21 September 2011

Nekad [Bagian 3]

Cerita sebelumnya.....


Beberapa menit menumpang dengan laki-laki yang kukira tukang ojek tadi membuat aku mengetahui namanya. Adam. Sebenarnya bukan tukang ojek. Dia hanya sedang lewat sehabis membeli nasi makan tengah malamnya. Dia melihatku dikejar di Sarkem alias Pasar Kembang tempat prostitusi yang sangat terkenal di Jogja. Satu-satunya orang yang baru tahu itu mungkin aku.

“Penginapan ini aman dan murah, dekat dengan Malioboro.”

Aku pikir tempat ini lumayan. Harganya hanya Rp50.000 per malam. Adam mungkin sudah terbiasa membawa turis ke sini.

Aku merogoh kocekku. Mulai dari celana hingga jaket. Dompetku pasti jatuh waktu aku berlari tadi. Semua uang tunaiku ada di sana. Beberapa ratus ribu yang sudah aku persiapkan untuk penginapan. Untungnya dompet yang berisi kartu penting ada di dalam tasku. Shit!

“Terima kartu kredit?”

Wajah karyawan penginapan itu sejenak berubah tidak ramah. Apakah aku terlihat seperti perempuan yang baru lari dari rumah dan tidak mampu membayar kamar penginapannya?

Adam mengeluarkan selembar lima puluh ribuan dan menyerahkannya padaku.

“Jangan, aku pikir di sekitar sini pasti ada ATM.”


“Besok aku akan datang untuk menagihnya.”


Ragu-ragu aku menerima dan membayarkannya.

“Besok, jam 9.”

Jlagranlor Penginapan Dewi Rahayu.

Aku terbangun ketika terdengar ketukan di pintu kamarku. Buru-buru aku bangkit. Merapikan rambutku dengan karet yang aku temukan dan menyibakkan gorden. Adam! Pastinya dia sudah wangi. Hmmmmppphhh!

Perlahan aku membuka pintu dan menyembulkan sedikit wajahku.

“Apakah aku terlihat seperti seorang rentenir yang akan menagih hutang?”

Yeah, you are!”

“Tidak perlu terburu-buru, aku hanya ingin memastikan kamu baik-baik saja.”

“Tentu saja aku baik. Memangnya orang dari Sarkem itu mau menyusul ke sini?”

“Siapa tahu.”

Adam mengangkat bahunya.

“Baiklah, sekarang aku mandi dulu. Nanti kamu bawa aku ke ATM terdekat. Bisa?”

“Siap! Aku tunggu di lobi.”

Aku mengatupkan kembali kamarku dan menyambar handuk. Segera melilitkannya ke tubuh setelah melepaskan pakaianku. Tapi mataku tertumbuk pada ponselku yang tergeletak di meja. Aku rindu pada Rama. Aku ingin tahu apa yang ditulisnya hari ini.

21 September 2011

Aku jatuh cinta pada seorang perempuan. Seseorang yang kenali tulisannya melalui blognya beberapa bulan ini. Seseorang yang rasanya menjawab semua pertanyaan yang ada di dalam kepalaku. Padahal aku berharap aku tidak mengenal cinta dalam waktu dekat ini. Aku hanya bisa berdoa tapi Tuhan menjawab doaku dengan cara yang sangat istimewa. Dia membiarkan cinta itu menghinggapiku. Ketika aku menikmati cinta itu aku sadar ternyata dia telah menjadi milik orang lain. Seseorang yang telah lebih dulu hadir dalam hidupnya. Aku rindu pada tulisannya yang merekatkan mozaic di dalam hidupku. Tapi sekarang dia sibuk mempersiapkan pernikahannya dengan lelaki yang ia cintai dan itu bukan aku.


Aku kemudian bertanya, kenapa aku diberikan cinta jika demikian adanya?
 
Ponselku hampir saja jatuh ke lantai diiringi derai air mataku. Aku jauh-jauh datang dari luar negeri untuk meminta jawaban untuk semua pertanyaan itu ternyata harus menerima kenyataan bahwa Rama mencintai orang lain. Bryan benar! Aku telah gila! Aku harus kembali. Secepatnya.

Bersambung….


Related Posts

Nekad [Bagian 3]
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).