(GoVlog-Ramadhan) Makanan Khas Pontianak: Lempok Durian dan Tempoyak

Bercerita tentang yang namanya kuliner nusantara tidak akan pernah ada habisnya karena lagi-lagi ada jenis makanan yang belum saya bahas di blog ini. Sudah seperti duta pariwisata saja saya ini dibuatnya. Tapi saya memang suka menuliskan tentang sesuatu yang bisa jadi merupakan sebuah informasi baru buat orang-orang yang mampir ke blog ini.

 
Durian tumpah lagi di Pontianak. Untuk kesekian kalinya Pontianak dipenuhi oleh buah yang berduri ini. Jalanan Teuku Umar pun akan sangat macet pada malam hari karena banyak mobil yang berhenti dan menutup badan jalan seenaknya karena pengendaranya sibuk memilih buah durian yang dia inginkan. 


Pasar Mawar memang menjadi satu diantara banyak tempat yang dipilih oleh penjual buah durian sebagai tempat mangkal. Selayaknya sotong pangkong yang tenarnya ada di Jalan Merdeka Barat, durian juga tempat penjualan terbaiknya. Semua orang sangat familiar dengan pasar ini. Biasanya di beberapa kios ada tulisan ‘Durian Punggur’. Durian punggur memang penghasil durian selain langsat.

 
Tumpah ruahnya durian ini tentunya bisa menghasilkan dua jenis makanan khas Kalimantan Barat, Pontianak. Lempok durian dan tempoyak.

 
Lempok durian adalah satu jenis makanan yang serupa dengan dodol tapi bahan dasar utamanya adalah durian. Harumnya bukan kepalang dan lempok ini sering dijadikan oleh-oleh untuk dibawa pulang turis luar dan dalam negeri. Di sepanjang Jalan Pattimura banyak toko oleh-oleh Pontianak yang menyediakan panganan yang satu ini. Harganya bervariasai, mulai Rp70.000/setengah kilonya.

Ada lempok, ada pula tempoyak, makanan khas daerah Kalimantan Barat yang merupakan makanan yang biasanya dijadikan teman nasi. Dimasak dengan udang yang masih segar. Ada irisan cabainya. Kental, asin, sedikit manis, asam, dan gurih. Soal rasa? Saya jamin yang suka durian akan suka dengan tempoyak ini. Tapi sulit untuk membawa tempoyak sebagai oleh-oleh karena bau duriannya masih lumayan menyengat berbeda dengan lempok yang baunya tidak begitu tajam.

tempoyak

Bagaimana cara pembuatannya?


Pembuatan lempok tidak jauh berbeda dengan membuat dodol, bahan dasarnya gula dan durian. Dimasak dengan cara diaduk di tungku selama beberapa jam sehingga mengental kemudian bisa dikemas dengan kertas ketika sudah dingin atau bisa dikonsumsi.


Untuk membuat tempoyak, campurkan daging durian dengan garam dan gula secukup rasa. Kemudian letakkan di dalam tempat yang berlubang dan biarkan semalaman dengan ditutup. Ini bertujuan untuk membuang air yang ada di dalam durian tersebut. Kemudian simpan durian tersebut di dalam toples untuk dijadikan tempoyak. Agar tahan lebih lama simpan tempoyak yang sudah ditempatkan dalam toples di kulkas.

 
Apabila tempoyak sudah jadi bisa dimasak dengan udang dan cabai. Ketika siap, bisa dijadikan teman nasi.

Mau coba makanan dari durian yang ada di Pontianak untuk berbuka puasa? Datang ke sini…





Share:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

Designed by OddThemes | Distributed by Blogger Themes