30 September 2011

Nekad [Bagian 14, Tamat]

Cerita sebelumnya....

Melbourne.
Aku memegangi tangan Bryan erat-erat. Semua mata menatap kami berdua. Aku tahu aku pasti terlihat sangat cantik dengan gaun pengantin yang sekarang aku kenakan. Bryan juga terlihat sangat tampan.

Gambar dari sini.

“Liz senyum…” Ayah memanggilku lembut.

Bryan menggandengku. Kami menatap kamera yang dipegang ayah sambil tersenyum.

“Bagaimana rasanya?” Bryan membisikiku.

“Aku masih tidak yakin dengan keputusan kita kali ini, apakah memang ini yang seharusnya kita ambil atau bukan.” Aku balas berbisik.

“Aku rasa ini adalah jalan yang terbaik Liz.”

“Tapi kamu harus janji tidak akan mengulangi perbuatanmu yang menyebalkan itu ya?”

“Janji Tuan Putri Liz.”

I love you, Bryan.”

I love you too.”

As a friend?”

As a best friend, Liz.”

Adam berdiri di belakang ayah dengan sebotol minuman. Aku segera melangkah ke arahnya.

“Bagaimana?”

“Melelahkan. Tapi akan segera berakhir. Bryan yang bertanggung jawab jika aku sampai sakit. Dia yang memilih kontrak pakaian pengantin yang ini.”

“Dia memilih yang tepat, kamu terlihat cantik sayang.”

“Benarkah?”

“Perempuan yang menjadi istriku akan selalu menjadi orang yang tercantik di dunia.”

Aku langsung memeluk Adam. Dia selalu bisa membuatku malu.

Here we are…

“Pelukannya bisa dilanjutkan di rumah? Kalian membuat ruangan ini jadi panas.” Bryan berdehem.

Jealous?”

Bryan mengangkat bahu dan aku tahu dia cemburu.

“Hari ini kita?” Adam membuat perhatianku teralih dari Bryan yang sibuk merapikan bajunya. Dia sudah berganti pakaian sejak tadi.

“Menulis?”

“Di kamar, berdua, tanpa gangguan siapa pun?”

“Kalau tanpa gangguan aku harus minta Bryan membawa ayah keluar.”

“Boleh?”

As your wish.”

Related Posts

Nekad [Bagian 14, Tamat]
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).