Langsung ke konten utama

(GoVlog-Ramadhan) Malam Takbiran *Meriam Karbit*

Takbiran? Puasa saja masih ngutang banyak tuh Tante, udah mau ngomongin takbir. Cihuy! Tapi ini penting buat kamu yang belum pernah ke Pontianak. Memang sih sebelumnya sudah pernah cerita kalau Pontianak itu artinya Kuntilanak. Hiiiiyyyyyy Tante serem ah pagi-pagi gini ngomongin kunti. Baiklah kita lewatkan saja arti kata yang memang dari awal merupakan nama hantu perempuan tersebut. Tenang, cewek-cewek di sini cantik-cantik kok. *nambahin foundation di wajah sampai leher*

Kembali ke laptop judul ya? *berharap ada adek-adek yang angguk-anggukin kepalanya* Malam takbiran adalah malam yang paling ditunggu-tunggu karena pada malam itu semesta bertasbih merayakan kemenangan yang telah dilewati selama satu bulan. Ada yang istimewa nih di Pontianak. Apa tuh Tante? Pastinya sudah kenal dengan Tantemu yang cantik ini kan? *pasang eyeshadow makin tebel*

Terus apa hubungannya Nte?

Tidak ada hubungannya secara langsung sih, tapi tahukah kamu, bahwa Tantemu yang kinyis-kinyis ini *mengutip beberapa komentar yang sempat masuk* punya informasi yang paling penting sejagat raya. Inpormesen epribadi *muncrat*.

Informasinya apa sih Tan?


Di Pontianak setiap malam takbiran ada pesta meriam karbit lo. Dilakukan di tepian Sungai Kapuas yang merupakan sungai terpanjang di Indonesia, panjangnya 1.143km. Walaupun sekarang airnya semakin butek *buru-buru bercermin* *alhamdulillah wajah saya tidak butek* ada mitos yang menarik pada air sungai ini. Entah mitos atau filosofi Tante kurang paham juga tapi sampai ada lagunya lo.

AE' KAPUAS 
(air kapuas)
Hei sampan laju (Hei perahu laju)
Sampan laju dari ilir sampai ke ulu (perahu laju dari hilir sampai ke hulu)
Sungai Kapuas
Sunggoh panjang dari dolo' membelah kote (sungguh panjang dari dulu membelah kota)
Hei tak disangke (hei tidak disangka)
Tak disangke dolo' utan menjadi kote (tidak disangka dulu hutan menjadi kota)
Ramai pendudoknye (ramai penduduknya)
Pontianak name kotenye (Pontianak nama kotanya)
Sungai Kapuas punye cerite (sungai kapuas punya cerita)
Bile kite minom ae'nye (bila kita minum airnya)
Biar pon pegi jauh ke mane (biarpun pergi jauh ke mana)
Sunggoh susah na' ngelupakannye (sungguh susah untuk melupakannya)
Hei Kapuas (hei Kapuas)
Hei Kapuas (hei Kapuas)


Nah lirik lagu tersebut memang selalu menjadi bahan pembicaraan apabila ada orang dari luar yang berkunjung ke Pontianak. Pastinya ditanya: “Sudah minum air Kapuas? Hati-hati nanti minta balik ke sini lagi lo…”
 
Buat beberapa orang bisa jadi tidak berlaku. Buat saya? Saya betah sih di sini. tapi saya tentu saja tidak minum airnya. Butek begitu ya? Tapi minum di sini tidak berarti mengonsumsi secara langsung juga sih. Intinya pernah menggunakannya karena air Sungai Kapuas adalah sumber mata air di sini. tentunya setelah melewati beberapa proses penjernihan yang tidak saya pahami. *pasang kacamata*

 
Balik ke meriam karbit, di sini meriam karbitnya dibuat dengan batang pohon yang sangat besar sehingga bunyi yang dihasilkan akan terdengar hingga jarak beberapa kilometer. Selama beberapa jam bunyi dentumannya akan meramaikan Kota Pontianak tercinta ini. *tsaaah*

 
Biasanya pemainnya akan saling beradu dengan pemain yang berseberangan dengannya. Jadi meriam karbitnya ada di kiri kanan sungai saling berhadapan. Ada yang di Jalan Tanjung Raya dan Jalan Imam Bonjol yang terpisahkan oleh sebuah jembatan tol yang berfungsi sebagai jembatan penyeberangan di sini. Biasanya setelah malam takbiran, meriam karbit ini masih digunakan dan untuk yang berminat ingin mencoba rasanya bermain meriam karbit bisa membayar harga yang ditawarkan pemiliknya.

 
Tertarik buat main? Duuuuummmmm! 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan