Nekad [Bagian 12]


Plakkk!
Aku melayangkan tangan kananku ke pipi kiri Adam. Beberapa detik kemudian pipinya memerah. Hadiah karena telah menciumku.

“Kamu tidak berhak menyentuhku.”

“Aku berhak melakukan apa saja, kamu istriku.”

Sekali gerakan saja, aku sudah menjadi tawanannya. Adam berada di atas. Aku terlentang di bawah. Kedua tangannya menahan tanganku.

“Lepaskan aku!”

“Aku tidak akan pernah melepaskanmu. Selamanya kamu adalah istriku. Ingat itu.”

Aku berontak dengan tenaga yang tersisa. Adam meninggalkanku begitu saja.

***

Aku tersedu sendirian. Bagaimana sekarang? Aku tidak bisa pulang. Aku tidak mau menikah dengan Bryan. Aku juga tidak mungkin menikah dengan Rama. Aku istrinya Adam. Hanya Adam yang bisa membuatku bebas memilih jalan mana yang bisa kulalui.

Aku menatap kertas yang bertuliskan alamat rumahnya Rama. Apakah dengan menemuinya aku bisa mengubah kenyataan? Mungkin setidaknya aku bisa mengatakan yang sebenarnya. Aku masih bisa menyatakan isi hatiku yang sebenarnya untuknya.

Jalan Jogokariyan 26

Aku menatap rumah yang bertuliskan angka 26. Becak yang membawaku berhenti tepat di depan pagar. Kakiku bergetar saat aku melangkah masuk ke halaman. Seorang perempuan separuh baya menyambutku.

Gambar dari sini.

“Cari siapa, Nak?”

“Rama, saya mencari Rama.”

“Rama ada di halaman belakang, yuk.”

Aku mengikuti langkah perempuan yang menurut tebakanku adalah ibunya Rama. Beberapa kali Rama menulis tentangnya.

“Nak, ada temanmu yang datang.”

Aku menatap punggung laki-laki yang sedang sibuk menyelesaikan lukisannya. Aku tak pernah tahu Rama suka melukis. Setahuku dia hanya suka menulis. Gila tepatnya karena menulis seakan-akan menjadi hal yang paling utama dalam hidupnya.

“Siapa?”

Laki-laki itu membalikkan tubuhnya. Sekarang aku bisa melihat wajahnya dengan jelas. Wajah yang selama ini menjadi satu misteri bagiku. Aku ternganga. Bukan hanya karena melihat wajahnya tapi aku juga menemukan wajahku yang disusun menggunakan cat lukis terpampang nyata di kanvas ukuran besar di sana. Aku yakin aku mengenali wajah laki-laki ini.

 

“Adam?”

Bersambung…
Share:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

Designed by OddThemes | Distributed by Blogger Themes