Langsung ke konten utama

Nekad [Bagian 11]



Aku meletakkan selembaran uang lima puluh ribuan dan meraih kunci kamar. Laki-laki yang menjaga penginapan itu menatapku. Ia tahu aku ingin menanyakan sesuatu. Aku mengeluarkan selembar foto dari saku jaketku.

“Aku mencari laki-laki ini.”

Aku hanya punya foto itu untuk menemukannya. Foto pertama dan terakhir yang sempat kami ambil bersama.

“Adam?”

“Kamu kenal dia?”

“Dia sering ke sini, dia juga sering ke Malioboro.”

“Bisa saya minta alamatnya atau nomor ponselnya?”

“Saya tidak tahu alamatnya apalagi nomor ponselnya. Tapi dia selalu ada di Malioboro jika sudah tengah malam.”
***

Aku berbaring di ranjang. Menelentang. Menerawang langit-langit kamar yang baru saja kusewa. Masih beberapa jam menuju waktu tengah malam. Aku harus berani buat meminta Adam menalakku. Pernikahan ini tidak perlu ada. Toh dia tidak mengenalku sama sekali begitu juga denganku. Pernikahan ini tidak akan memberikan makna apa-apa dalam kehidupan kami. Dia pasti tidak masalah apabila menceraikanku. Harusnya sebelum pulang kemarin aku memintanya untuk melakukan itu. Sehingga aku tidak perlu mencarinya lagi.

Pukul 11.36 malam. Semoga Adam sudah berada di Malioboro. Aku segera naik becak yang disediakan penginapan untuk disewa. Aku pikir sekarang aku lebih aman. Aku tidak perlu takut lagi dengan orang yang berpapasan denganku. Apalagi aku tidak berniat ke Sarkem.

“Adam?”

Aku menghampiri seorang laki-laki yang baru saja akan menstarter sepeda motornya. Aku kenal sekali dengan sosoknya.

“Liz. Kapan kamu sampai?”

Adam langsung memelukku.
***
Aku terdiam di pinggir ranjang. Tangan Adam menggenggam jemariku erat dan hangat.

“Aku tidak tahu harus mulai dari mana, ini sedikit gila, tapi aku pikir aku mencintaimu.”

“Bagaimana mungkin?”

“Aku rasa aku harus menemui orang tuamu. Kita harus mulai dari awal.”

“Adam, aku datang bukan untuk membicarakan ini.”

“Lalu apa?”

“Pernikahan kita adalah kesalahan. Harusnya kita tidak menikah. Bukan begini harusnya.”

Gambar dari sini.

“Aku akan perbaiki, kita bisa menikah ulang. Sejak kamu pergi aku sudah yakin ingin menikahimu
dengan selayaknya. Seperti pernikahan orang lain. Lamaran. Ijab kabul. Resepsi.”

“Aku mencintai orang lain, aku ingin menikah dengannya. Kita harus bercerai.”

“Tidak bisa! Aku bukanlah seseorang yang menyepelakan pernikahan. Pernikahan bukan mainan Liz.”

“Pernikahan kita kesalahan. Sekarang kita perbaiki.”

“Apa kamu percaya Tuhan?”

“Maksudmu apa?”

“Ketika Tuhan memberikan jalan pernikahan untuk kita berdua bagaimanapun caranya, itu tetaplah sebuah pernikahan Liz.”

“Aku tahu itu pernikahan, tapi tidak memberikan manfaat apa-apa untuk kita.”

“Aku ingin kamu belajar mencintaiku Liz.”

“Tap…”

Gambar dari sini.

Adam menutup mulutku dengan bibirnya. Aku tak sempat menghindar.

Bersambung…


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Video dan Lirik Lagu Kamil Onte ft taZki Acapella - Yok Idop Sehat

Musik adalah bahasa yang universal. Lewat lagu kita bisa menyampaikan banyak hal. Tidak hanya mengumandangkan cinta dan lara. Tapi juga nasihat-nasihat baik yang berguna bagi banyak orang terutama masyarakat di sekitar kita. Seperti lagi Yok Idop Sehat ini yang memang dibuat untuk menghimbau orang supaya menjalani hidup yang sehat. Lengkap dengan tips yang bisa kita lakukan untuk menjalankannya.  Lagunya tidak hanya menghibur namun juga bisa untuk mengingatkan kita bagaimana hidup sehat yang seharusnya. Bukankah kesehatan adalah segalanya. Tanpa kesehatan kita tidak bisa beraktivitas dan produktif. Yok idop sehat. Yok Idop Sehat Hei buda' buda', saye punye cerite Cerite tentang hidup sehat bagaimane Rajin olahraga stamina tetap terjage Ayok kite semue jadi warge sehat sentose.. . Reff : Makan buah & sayuran dan cek kesehatan Jangan sampai kite saket kedolo'an Marilah kite terapkan same-same Agar kite tetap sehat semuenye Diri saye

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs