Langsung ke konten utama

Rugi: Iri dengan Saya dan Sedikit Award Honeylizious


Tidak dapat kita pungkiri di dunia ini ada orang yang suka dan ada yang tidak suka dengan kita. Semua hal yang berkaitan dengan diri kita terlihat salah atau menurut mereka kita selalu salah. Sejak pertama lahir ke dunia ini saya sudah sangat terbiasa dengan keadaan direndahkan oleh orang di sekitar saya. Urat dihina saya sepertinya sudah hampir putus saking terbiasanya. Bahkan saya tidak menganggap hinaan tersebut akan mempengaruhi kualitas hidup saya.

Saya hanya terkadang kasihan dengan orang yang terus-menerus merendahkan saya. Sampai sekarang pasti selalu ada orang yang bersikap demikian sinis dengan saya. Apakah memang sedemikian banyak hal yang harus diirikan pada diri saya? Seandainya mereka tahu sebenarnya tentang kehidupan saaya, saya yakin tidak akan ada satu orang pun yang berhak untuk iri dengan keadaan diri saya. Saya sama sekali tidak pantas untuk menjadi seseorang yang pantas diirikan.

Kenapa?


Kita mundur puluhan tahun dulu untuk melihat kehidupan masa kecil seorang gadis yang sekarang telah berusia dua puluh lima tahun. Di sebuah desa yang kecil dan belum ada listriknya lahirlah seorang bayi perempuan yang hitam dan gendut. Nama kecilnya Listia. Kondisi keuangan dan psikologis keluarganya tidak stabil sehingga dia dititipkan di rumah nenek dan kakeknya.

Masa kecil harus dilewati dengan siksaan psikologis yang tidak menyenangkan dari saudara kandungnya sendiri yang lebih tua. Ditampar, dijambak, dan dilukai dengan pisau sering dia alami.

Diusianya yang masih sangat muda dia tidak menjalani masa kecil yang sehat seperti anak-anak lainnya dan merasa lebih nyaman di dalam keluarga neneknya. Membesar dengan kasih sayang seorang kakek yang sangat mencintainya.

Kelas tiga sekolah dasar dia mulai tahu apa yang dia inginkan dalam hidupnya. Dia ingin menjadi penulis. Dia merasa dia bisa menulis dongeng dan cerita fiksi lainnya. Mulailah dia berlatih dengan menulis di buku-buku pelajarannya. Semua buku tulis yang dia miliki selalu terdapat cerita dongeng atau sekadar catatan hariannya.

Di saat anak-anak lain menikmati masa kecil bersama kedua orang tua dan saling menyayangi, Listia berada di sebuah sudut gelap desa tanpa listrik bersama kakek dan neneknya. Bersekolah di sekolah negeri yang biasa kebanjiran dan sering bersekolah tanpa mengenakan sepatu karena terkadang sepatunya telah berlubang dan belum dijahit.

Semasa sekolah dasar dia mulai dididik untuk berdagang kue dan cemilan di sekolah. Pada tahun 1992-1998 selama sekolah dia hanya mengenal jumlah uang Rp100 untuk bekal jajan. Rp50 untuk membeli bubur dan sisanya membeli minum.

Apakah ada yang iri dengan Listia?

Masa sekolah menengah pertamanya menjadi masa yang berat karena ibunya harus lebih banyak menghabiskan biaya untuk sekolah kakaknya di sebuah pesantren di Pasuruan, Bangil. Beberapa tahun sekolah tanpa jajan sama sekali. Terkadang tanpa sarapan. Ibu satu-satunya tulang punggung keluarga karena selama pernikahan hingga sekarang, ayah Listia tidak terbuka hatinya untuk menafkahi keluarganya sendiri.

Sekolah menengah atas, berpisah dari seluruh keluarganya dan tinggal ngekos. Sambil bersekolah, gadis yang beranjak remaja dewasa itu kemudian bekerja di sebuah rumah sebagai tukang strika pakaian.

Singkat cerita gadis yang bermimpi menjadi seorang penyiar radio dan penulis itu pun menyelesaikan pendidikannya di sebuah sekolah menengah atas sebagai siswi kelas bahasa. Impiannya untuk masuk universitas terpaksa dia simpan setahun karena ibunya tidak punya biaya.

Setahun dia menjadi kuli di sebuah toko kelontong dan menitipkan kue di toko-toko. Menjadi perempuan yang bekerja di strata paling rendah tanpa rasa malu untuk mewujudkan cita-citanya.

