22 September 2011

Nekad [Bagian 4]

Cerita sebelumnya....


Ketukan terdengar lagi di pintu kamarku. Dengan kasar kuhapus air mata di pipiku. Membukanya perlahan. Adam langsung menyerbu masuk. Wajahnya panik. Dia langsung mengunci pintu kamar.

Hey, what’s wrong with you?”

“Mereka datang. Mereka pasti membuntuti kita semalam. Cepat kenakan pakaianmu!”

Is that an order? Bagaimana caranya aku ganti baju kalau kamu ada di sini.”

“Ganti di kamar mandi, cepat!”

“Ada apa sih?”

“Forum Pemberantas Maksiat pasti mengikuti kita semalam. Mereka ke sini. kita harus pergi.”

“Salah kita apa?”

Brakkkk!

Belum sempat Adam menjelaskan apa pun, pintu kamarku didobrak dengan keras. Belasan, mungkin puluhan laki-laki dewasa dengan pakaian putih-putih berdiri di sana.

***

Aku dan Adam dibawa dengan mobil oleh rombongan laki-laki yang tadi mendobrak pintu kamar penginapanku. Aku tidak tahu akan dibawa kemana. Adam terlihat pucat.

“Kamu tahu kita akan dibawa kemana?”

“Mau dengar berita baik atau buruk?”

Good news!”

“Kita beruntung tidak ditelanjangi dan diarak keliling Sarkem.”

“Mereka sinting?”
Aku menekan suaraku hingga menjadi bisikan. Jangan sampai mereka mendengar ucapanku.

“Mereka tidak sinting tapi anarkis, tidak dihari Jumat. Jadi kita aman dari kekerasan fisik. Berita buruknya kita akan ke KUA.”

That’s good news for me.”

“Aku belum selesai. Kita akan dinikahkan di sana.”

“Kenapa kita harus menikah di sana?”

“Aku pikir pertanyaannya adalah kenapa kita harus menikah?”

“Oh iya, kenapa kita harus menikah?”

Otakku membuntu seketika.

“Kamu tahu artinya ditangkap basah?”

“Aku belum mandi, bagaimana mungkin aku basah?”

“Liz, mereka menganggap kita telah melakukan maksiat di penginapan itu. Jadi mereka akan memaksa kita untuk menikah.”

“Mereka tidak punya bukti apa-apa.”

“Mereka menemukan kita berdua di kamar, kamu hanya dengan handuk, apa itu bukan bukti paling kuat?”

“Mereka tidak bisa melakukan ini. Aku tidak mau menikah!”

Bersambung….


Related Posts

Nekad [Bagian 4]
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).