Langsung ke konten utama

(GoVlog-Ramadhan) Panganan dari Nasi Aking

Semua orang kalau mendengar yang namanya nasi aking pasti bawaannya terenyuh atau sedih. Soalnya pasti yang terbayang adalah seorang nenek tua yang sibuk menjemur nasi bekas yang nanti bisa ditanak lagi buat dimakan. Rasanya? Saya tidak tahu karena tidak pernah makan nasi aking yang demikian.

Saya hanya tahu panganan yang sejak kecil saya makan. Sudah lebih dari 10 tahun saya tidak pernah mengonsumsinya lagi karena nenek saya juga semakin menua. Beliau sudah tidak seproduktif dulu untuk membuat panganan sagon.

 
Lantas apa kaitannya nasi aking dengan sagon?


Sagon sebenarnya berasal dari nasi aking. Nasi yang sudah dingin sisa di periuk biasanya suka dijemur oleh nenek saya. Termasuk di sana ada kerak nasi juga. Nasi yang dijemur ini tidak lantas ditanak kembali dan dikonsumsi sebagai nasi tapi dibuat panganan bernama sagon. Di kampung saya sagon adalah panganan yang disukai karena memang rasanya enak. Perbedaan nasi aking di tempat saya dengan yang fenomenal itu adalah nasi yang dijjemur nenek saya adalah nasi yang berasal dari rumah sendiri bukan nasi bekas makan yang tidak habis dimakan. Jadi nasinya masih bersih tapi dikhawatirkan akan segera basi apabila tidak diolah dengan cara menjemurnya.

 
Nasi aking yang sudah kering tadi akan disangrai kemudian dihaluskan hingga menjadi tepung. Ketika nasi aking tersebut telah halus tinggal dicampur dengan gula pasir yang berbentuk tepung pula. Apabila sudah tercampur rata siap dikonsumsi. Hati-hati tersedak saja saat menikmatinya.

 
Nasi aking ini tidak hanya bisa dibuat sagon, melainkan bisa juga digoreng setelah matang bisa ditaburi garam, jadilah kerupuk nasi. Kurang suka? Masih ada panganan lain lagi yang bisa dibuat dengan bahan dasar yang sama, yaitu putu. Nasi aking yang sudah disangrai dan dihaluskan biasanya dicampur dengan gula jawa yang cair sehingga bisa dicetak dalam cetakan kecil-kecil dari kayu. Biasanya berbentuk bunga. Adonan dipadatkan dengan menekan jempol di cetakan tersebut. putu bisa langsung dikonsumsi atau buat yang pengen putunya lebih awet bisa memanggang putu tersebut hingga berubah menjadi agak keras.

Siap dinikmati dan bisa juga sebagai panganan lebaran.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs