22 September 2011

Nekad [Bagian 5]

Cerita sebelumnya......


Aku butuh Bryan saat ini. Tapi ponselku tertinggal di penginapan. Aku benar-benar kalut. Ijab itu meluncur begitu saja dari mulut Adam. Tidak butuh waktu lebih dari 2 menit untuk dia menyelesaikannya.

Sah! Menggema di beberapa sudut ruangan sempit itu. Jika aku punya pilihan, aku ingin kabur dari sini sesegera mungkin. Bryan benar! Aku terlampau gila untuk datang ke sini. Harusnya aku sabar menunggu.
***
Aku duduk di pinggir ranjang. Adam berdiri dengan menempelkan tubuhnya ke dinding. Aku tahu dia menatapku dalam. Sekarang maunya apa?

“Aku harus kembali ke Melbourne. Apa yang aku cari tidak ada di sini.”


“Iya, itu hak kamu. Aku tidak akan menghalangi.”

Aku memegangi kepalaku. Berdenyut-denyut. Sakit. Aku lelah. Lelah pikiran. Lelah hati. Berimbas pada lelah fisik yang membuatku pusing. Aku tak mampu lagi untuk menceritakan semuanya pada Bryan. Dia akan marah besar. Dia akan menyalahkanku sehabis-habisnya.

 
Aku meraih tasku dan mulai memasukkan barang-barangku. Tanganku terhenti sejenak. Ada sesuatu yang hilang. Aku membongkar dan mengeluarkan semua isinya. Pasporku lenyap! Bagaimana ini? Semua tanda pengenalku. Bahkan ponselku. Aku beruntung sempat mengamankan dompet berisi kartu kredit dan ATM.

“Aku tidak bisa pulang.”

“Kenapa?”

“Barang-barangku hilang. Paspor, tanda pengenal, dan surat-surat penting lainnya lenyap.”

Aku bingung harus bagaimana. Aku hanya bisa menangis.

“Jangan menangis.”

“Menurutmu aku harus bagaimana?”

 
“Tenangkan pikiranmu. Aku akan mencari tahu siapa yang mengambilnya.”

Bersambung….


Related Posts

Nekad [Bagian 5]
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).