Langsung ke konten utama

(GoVlog-Ramadhan) Bingke atau Bingka?


Sekarang saya ingin mengajak teman-teman yang mampir ke postingan ini untuk membicarakan kuliner lagi. Sebaiknya buat teman-teman yang mampir ke sini pada siang hari lebih baik membaca postingan yang lain. Pastinya jangan tentang makanan.


Makanan apalagikah yang akan saya ceritakan di sini?

Ini tentang makanan yang manis dan bisa dipotong menjadi enam bagian. Namanya Bingke. Buat teman-teman yang berasal dari Kalimantan Selatan, kebetulan ayah saya lahir di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, saya jadi tahu ternyata makanan khas yang satu ini juga ada di sana dengan nama yang sedikit berbeda. Di sana disebut bingka. Tapi bentuknya sih sama saja. Rasa juga sepertinya tidak begitu ada perbedaan yang signifikan atau malah ternyata sama aja rasanya? Entahlah saya belum pernah mencoba bingka, kalau bingke sering.

 

Seiring berjalannya waktu dan saya pun dewasa *hubungannya apa coba?* bingke ini mengalami perkembangan yang sangat pesat. Sebuah toko bingke yang paling terkenal di sini bernama Toko Bingke Al-Fajar menyediakan varian rasa yang bisa teman-teman jadikan pilihan sebagai teman berbuka puasa. Apa saja sih varian rasa  tersebut?

Langsung simak ya?
1.      Original
2.      Ubi Rambat
3.      Kentang
4.      Kacang Hijau
5.      Pisang
6.      Jagung
7.      Labu
8.      Durian
9.      Nangka
10.  Tela
11.  Keju
12.  Pandan
13.  Coklat
14.  Roti

Itu adalah varian rasa  bingke yang manis, ternyata di sini juga tersedia bingke yang asin. Siapa tahu teman-teman tidak menyukai rasa manis dan lebih memilih yang asin. Kalau saya pribadi sih tetap suka yang manis. Aneh saja rasanya harus makan bingke yang asin. Tapi ini tetap bisa jadi pilihan ya? Siapa tahu teman-teman bisa suka.

1.      Daging Sapi
2.      Kentang
3.      Wortel
4.      Daun Bawang
5.      Keju
6.      Rempah-rempah
7.      Minyak Samin

Varian yang paling istimewa yaitu bingke berendam. Berendam di sini maksudnya bukan bingkenya direndam dengan air melainkan bingke original yang memang dibuat dengan bahan tanpa tambahan varian rasa kemudian dipanggang dengan loyang yang berisi air. Rasanya? Sedap pastinya.

Apabila teman-teman mampir ke Kota Pontianak pastikan untuk mencicipi bingke asli buatan sini ya? Karena banyak orang yang telah memakannya dan ternyata suka. Tidak jarang bingke buatan toko ini dijadikan oleh-oleh untuk dibawa pulang. Toko Bingke Al-Fajar ini terletak di Jalan Adisucipto no. 155 B Pontianak, Kalimantan Barat, tidak begitu jauh dari rumah saya.

Harga yang ditawarkan juga bervariasi, mulai dari Rp10.000-Rp15.000.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan