Langsung ke konten utama

(GoVlog-Ramadhan) Panik Tu De Max


Baiklah ini adalah kejadian yang paling tidak menyenangkan sepanjang hidup saya menjadi penyiar. Ada interview bersama Sidepony Band tapi saya sama sekali tidak tahu. Paling panik pastinya Susedtya yang memang datang dengan penampilan lumayan berantakan.


Penyiar radio memang bukanlah pekerjaan yang mengharuskan kami terlihat cantik. Siapa juga yang tahu penampilan kami saat bersiaran itu acak-acakan? Tapi karena saya mengikuti paham umat yang menyadari bahwa kita tidak pernah tahu kapan kita akan bertemu dengan jodoh kita, jadinya saya masih bisa memoles sedikit wajah ini agar tidak terlalu kucel.


 

Sidepony Band sendiri adalah band asal Pontianak yang vokalisnya pernah menjadi penyiar di Radio Volare. Susedtya sendiri sepertinya ngefans dengan grup band ini sehingga menyebabkan kepanikan yang luar biasa. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah: “Kenapa kami tidak mendapatkan kabar sama sekali pada saat jam kami bersiaran akan ada mereka?”

Ruang studio menjadi saksi kegilaan yang muncul karena kepanikan tersebut. Padahal berpuasa tapi kami tidak bisa mengendalikan diri. Awalnya hanya Susedtya yang begitu tapi akhirnya saya jadi ikut-ikutan tertular kepanikannya. Bagaimana tidak? Dia mulai berkomunikasi dengan pintu studio dengan emosi memuncak. Dia terlihat akan menggaruk-garuk dinding studio.

Saya akhirnya berinisiatif untuk mengambil peralatan make up agar wajah kami terlihat lebih bercahaya. Kesempatan kami juga masih sangat panjang, masih lebih dari satu jam waktu itu. Selama satu jam pula kami berteriak histeris di dalam studio. Panik! Banget!

Bahkan pengantar paket sempat kami kira rombongan Sidepony Band yang datang ke studio. Saya pucat. Susedtya tertawa. Ternyata saya juga panik. Masalahnya? Kami kaget tidak mendapatkan pemberitahuan untuk interview mereka dan itu menyebalkan. Lebih menyebalkannya lagi kami yang sudah pasang kuda-kuda untuk menjadi orang yang menginterview mereka harus gigit jari karena Galih yang akan siaran bareng mereka.



Berarti kami tidak perlu sepanik itu seharusnya dan itulah alasan kenapa kami tidak diberitahu tentang 


kedatangan mereka sore itu. Hih!





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs