Langsung ke konten utama

Nekad [Bagian 6]


“Pernah ke Borobudur?”

Aku menggelengkan kepalaku. Adam terlihat antusias ingin mengajakku jalan-jalan. Sudah dua hari aku hanya menangis di kamar. Dia setiap hari mengunjungiku. Membawakan makanan yang terkadang tidak aku makan.

“Kamu harus tahu kita hanya bisa menunggu. Berdoalah agar kita segera selesai dari masalah ini.”

“Aku hampir gila. Jika kamu tahu itu rasanya bagaimana!”

“Magelang, naik sepeda motor, Borobudur.”

Aku sudah berada di belakang Adam dengan sebuah helm melindungi kepala. Beberapa kali aku harus berpegangan pada bahu Adam agar tidak jatuh. Dia sama sekali tidak memperlambat laju sepeda motornya.

Perlahan aku merasakan tangannya menarik tanganku dalam kegelapan. Angin dingin menerpa kulitku. Dia melingkarkan tangan kiriku di pinggangnya.

“Jangan sampai lepas. Aku tidak ingin ada yang hilang lagi.”

“Tapi…”

“Secara hukum dan fisik aku suamimu. Kamu berhak mendapatkan perlindungan dariku.”

Aku segera menggerakkan tangan kananku untuk memeluk pinggangnya secara utuh. Air mataku berderai dan membasahi punggung jaketnya. Aku beruntung masih dipertemukan dengannya. Bagaimana jika aku sendirian di sini? Apa yang akan terjadi denganku?

“Malam ini kita menginap di sini. Besok pagi kita ke Borobudur.”

Adam membuka jaketnya dan menggantungkannya di pintu. Aku terhenyak. Maksudnya kami akan tidur di penginapan ini satu kamar?

“Aku pikir kita bisa menyewa dua kamar.”

“Tidak ada lagi yang tersisa. Aku bisa tidur di sofa.”

Adam meraih bantal dan selimut di ranjang dan mengatur sofa untuk tempat tidurnya malam itu. Aku pun segera tenggelam di ranjang. Perjalanan selama dua jam tadi cukup menguras tenaga.

Aku membuka mataku karena kaget mendengar guntur yang menggelar. Ternyata aliran listrik terputus. Kamarku gelap seketika. Aku langsung turun dari ranjang dan berjalan sambil berpegangan ke dinding. Kakiku tersandung sofa. Kusentuh Adam yang tidur dengan nyenyaknya.

“Adam.”

“Mhhhhmmmhhh.”

“Aku takut, ada guntur.”

“Aku kan ada di sini.”

Adam akhirnya duduk dan menarik tanganku. Aku ikut duduk di sampingnya.

“Masih takut?”

“Iya.”

“Tidurlah aku akan menjagamu.”

Adam menggandengku ke ranjang. Aku masuk lagi ke dalam selimut. Adam duduk di pinggir ranjang.
Cahaya matahari yang menelusup dari balik ventilasi menerpa wajahku. Aku terbangun karena pipiku terasa panas. Aku menggeliat. Mataku menemukan Adam di sebelahku. Tertidur dengan nyenyaknya. Lengannya melingkar di kepalaku. Aku mendengar dengkuran halusnya dibarengi udara hangat yang menghembus.

“Hmmmhhh… sudah pagi ya?”

Aku merasakan pipiku memanas. Sebelumnya tidak pernah ada yang menemani tidurku sedekat ini. Debaran jantungku memompa darahku hingga naik ke ubun-ubun. Aku langsung bangkit dari ranjang.

“Aku harap kita bisa pulang hari ini.”

Aku tidak berani menghadap Adam. Ada yang salah denganku.
“Iya, subuh tadi temanku mengabarkan dompetmu telah ditemukan.”

Aku tak mendengar perubahan pada suara Adam. Dia tidak merasakan sesuatu?

“Mandilah, aku mau cari bensin dulu.”

Dia menghilang. Aku terduduk di sofa. Adam benar-benar mencarikan dompetku? Seseorang yang baru kukenal beberapa hari sedemikian keras membantuku. Kenapa?

Dompetku ditemukan? Itu artinya aku bisa pulang? Aku bisa kembali? Tapi kenapa aku malah merasakan kesedihan jika harus pulang?

Bersambung


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Video dan Lirik Lagu Kamil Onte ft taZki Acapella - Yok Idop Sehat

Musik adalah bahasa yang universal. Lewat lagu kita bisa menyampaikan banyak hal. Tidak hanya mengumandangkan cinta dan lara. Tapi juga nasihat-nasihat baik yang berguna bagi banyak orang terutama masyarakat di sekitar kita. Seperti lagi Yok Idop Sehat ini yang memang dibuat untuk menghimbau orang supaya menjalani hidup yang sehat. Lengkap dengan tips yang bisa kita lakukan untuk menjalankannya.  Lagunya tidak hanya menghibur namun juga bisa untuk mengingatkan kita bagaimana hidup sehat yang seharusnya. Bukankah kesehatan adalah segalanya. Tanpa kesehatan kita tidak bisa beraktivitas dan produktif. Yok idop sehat. Yok Idop Sehat Hei buda' buda', saye punye cerite Cerite tentang hidup sehat bagaimane Rajin olahraga stamina tetap terjage Ayok kite semue jadi warge sehat sentose.. . Reff : Makan buah & sayuran dan cek kesehatan Jangan sampai kite saket kedolo'an Marilah kite terapkan same-same Agar kite tetap sehat semuenye Diri saye

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs