Langsung ke konten utama

(GoVlog-Ramadhan) 3 Cara Makan Sotong Pangkong

Sotong pangkong lagi? Tenang ini beda!
sumber; borneophotography.org

Beberapa hari terakhir ini makanan khas Pontianak selalu memenuhi tiap postingan. Buat yang belum pernah mengonsumsinya bisa jadi ngeces, bisa jadi pula tidak. Nah, dari banyak makanan yang disajikan di blog ini pastinya yang paling membuat penasaran adalah sotong pangkong. Saking penasarannya sama sotong pangkong saya sampai dua kali jalan bersama teman saya untuk menyicipi sotong pangkong ini dari warung yang berbeda. Alhamdulillah di tempat yang kedua saya berhasil mendapatkan sotong yang benar-benar dipangkong kemudian kuahnya sangat sedap.

sumber; borneophotography.org

Kuahnya ada yang menyediakan dua varian ada pula yang lebih. Di tempat yang saya kunjungi semalam menyediakan tiga varian. Apa saja? Kuah kacang, kuah ebi, dan kuah cabai. Uniknya makanan khas yang memang menjamurnya pas Bulan Ramadhan begini memiliki beberapa cara untuk dinikmati.

Penasaran? Langsung saja baca cara yang saya tuliskan berikut ini. Ini adalah beberapa cara yang saya ketahui untuk menikmatinya. Apabila memang ada cara yang lain silakan ditambahkan di kotak komentar.

1.      Mengisap
Buat beberapa orang cara pertama memang agak menjijikkan. Tapi itulah pentingnya memiliki mangkuk kuah sendiri dan memang rata-rata warung menyediakan banyak mangkuk untuk penikmat sotong pangkong ini sehingga kuah yang dimiliki seseorang bisa dinikmati sendirian.

 
Menghisap adalah cara menikmati sotong pangkong yang paling banyak digunakan yaitu dengan mengisi mangkuk kuah hingga penuh kemudian menyocolkan atau membasahi sotong pangkong yang telah teman-teman sobek sesuai keinginan. Air yang menempel di sotong tersebut bisa diisap sampai habis kemudian sotong tersebut tidak langsung dimakan. Tapi bisa dicocolkan kembali ke kuah di dalam mangkuk. Terdengar sedikit menjijikkan? ahahahha.. memang begitu caranya. Setelah puas menghisap barulah sotong yang tadi itu dimakan. Satu potongan kecil bisa 5-6 kali cocol baru dimakan. Apabila kuahnya habis bisa nambah lagi. Gratis kok.

2.      Merendam
Ada beberapa orang yang memang lebih suka sotongnya itu lembut jadi dia akan menyobek-nyobek sotong yang dia miliki kemudian merendamnya di dalam kuah. 


Proses merendam ini bergantung selera, bisa 10-15 menit. Setelah kuah meresap dan sotong pangkongnya menjadi lebih lembut, teman-teman bisa mulai mengambil sobekan demi sobekan sotong pangkong tersebut dan menikmatinya.

3.      Menghirup
Ada orang yang suka menikmati sotongnya dalam keadaan keras dan kering. Jadi dia menyobek sotongnya kemudian memasukkannya ke dalam mulutnya. Lalu menghirup kuah dari mangkuknya dengan mulut yang berisi sotong tersebut. Jadi proses menyampurkan sotong pangkong dengan kuahnya di dalam mulutnya. Cara yang ini agak ekstrim karena kuahnya itu mengandung cabai, buat yang kurang suka pedas cara ini hanya akan menyiksa teman-teman.

 
Apabila nanti teman-teman ke Pontianak dan menemukan warung sotong pangkong tidak bingung lagi kan cara memakannya? Jika memang bisa membuat cara sendiri itu lebih baik lagi. Tapi ingat, apa pun cara yang teman-teman gunakan saat memakan sotong pangkong, ada baiknya selalu menyediakan air minum, jangan sampai teman-teman tersedak karena cabainya yang pedas.

Selamat menikmati.









Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma