12 September 2011

#srudukfollow dan List



Beberapa hari ini, beberapa twit @honeylizious akan terdapat tagar ‘srudukfollow’. Senang-senang saja bisa berteman melalui twitter dengan laskar/jamaah #srudukfollow ini. Tidak hanya nambah following tapi juga nambah followers. Jadi kita tidak dengan egoisnya minta difollow, tapi juga memollowback.


Gerakan ini digawangi oleh @jayteroris dan mendapat kritikan dari beberapa pihak. Wah, saya tidak menyangka gerakan kecil ini ada yang menentang. Ada yang dengan nyata mengatakan: ‘jika ingin dapat follower jadilah orang yang menarik.’ Saya lantas berpikir apa salahnya menjadi orang yang menarik sehingga mendapat followers kemudian menghadiahi followers kita dengan sebuah followback?



Memiliki akun twitter adalah hak asasi setiap orang dan apabila dia memutuskan menjadi jamaah #srudukfollow saya rasa tidak ada yang perlu disalahkan.

Kritikan yang paling lucu menurut saya adalah yang datang dari beberapa akun. Alasannya kurang lebih sama. Cek daftar di bawah ini:

1.      ‘Kalau terlalu banyak following nanti banyak twit yang tidak terbaca.’
2.      ‘Nanti twit menarik yang saya suka akan kelewatan karena TL terlalu cepat jalannya.’
3.      ‘Ngapain follow kalau tidak membaca twit orang yang kita follow?’

Masih banyak komentar bernada sinis yang ditujukan langsung ke akun @jayteroris. Saya sempat emosi dan menulis artikel yang isinya sebuah kemarahan. Kemudian saya sadar esensi saya membuat sebuah blog. Bukan untuk berbagi kemarahan. Saya memang buat tulisan yang penuh dengan amarah. Tapi saya tidak akan membaginya di sini.

Saya memutuskan untuk menyeruduk balik orang-orang yang merupakan pengikut #srudukfollow ini karena saya melihat ada sebuah kebahagiaan yang dirasakan oleh orang-orang yang mendapat tambahan followers. Untuk seleb nyata atau seleb maya, tidaklah sulit untuk mendapatkan followers. Saya yakin ada kebanggaan bagi mereka ketika melihat followersnya bertambah terus. Bisa naikin gengsi pastinya.

Apakah memang benar terlalu banyak following akan membuat kita kebingungan? Apakah dengan follow sedikit lantas kita bisa membaca semua twit yang muncul di TL? Apakah anda akan membaca semua twit yang anda lewatkan tadi pagi? Apakah memang anda akan memelototin TL agar tidak akan kelewatan satu twit pun?

Saya pikir tidak demikian. Saya pernah sedikit following kemudian saya bosan dan tetap melewatkan beberapa twit. Untuk anda yang ingin menjadi laskar #srudukfollow kemudian khawatir dengan cepatnya gerakan TL anda, aturlah LIST teman anda sehingga setiap LIST berisikan akun yang serupa. Saya membuat beberapa LIST untuk orang yang memang saya kenal di dunia nyata, teman-teman maya yang dekat, berita, dan blogger.

Seperti yang @jayteroris bilang, follow bukan berarti kita wajib membaca bukan? Atau follow bukan pula wajib memasukkan di dalam LIST yang ingin kita baca. Saya rasa follow back sesama tweeps yang bukan seleb rasanya lebih manusiawi. Saya orang biasa dan mereka juga bukan artis. Jadi kenapa harus pelit memberikan sedekah satu follower buat mereka?

Saya tidak sabar menunggu #srudukfollow menjadi trending topic dan saya bangga bisa menjadi tonggak awalnya juga.

Berikut adalah cara mengelompokan orang yang kita ikuti di dalam LIST. Semoga membantu.



Pilih akun yang ingin dibuat LIST-nya.




Tekan tombol yang paling kanan di deretan tombol di bawah profil. Pilih 'add to list'.




Nanti akan muncul pilihan berikutnya. Apakah kita ingin memasukkannya di LIST yang sudah ada atau 

ingin membuat LIST yang baru.




Apabila sudah jadi, kita bisa memilih LIST mana yang ingin kita baca.




Ini LIST 'VOLARE', isinya ada 11 akun. Semua akun penyiar dan Radio Volare ada di sini.


Bahkan ada LIST lain yang isinya lebih sedikit. 


Related Posts

#srudukfollow dan List
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).