17 September 2011

[kontes] A Writer Is A Fighter


Ishhh kakak nih, judulnya sok-sok englesh gitu yak! Mengambil rima dari kalimat tersebut sih. Kayaknya keren.

Baiklah ini kontes lagi yang harus saya penuhi secepatnya karena kalau tidak akan membuat saya dikejar-kejar deadline. Mohon maaf apabila hampir semua postingan minggu ini ngontes.

Perubahan. Apabila mendengar satu kata ini kita tahu kita mengalaminya setiap hari. Baik itu kecil atau besar. Kita berubah secara tidak sadar. Entah kita yang mengubahnya atau kita diubah oleh orang lain.
 
Saya pikir saya banyak berubah semenjak rajin menulis di blog (beberapa bulan terakhir ini, bentar lagi 5 bulan) dan berinteraksi dengan blogger yang lain. Di dunia nyata saya memang lebih banyak berinteraksi dengan orang yang sama setiap hari. Tidak banyak perubahan yang terjadi sebelum saya menjadi seseorang yang saya pikir bisa disebut blogger.

Blogger-blogger yang saya kenal secara tidak langsung telah memberikan perubahan terhadap diri saya pribadi. Misalnya dengan membaca curahan hati seseorang yang sedang resah dan mengalami musibah. Saya yang dulunya kurang bersyukur dengan apa yang saya miliki sekarang sudah mulai bisa menerima keadaan hidup saya.

 
Kadang membaca beberapa postingan dari blogger yang saling menghujat dengan kasarnya. Saya kemudian sadar, ini juga bisa kita alami di dunia nyata. Tidak menutup kemungkinan bahwa postingan yang negatif membuat kita jadi positif. Kita jadi belajar cara untuk berinteraksi dengan orang lain. Belajar menimbang, apakah ini baik? apakah itu buruk?

 
Saat membaca dan menulis kita sudah mengikuti peran kita masing-masing. Ketika menulis kita menyuguhkan apa yang ada dalam kepala kita kemudian kita juga menjadi pembaca di blog orang lain dan itu seperti menjalani posisi orang yang mampir ke blog kita. Membaca postingan dan menjadikannya cerminan akan memberikan perubahan yang sangat banyak dalam kehidupan nyata saya.

Bayangkan saja, di dunia maya sikap seperti ini akan memberikan dampak ini. Begitu juga dengan sikap itu akan memberikan dampak itu. Apalagi di dunia nyata. Banyak yang telah diajarkan oleh teman-teman blogger. Terutama soal kesabaran.

 
Semua komentar yang masuk di blog saya juga menjadi pelajaran yang sangat berharga. Kritikan dan pujian datang silih berganti. Ketika mendapatkan kritikan saya berusaha membahasnya secara langsung di twitter atau facebook agar lebih nyaman. Emosi bisa jadi akan membuat kritikan itu menyakitkan, tapi saat saya menyaringnya, saya sadar beberapa kritikan itu datang untuk membuat saya berubah. Berubah ke arah yang lebih baik.

Saya mencoba melupakan sejenak istilah: “My blog is my rule.”

Pembaca saya berhak meminta saya melakukan suatu perubahan dan hak saya pula untuk melakukan perubahan atau membiarkan saja permintaan menguap.

“Tanpa pembaca, penulis bukan siapa-siapa.”
Semua tulisan itu mengajarkan saya satu sikap yang sulit diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. SABAR. Saya bukanlah orang yang bisa sabar sebenarnya. Lebih ke arah menahan diri sejenak. Marah-marah dengan cara sendiri. Menumpahkan kesal tanpa melibatkan orang lain. setelah itu baru kembali ke blog ini dan mencerna semuanya.

 
Buat saya semua penulis di buku mayanya adalah pejuang. Sadar atau tidak sadar ada sesuatu yang kita perjuangkan melalui tulisan kita. Tanpa kita tahu, tulisan kita bisa membuat pembaca membuat perubahan dalam hidupnya. Bisa ke arah yang lebih baik. Bisa ke arah yang lebih buruk. Keputusan selalu di dalam tanganmu. Tulisan apa yang akan kamu berikan pada mereka.



Related Posts

[kontes] A Writer Is A Fighter
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).