Wisata Kuliner Bersama Honeylizious, Mari Ke Kalimantan Barat!


Wisata kuliner bersama saya ya? Bukan bersama Pak Bondan atau Farah Quinn. Akhirnya saya berhasil ikutan acara Wisata Kuliner Bersama Para Blogger yang diadakan Om Abdul (apakah saya boleh memanggilnya demikian?). Kenapa saya bisa ikutan? Soalnya topiknya saya bisa tuliskan. Emangnya apa tuh kakak Hani? Wisata kuliner! Siapa yang tidak bisa menulis tentang hal ini coba? Ayo angkat tangan bagi yang tidak bisa… (*tidak ada yang mengangkat tangan*)


Wisata kuliner kali ini saya akan mengajak pembaca artikel ini untuk mampir di Kalimantan Barat. Wuihhhh… akhirnya diperkenalkan juga kan dengan makanan Kalimantan? Makanan di sini khasnya ya tidak semanis makanan di Yogyakarta ya? Soalnya saya sempat mampir ke sana dan mendapati gula lebih dominan dari garam. Jadi jangan harap makanan akan terasa manisnya. Asin yang menjadi raja meskipun ada beberapa makanan yang lumayan manis. Soalnya makannya sambil menatap wajah saya. *eaaa*



Di Kalimantan Barat sebenarnya banyak sekali makanan khas yang ada beberapa menyerupai makanan yang ada di luar Kalimantan. Tapi saya yakin akan berbeda rasanya. Nah, biar asyik kita langsung simak ya apa saja makanan yang akan Hani perkenalkan.

Sekarang kita ke Kapuas Hulu. Kencangkan sabuk kursi Bujang Dare (baca: abang none). Kita terbang ke Kabupaten yang terkenal dengan kerupuk basahnya.

 

Bingung kan dengan namanya? Kenapa bisa kerupuk basah? Sebenarnya ini adalah kerupuk yang sudah matang adonannya tapi tidak dipotong-potong dan dijemur, melainkan dibikinkan sambal kacangnya yang khas pedasnya. Siap disantap dengan cara menyocolkannya ke sambal. Lebih khas lagi, kerupuk basah dibuat dengan ikan belidak yang banyak terdapat di daerah hulu Kalimantan. Warung-warung di Kapuas Hulu banyak yang menyediakan kerupuk basah kok. Jadi gampang mencari makanan ini.

Kembali lagi ke Pontianak sekarang kita ke Kabupaten Sambas. Wisata kuliner ke sana tidak perlu naik pesawat. Cukup naik bus satu kali selama enam sampai tujuh jam. Tibalah kita di kabupaten yang menggunakan ‘e’ taling dalam bahasa sehari-harinya. Mirip bahasa betawi. Ape, siape, kemane? Begitulah kira-kira.
Sambas terkenal dengan bubur pedasnya.


Jangan takut dengan namanya, bubur pedas bukanlah terbuat dari berbagai cabai yang ada di belahan dunia ini. Melainkan terbuat dari berbagai macam sayuran. Banyak warung makanan yang menyediakannya apabila Bujang Dare mampir di Sambas. Tidak bisa saya sebutkan satu persatu.

Setelah kenyang dengan santapan di Kapuas Hulu dan Sambas kita berwisata ke Pontianak yang terkenal dengan sayuran khasnya. Sebenarnya ini bukan sayur melainkan buah yang dibikin sayur. Inilah dia pacri nanas, kita sambut kedatangannya dengan tepuk tangan meriah. Prok! Prok! Prok!


Pacri nanas sendiri adalah sayuran yang dimasak dengan berbagai macam bumbu. Bahan utamanya nanasBumbunya? Ketumbar, dasmanis, kayu manis, cengkeh, cabai merah,bawang, garam, gula, pati santan, dan kunyit. Bisa dibayangkan bagaimana rasanya? Pengen membuatnya bisa mampir di sini untuk resep selengkapnya. Ini adalah resep yang diturunkan oleh nenek saya. Di Pontianak bisa mampir ke Warung Nasi di Jalan Imam Bonjol Gang Kusuma Wijaya miliknya Mbak Ti.

.

Dimana-mana yang namanya makan nasi selain ada sayur harus ada lauknya juga dong. Makanya Hani ajak Bujang Dare untuk mampir di warung yang menyediakan tempoyak. Bingung dengan makanan yang satu ini? Intip mangkoknya ya teman-teman… 

Ini adalah tempoyak yang dimasak dengan udang dan cabai..


Jadi ini adalah makanan yang biasa dijadikan teman nasi selain pacri nanas. Terbuat dari durian yang difermentasikan. Ingin membuat tempoyak sendiri? Cek di sini, cara membuatnya dan cara memasaknya.



Pengen lebih pedas lagi? Kita bikin sambal belacan yuk. Belacan atau terasi adalah bumbu yang sangat terkenal untuk membuat sambal di tempat saya.



Saatnya untuk menikmati semuanya.
Mari makan…


Sumber gambar dari sini.


Wisata kuliner ini pun harus kita akhiri dengan satu kata. Kenyang! 

Wisata Kuliner Bersama Para Sahabat
Gambar dari sini.


Artikel ini diikutsertakan dalam acara ADUK di BlogChamp.

Share:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

Designed by OddThemes | Distributed by Blogger Themes