Langsung ke konten utama

Nekad [Bagian 9]

Hari kedua dari tujuh hari.





What’s this?”

Bryan menatap benda yang kupegang. Ponselnya.

Nothing!”

Bryan berusaha merebutnya dari tanganku. Aku melempar ke lantai kamarnya.

That’s why everything going wrong, it’s because of you.”

I can explain that Liz.”

No you don’t have to explain it.”

“Liz, kamu tidak tahu apa-apa tentang apa yang aku lakukan.”
“Biar aku yang bicara dari sudut pandangku sendiri. Kamu menghubungi Rama kan? Kamu bohong tentang pernikahan kita kan? Kamu telah merencanakan semuanya dari awal. Seseorang yang aku percaya dua puluh tiga tahun mengkhianatiku begitu saja. Apa yang ada dalam kepalamu Bryan?”

I love you, Liz.”

It’s not love Bryan. Cinta tidak egois seperti kamu.”

“Rama menulis bahwa dia mencintai seorang perempuan yang sedang merencanakan pernikahan dengan orang lain di blognya. Aku pikir itu perempuan lain. Tapi sekarang sepertinya yang dia maksudkan adalah aku. Itu pasti aku kan? Kamu yang membuatnya beranggapan seperti itu. Kenapa kamu mengirimkan pesan kebohongan untuknya? Sekarang aku harus menikah denganmu sedangkan aku telah menikah dengan entah siapa yang bernama Rama. Seseorang yang entah sedang apa sekarang ini. Asal kamu tahu Bryan, kami tidak bercerai.”

“Itu bukan pernikahan Liz.”

“Setidaknya Adam tidak membohongiku seperti kamu. Aku akan ke Indonesia. Aku akan ke Indonesia!!!”

Bersambung….



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan