29 September 2011

Love Story: Behind The Scene “Nekad”


Akhirnya selesai juga cerbung yang membuat beberapa teman menjadi galau di twitter. Tapi endingnya besok ya teman-teman. Ah itu semua cukup membuat saya semangat dan ge-er. Saya tidak pernah menyangka saya berhasil menyelesaikannya. Terima kasih buat semua pembaca yang menyempatkan diri untuk membaca cerbung yang saya buat untuk menyelesaikan cinta saya yang bertepuk sebelah tangan. Saya wujudkan di cerbung sebagai cinta yang berakhir bahagia untuk melegakan luka hati saya.


Terima kasih buat @rizkirahmadania yang setiap hari menagih lanjutannya. Tapi memberikan cerbung yang belum ada endingnya itu seperti memberikan semangkuk air laut pada orang yang kehausan. Alih-alih menghilangkan hausnya, saya malah membuat orang itu lebih haus lagi.


Lalu buat @arr_rian, Ketty Husnia, Dhenok, @anoisme, thekupu, dan semuanya yang menyempatkan diri buat mampir dan meninggalkan jejak di kolom komentar khusus cerbung ini.

Seakan menganggap Nekad ini sebuah film, saya memutuskan untuk berbagi behind the scene-nya. Walaupun banyak yang bilang judulnya tidak sesuai, tapi diawali dengan sebuah kenekadan akhirnya selesailah ceritanya.

Baiklah, saya memang jatuh cinta dengan seseorang yang sampai hari ini saya tidak pernah tahu rupanya seperti apa. Tapi ternyata dia mencintai orang lain. Tulisan yang dia publish di blognya membuat saya jatuh cinta. Kadang membuat hati saya berbunga-bunga, terkadang juga membuat saya termotivasi dalam menjalani kehidupan ini.

Beberapa minggu yang lalu, saya meminta dia menjual bukunya kepada saya, dia meminta bayarannya sebuah buku yang saya tulis juga. Memamah Jantungmu. Entah apa pendapatnya mengenai tulisan saya yang masih mentah itu. Kemudian saat buku saya sampai saya sadar satu hal setelah membaca blognya. Dia jatuh cinta. Tapi bukan pada saya. Ya iyalah, siapa saya coba?

Saya bingung ingin menggalau di mana. Jadi di sinilah semuanya terlampiaskan. Melalui 14 bagian cerita Nekad. Saya menuntaskan kegalauan saya. Inilah bahasa cinta saya untuknya.

Kemudian saya ingat dengan satu tulisan Mbak Tarry. Tak Kenal HP dan Internet. Bayangkan tahun demi tahun cinta dua insan yang sekarang sudah menikah itu ternyata bisa menyatu padahal susah sekali untuk berkomunikasi. Berbeda cinta saya terhadap seseorang itu. Saya tahu nomor hapenya tapi tidak bisa menelpon. Saya juga tahu e-mail dan blognya tapi tidak pernah sekali pun bisa mendapatkan rupanya seperti apa.

Dua hati yang memang ditakdirkan untuk menjadi satu dengan ketentuan Allah, ternyata tidak kalah dengan ketiadaan teknologi yang mendukung. Padahal sekarang banyak orang yang pacaran dan merencanakan pernikahan harus berpisah karena hape dan internet.

Sms dari lawan jenis untuk kekasihnya bisa membuat cemburu berkepanjangan. Apalagi jika ada yang mesra mengirim pesan di facebook atau sekadar mention di twitter. Hal-hal sepele yang diakibatkan oleh kemajuan teknologi seakan-akan menjadi api dalam sekam. Bisa jadi tanpa adanya hape dan internet membuat kepercayaan menjadi sesuatu yang mutlak dalam hubungan Mbak Tarry dan suami tercinta.

Saya ingin sekali bisa seperti itu. Tapi terkadang keinginan memang tidak sesuai kebutuhan. Saya hanya dapat meyakinkan diri sendiri bahwa cinta belum datang dalam kehidupan saya karena saya belum membutuhkannya untuk melanjutkan kehidupan saya. Bagaimana denganmu?

NB: Foto-foto yang saya gunakan adalah foto-foto yang saya ambil dari beberapa sumber. Satu hal yang mengikat semua foto itu adalah serial Roswell yang sempat membuat saya terpesona pada Alex yang menjadi gambaran tokoh Adam.

Artikel ini diikutsertakan dalam Giveaway Cinta Antara 2 Negara yang diadakan oleh Mbak Tarry.



Related Posts

Love Story: Behind The Scene “Nekad”
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).