilda mengetahui Adrian mendekatinya hanya untuk obat itu. Gilda semakin limbung. Gilda merasa tidak ada lagi yang harus ia percaya.

Ya tidak ada yang bisa Gilda percaya, begitu juga dengan sahabat terbaiknya Kitty ternyata selama ini juga mengincar obat itu. Kejadian masa lalu yang membuat Kitty melakukannya dan untuk menyembuhkan orang yang sangat dicintainya. Bukannya yang dicintainya Adrian? Kenapa Kitty mengincar Obat itu? Dan Adrian yang dicintainya kenapa menipu dirinya? Gilda semakin dihadapkan pada situasi yang sangat sulit. Bagaimana Gilda mengakhiri perburuan mendapatkan obat itu? Bisakah penderita HIV/AIDS terselamatkan dengan obat yang ditemukan papanya Gilda? Teka-teki misteri besar yang jawabannya hanya ada pada diri Gilda sendiri.

Setelah membaca Novel ini. Sekali lagi saya menemukan gaya penulisan Rohani Syawaliah yang sangat khas seperti pada cerbung Nekad yang pertama kali saya baca. Mbak Hany berhasil menghadirkan rasa penasaran yang menggigit disaat awa-awal cerita dan mengakhiri cerita dengan yang tak terduga. Ya, seperti prinsip penulisannya yang saya kutip dalam twitter.

"Membuat cerbung di episode 1 harus mencuri perhatian,
menjelang akhir? jangan pernah ketebak!"


Coba saja anda baca, dan menebak-nebak seperti apa endingnya. Saya yakin anda akan dibuat kecele. Berani baca?

Sebelumnya pengen mengucapkan terima kasih banyak buat yang mereview. Sebagai seorang penulis baru yang belum punya pengalaman sama sekali dengan dunia penerbitan, apresiasi teman-teman merupakan api semangat yang tak terhingga untuk saya terus berkarya. Saya tahu karya saya hanyalah sebuah novel di antara milyaran novel yang ada. 

Tapi di satu sisi saya berharap novel ini tidak hanya menghibur melainkan memberikan nuansa yang baru ketika pasar buku Indonesia diserbu buku-buku komersil yang mengedepankan Jakarta Sentris. Terima kasih juga buat Rian yang teliti dengan kesalahan yang saya lakukan dalam novel ini sehingga novel yang saya unggah di http://nulisbuku.com telah saya revisi lagi.
Share:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

Designed by OddThemes | Distributed by Blogger Themes