Sekarang dia berhasil menjadi mahasiswi di program studi Bahasa dan Sastra Indonesia dan bekerja di sebuah stasiun radio swasta. Hingga sekarang perjuangan belum selesai. Dia memang telah berhasil mewujudkan mimpinya tapi dia tidaklah lantas menjadi orang kaya yang bisa mendapatkan segalanya.

Bukankah kesuksesan itu tidak semestinya diukur dengan uang ataupun ketenaran? Melainkan tingkat keberhasilan seseorang menjalani kehidupannya apa pun bentuknya. Orang kaya bisa dikatakan sukses apabila mampu menjadikan kekayaannya bermanfaat buat orang lain. orang miskin bisa dikatakan sukses apabila kemiskinannya tidak membuat dirinya menjadi beban untuk orang di sekitarnya.

Gadis itu sekarang telah berusia 25 tahun. Memiliki pekerjaan yang dia senangi tenggelam di dalamnya dan terseok-seok menyelesaikan kuliahnya karena harus membagi waktu antara mencari uang dan membuat analisis skripsinya. Dia sendirian di sebuah kota yang panas di Kalimantan Barat. Tanpa orang tua yang bisa menopang perekonomiannya.

Dia harus memilih satu antara kerja dan kuliah, tapi ini adalah dilema yang tidak juga terselesaikan karena ternyata dia harus menjalaninya sekaligus. Kuliah tentu saja tidak akan ia lepaskan. Pekerjaan dia butuhkan untuk bertahan hidup. Dia tak akan makan tanpa bekerja. bagaimana mungkin ia melepaskan pekerjaannya?

Disaat semua orang berbahagia bisa menjalankan puasa di tengah-tengah keluarga, dia bersyukur jauh dari kedua orang tuanya. Dia lelah menjadi bagian tidak normal. Memiliki seorang ayah yang tidak bertanggung jawab dan seorang ibu yang buta terhadap bakti kepada suami.

Keluarga broken home mungkin jauh lebih baik dari keluarga tidak normalnya. Melihat ibunya seperti pelayan di rumah yang perempuan itu bangun dengan keringatnya sendiri untuk seorang laki-laki yang ongkang-ongkang kaki minta dilayani semua keperluannya. Padahal dia tak pernah meneteskan sedikit keringat pun.

Adik bungsunya Fahd pun sekarang telah berada di Kota Pontianak bersama Listia karena dia tidak ingin adiknya membesar di lingkungan yang tidak sehat dan penuh penyiksaan baik secara psikologi dan fisik.

Apakah kehidupan saya yang seperti ini lantas wajar untuk mendapat keirian dari beberapa pihak di luar sana?

Saya menceritakan ini bukan untuk mengatakan betapa menderitanya saya, tapi saya ingin siapa pun yang mampir ke sini tahu satu hal bahwa apa pun yang mereka miliki sekarang adalah sesuatu yang terbaik untuk dirinya. Begitu juga dengan apa yang saya miliki. Tidak sewajarnya kita iri sampai menghina seseorang. Apalagi irinya sama saya yang memang dari awal hanyalah seorang perempuan hina yang tidak ada apa-apanya.

Listia yang bernama lengkap Rohani Syawaliah Listia Evita dan sekarang lebih dikenal dengan nama Rohani Syawaliah saja adalah saya. Pemilik blog ini. Tidak ada niatan di dalam diri saya untuk menyombongkan apa yang saya miliki karena memang saya memiliki sesuatu yang biasa bagi orang lain walaupun bagi saya nilainya sangat luar biasa.

Teman-teman yang membaca ini adalah orang yang beruntung dengan semua yang teman-teman miliki dan saya juga adalah orang yang paling beruntung dengan kehidupan saya yang sekarang ini. Masalah lapar dan kenyang, cukup dan kurang, bukanlah permasalahan utamanya. Tapi menjadi individu seperti apa nantinya kita dengan perut yang kenyang atau lapar itu paling pokok. Lantas apa yang akan kita dapatkan dengan kehidupan yang berkecukupan atau berkekurangan.

Ingatlah, semua yang kita miliki adalah cobaan dari yang maha kuasa. Hidup hanya sementara. Apa yang kita miliki di dunia tidak akan kita bawa mati kecuali amal dan dosa. Bersyukurlah bila mendapatkan ujian yang menyenangkan, diuji dengan kekayaan, diuji dengan ketenaran, diuji dengan prestasi yang membanggakan. Bersabarlah bila mendapatkan ujian yang menyakitkan, diuji dengan kemiskinan, diuji dengan hinaan, dan diuji dengan kerendahan strata di mata manusia.

Saya memang kuat menghadapi semua ini. Saya bisa, walaupun saya terkadang merindukan kasih sayang seorang ibu dan ayah yang normal.

Saya juga mohon maaf apabila teman-teman tidak akan menemukan satu artikel pun yang saya tuliskan untuk menceritakan tentang masa-masa bahagia saya dengan ayah saya. Karena saya bahagia apabila berada jauh darinya.

Tidak ada yang perlu didengkikan pada apa yang saya miliki, rugi iri dengan hidup saya. Saya tidak punya apa-apa yang layak untuk membuat siapa pun di dunia ini cemburu.

Hari ini saya punya 5 award yang ingin saya bagikan untuk teman-teman yang pernah mampir di sini.
1.      Award Top Komenlizious
Untuk 10 nama yang ada di dalam widget top komentator silakan mengambil award yang ini.

 
Terima kasih karena kalian semua adalah orang yang paling banyak meninggalkan komentar di sini. saya tidak tahu apa sisi yang membuat kalian betah di sini padahal di luar sana masih banyak blog lain yang lebih tenar, gaul, dan eksis. Di rumah yang sederhana ini jejak kalianlah yang terbanyak. Saya tidak bisa memberikan hadiah lain selain ini.

2.      Award Mommylizious
Buat bunda-bunda yang telah saya kenal melalui media blog ini. Inilah nama-nama bunda yang secara tidak langsung telah mengobati kerinduan saya terhadap kasih sayang seorang ibu.

 



Terima kasih banyak telah ada di sini dan mau kenal dengan saya.

3.      Award Honeylizious Friendly
Ada beberapa blog yang saya suka karena mirip dengan blog saya. Tidak menetapkan verifikasi atau moderasi komentar. Ada beberapa diantaranya yang serupa dengan tampilan blog saya, side bar kiri. ehehehe...

 
















Saya suka sekali dengan blog yang menggunakan side bar kiri. Entah kenapa.

4.      Award User Friendly
Ada lagi blog yang memang mudah diakses oleh pengunjung. Enak dibaca. Tidak berat. Tidak penuh dengan widget. Tidak pula keberatan dengan widgetnya. Bedanya hanyalah tidak menggunakan side bar kiri seperti blog saya.

 




















Saya juga suka dengan blog yang enak untuk dikunjungi. Tidak lama loadingnya dan tidak terlalu ramai dengan widgetnya.

5.      Award Friendlizious
Ini adalah award untuk siapa saja yang pernah mampir atau follow blog saya. Tidak ada persyaratan apa pun untuk menjadi teman saya. Award ini sebagai bukti bahwa telah terjadi persahabatan dunia maya antara kita. Award yang terakhir ini bisa diambil siapa saja yang sempat ke sini dan untuk teman-teman yang namanya belum tercantum di award mana pun. Buat yang namanya tercantum juga tetap boleh mengambil award yang ini karena ini award buat siapa pun yang pernah mampir ke sini.

 
Tidak ada kewajiban sama sekali untuk melanjutkan award ini. Karena award ini secara personal saya persembahkan buat teman-teman yang ada di sini. Mohon maaf apabila gambarnya sangat sederhana karena saya membuatnya dengan aplikasi yang biasa pula.

Komentar

  1. Yah begitulah, backlink dari google ini memang perlu untuk kita kejar dan kita dapatkan

    BalasHapus
  2. artikelnya sangat bagus, terima kasih telah membagi informasi tersebut

    BalasHapus
  3. Kabar Baik Untuk Para pencinta Game
    Karena di Bulan januari ini Sudah keluar Game RPG Online Terpopuler Se-Asia
    Penasarankan Game nya Seperti apa???
    Kalian bisa dilihat game nya dari link di bawah yaaa

    BalasHapus
  4. Menarik sekali, perlu saya coba ini..
    kebetulan lagi cara tentang hal ini.

    BalasHapus
  5. Mau mendapatkan pelayanan yang baik dan ramah???

    Modal Kecil bisa mendapatkan hasil yg luar biasa...

    BalasHapus
  6. Info menarik dan boleh sekali dicoba, Makasih buat infonya dan sukses selalu.

    BalasHapus

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs