24 September 2011

Nekad [Bagian 8]

Cerita sebelumnya....
Melbourne.
Hari pertama dari tujuh hari yang diberikan ayah Liz.

“Hey, stop it Liz!”

Aku masih memukul Bryan meskipun dia berteriak di telingaku.

“Why Bryan? Why?”

Tangisanku pecah seketika.

I love you, Liz.”

“Kamu tahu siapa yang kucintai.”

“Dia tidak akan membahagiakanmu.”

“Kamu tidak tahu apa-apa.”

Aku ingin teriak dan bilang: “Aku sudah menikah dengan orang lain Bryan!”

Ini bukan hanya masalah aku mencintai Rama. Tapi aku sudah menikah dengan Adam. Walaupun lebih pada paksaan tapi dia suamiku.

“Kita tidak boleh menikah.”

Why?”

“Aku sudah menikah dengan orang lain.”

“Siapa?”

It’s complicated, but I am married.”

“Bagaimana mungkin? Tidak ada orang lain yang mendekatimu selain aku.”

“Seseorang di Indonesia. Seseorang yang kutemui waktu aku ke Jogja.”

 “Rama? Bukannya kamu tidak menemukannya?”

It’s too complicated.”

Tell me.”

Aku mengulang semua cerita yang ada di kepalaku. Bryan mendengarkan dengan seksama.

 

“Kita tidak boleh menikah, aku istri orang Bryan.”

Aku mengakhiri ceritaku dengan kalimat perlahan itu. Bryan memelukku. Air mataku membasahi dadanya.

“Aku mencintaimu Liz.”
I love you too Bryan, but in a different way.”

I don’t know how to tell everyone about this. They will not believe us.”

“Tapi kamu percaya sama aku kan?”

Always Liz, always.”

Bersambung…

Related Posts

Nekad [Bagian 8]
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).