Langsung ke konten utama

(GoVlog-Umum) Makanan Khas Pontianak: Aneka Dodol

Contoh ubi keribang yang biasa dibuat dodol.


Anda boleh bangga dengan negara kita yang tercinta ini, walaupun banyak juga hal buruk yang terjadi di sini sampai membuat kita jengah dan berpikir seandainya saja kita bukan lahir di Indonesia. Apakah memang menjadi warga negara lain lebih menyenangkan? Tidak ada yang tahu. Tapi memang kesalahan bukan pada negara kita tapi pada sumber daya manusia yang diamanahi negara ini. Masalah mereka tidak menjalankannya dengan baik, kita tunggu saja pembalasan yang paling adil di pengadilan Allah nantinya. *merdeka!*

Saya masih berbangga sebagai warga negara ini karena aneka makanan ada di sini dan tidak ada di luar negeri. Bahkan belum tentu makanan yang saya sebut ini akan ada di kota anda. Saya pastinya selalu menyuguhkan artikel kuliner dari Pontianak. Di sinilah saya berbahasa daerah seperti bahasanya Upin dan Ipin.


Kuliner apakah yang akan saya pamerkan sore hari ini? Saya hanya bisa berharap yang mampir tidak datang sebelum berbuka puasa. Buka puasa dulu baru baca ya teman-teman?

Saya akan memberikan pilihan aneka dodol dari Pontianak yang memang menjadi ciri khas untuk oleh-oleh Kota Khatulistiwa. Dodol ini tidak termasuk dodol durian yang dikenal dengan nama lempok. Ehehehe..
 
Apa saja sih dodol yang ada di sini?
1.      Dodol Ketan
2.      Dodol Nanas
3.      Dodol Labu
4.      Dodol Putih Telur
5.      Dodol Kuning Telur
6.      Dodol Keribang
7.      Dodol Kacang Hijau

Saya hanya ingat 7 rupa, soalnya saya kemarin tidak menyatat jenis-jenisnya. Hanya mampir sambil lihat-lihat. Harganya juga murah. Satu batang dengan berat sekitar 400 gram, dibandrol Rp25.000-Rp30.000. Saya juga tidak hapal harganya satu persatu. 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan