Langsung ke konten utama

Makanan Enak di Piring yang Kotor


Pernahkah mampir ke sebuah rumah makan dan tempat tersebut terkenal dengan segala rupa makanannya yang enak dan lezat. Pastinya menggugah selera, apalagi buat yang sedang berpuasa. Berbagai lauk-pauk yang membuat air liur menetes pun akan berseliweran di kepala. Tapi satu hal sederhana bisa merusak hal tersebut. Piring yang kotor. Makanan yang enak itu ternyata disajikan di sebuah piring yang sama sekali tidak bersih. Selera makan Anda akan segera hilang. Saya yakin itu.

Begitu juga dengan tulisan. Sebaik apa pun tulisan Anda, seinformatif apa pun isinya, tidak akan menarik untuk dibaca apabila disajikan di ‘piring yang kotor’. Memangnya tulisan makanan? Saya tahu itu yang ada dipikiran Anda. Memang tulisan bukanlah makanan yang bisa melewati mulut kemudian meluncur ke lambung. Tapi tulisan adalah ‘makanan’ yang melewati mata kemudian masuk ke otak kita. Menjadi informasi. Bisa penting, bisa pula tidak. Jadi ketika Anda yakin tulisan Anda informatif dan bermanfaat untuk pembaca, Anda harus lihat ‘piring’ yang Anda gunakan untuk menyajikannya.


Pernahkah Anda mampir ke sebuah blog dan melihat tulisan yang sepertinya akan menarik untuk dibaca tapi kemudian Anda hilang ‘selera’ untuk membacanya. Ada beberapa hal yang mesti Anda perhatikan sebagai pemilik blog agar ‘piring’ yang digunakan tersebut tidak hanya menambah selera ‘makan’ pengunjung tapi juga menambah pengunjung setia ‘warung’ tulisan Anda.

Tulisan Anda banyak kesalahan adalah faktor yang paling pertama dan tidak bisa diubah oleh siapa pun yang berkunjung. Berbeda dengan widget yang terlampau banyak di blog Anda atau blog Anda ada lagunya. Meskipun dua hal terakhir juga bisa merisaukan pengunjung yang mendatangi blog Anda apalagi ada widget selamat datang yang berada di sudut bawah kanan atau kiri. Pernah melihat yang demikian? Banyak orang memilih untuk menutup blog dengan alasan sepele seperti itu. Karena apa? Karena mata mereka tidak nyaman untuk membaca tulisan di blog Anda.

Kuncinya adalah pemilik blog harus memanjakan pengunjungnya. Ada beberapa blog yang tidak perlu saya sebutkan satu-persatu yang memiliki lagu atau widget berlebih yang membuat saya sedikit enggan untuk berkunjung. Saya lebih memilih untuk berkunjung ke blog yang masuk kategori ini menggunakan ponsel. Lagi pula widget yang seperti ini hanya akan menambah berat blog Anda. Manfaatnya juga kurang untuk pengunjung karena tujuan utama mereka bukanlah melihat widget apa yang Anda miliki atau lagu apa yang Anda pasang di blog Anda.

Dua hal yang mengganggu tersebut bisa Anda hindari meskipun Anda hanyalah pengunjung. Misalnya dengan menggunakan tampilan ponsel atau menggunakan ireader agar tulisan yang Anda inginkan muncul dalam bentuk menyerupai microsoft word. Latar putih dan tulisan hitam. Untuk lagu Anda juga bisa mematikan speaker laptop ataupun komputer Anda. Sedikit ribet sih, tapi jika Anda tetap bisa berselancar dengan nyaman di sana.

Berbeda dengan cara penulisan yang digunakan oleh pemilik blog. Saya tahu istilah: ‘blog saya, aturan saya’. Iya memang Anda yang memutuskan untuk menulis dengan cara seperti apa. Tapi ingat aturan yang Anda terapkan akan berdampak pada pengunjung blog Anda. Jika Anda membangun blog bukan untuk berinteraksi dengan orang lain sih tidak akan menimbulkan masalah. Tapi tentunya tidak untuk blog yang bisa dikunjungi oleh siapa saja.

Penulisan seperti apa sih yang membuat pengunjung tidak nyaman? Saya pernah mampir ke sebuah blog yang ringan, tidak menggunakan widget berlebih, font blognya juga standar, dan isi blognya menarik karena memang sangat informatif untuk orang yang belum pernah berkunjung ke blognya tersebut. Sayangnya, si empunya blog ini tidak memiliki pemahaman kebahasaan yang cukup secara ejaan. Saya tidak lantas mengatakan saya sudah mahir menulis dalam bahasa yang baik dan benar serta sesuai Pedoman Ejaan yang Disempurnakan.

Saya ingin sekali bisa memberikan masukan untuk semua orang yang saya kenal blognya. Tapi saya tahu, tidak semua orang bisa menerima tanggapan yang menunjukkan kekurangannya. Ada yang dengan egois marah dan mengeluarkan kata-kata kasar kepada saya. Saya terima itu karena memang demikianlah resiko yang harus ditanggung.

Sekarang saya menuliskan di sini karena saya tidak bisa menyampaikan masukan tersebut. Saya salut dengan orang yang bisa menuliskan informasi bukan tentang kegalauannya secara terus-menerus di buku digitalnya tetapi juga tentang kejadian di sekitarnya yang bisa memberikan nuansa yang baru untuk pengunjung.

Ejaan adalah hal yang sangat sederhana tapi ketika Anda melakukan kesalahan tersebut dalam semua postingan, pengunjung akan paham bahwa itu bukanlah kesalahan pengetikan melainkan kesalahan pemahaman dari sang penulis. Ingatlah bahwa makanan seenak apa pun tidak akan menggugah selera apabila disajikan di piring yang kotor.

 
Mari kita perbaiki tulisan kita agar menjadi lebih ‘bersih’ dari kesalahan penulisan yang berasal dari kesalahan pemahaman karena buku Pedoman Ejaan yang Disempurnakan itu harganya murah dan tidak setebal novel The Lost Symbol. *kok novel itu yang disebut?*

Kita bangsa Indonesia, semahir apa pun Anda berbicara dalam bahasa asing, tidak ada kebanggaan sama sekali jika bahasa Indonesia Anda kacau. Banggalah dengan bahasa sendiri karena bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan kita. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs