Selamat Datang di Pontianak


Sumber gambar di sini.

Semalam saya membaca lini masa dan menemukan banyak yang menonton acara Tukul yang ternyata muncul di Pontianak. Banyak yang terkejut ketika mengetahui bahwa Pontianak itu sebenarnya berarti kuntilanak. Iya dalam bahasa Melayu, kuntilanak disebut pontianak. Sejarahnya? Dari beberapa informasi yang saya dengar sih dulunya di Pontianak itu banyak hantunya kemudian sultan berhasil mengusir semua hantu kuntilanak tersebut lalu tempat ini dikuasai sultan dan dinamai Pontianak.


Apabila menilik dari sebuah film yang saya tonton, hantu kuntilanak itu sendiri adalah hantu jelmaan seorang perempuan yang meninggal dengan cara yang tidak wajar. Tante, ini hari senin kok ngomonginnya hantu? Soalnya banyak yang menganggap nama kota ini menyeramkan. Emang menyeramkan namanya, tapi tidak menyeramkan kok tempatnya.

 

Kembali ke jalan yang benar.

Pada zaman dahulu kala ada seorang perempuan yang cantik jelita menjadi penari di sebuah desa. Karena kecantikannya banyak yang ingin mempersuntingnya. Namun sang perempuan tidak sembarangan menerima cinta laki-laki yang mendekatinya. Dia akhirnya jatuh cinta dengan seorang laki-laki yang baik hati.

Sumber gambar dari sini.
Pernikahan pun berlangsung dengan meriah. Layaknya pasangan suami istri lainnya, beberapa bulan kemudian sang istri pun hamil. Ketika sang istri hamil besar, suaminya pergi berlayar meninggalkannya. 

Sumber gambar dari sini.

Singkat cerita seseorang lelaki yang menaruh dendam pada perempuan yang telah menampik cintanya berniat memperkosanya. Perkosaan tersebut berakhir pada kematian. Sang perempuan menjelma menjadi hantu kuntilanak (pontianak).

Sumber gambar dari sini.
Itu sejarah yang saya tahu. Kebenaran ceritanya saya tidak menjamin. Tapi apabila ditanya tentang asal usul nama tempat ini, memang berasal dari nama hantu kuntilanak kok.


Gajah Mada,China Town-nya Pontianak




Uploaded with ImageShack.us

Di Jakarta ada nama tempat yang terkenal dengan sebutan pecinan. Di Pontianak juga ada kok. Terletak di Jalan Gajah Mada. Mau makan apa aja ada di sini. Cuma harus berhati-hati. Tidak semuanya halal. Salah masuk warung makanan bisa-bisa ditawarkan makanan yang mengandung daging babi. Saya paling sering ke Gajah Mada untuk membeli minuman. Di sini banyak warung jus yang menawarkan aneka jenis jus dengan harga serba Rp5.000. Tidak suka jus? Ada sari kacang hijau yang sangat terasa kacangnya. Kental banget. Harganya juga murah hanya Rp3.000. Sudah ada susu dan santan di dalamnya. Pecinta lemon tea juga bisa mampir di banyak gerobak yang berderet-deret. Harganya bervariasi dari Rp2.500-Rp3.000.

Pinjem gambar di sini.
Saya juga punya tempat favorit yang menyediakan sari kacang, lemon tea, dan air tahu. Di depan sebuah ruko ponsel ‘Intisell’ yang terletak di samping sebuah gereja. Minuman buatannya, sempurna. Pelayanannya? Khas orang Tionghoa yang sangat ramah dan murah senyum.


Taman Budaya, Tempatnya Nonton Teater di Pontianak


Suka teater? Saya jarang nonton di bioskop tapi kalau teater jangan ditanya. Saya suka sekali menyaksikan tontonan yang satu ini. Saya rasa menyaksikan orang yang bermain teater itu sungguh seru. Mereka tidak boleh salah lo dalam memerankan tokoh teaternya. Apabila mereka salah mereka juga harus pinter menutupi kesalahan tersebut. terletak di dekat Mega Mall A. Yani. Harga tiket teater juga murah. Mulai Rp7.500-Rp10.000. 
Sumber gambar dari sini.
Ini adalah teater terbaru yang saya tonton. Judulnya Gara-Gara Titit.

Supadio, Bandara Pontianak

Sumber gambar dari sini.

Apabila Bujang Dare sudah terbiasa mendatangi bandara dengan mobil dan harus masuk tol terus melewati banyak kemacetan untuk sampai di jalan tol tersebut (*khusus Jakarta*) berbeda dengan di Pontianak. Jalan menuju Bandara Supadio adalah jalan tersepi yang pernah saya lewati. Memang rumah masih tidak banyak di sepanjang Jalan A. Yani 2. Tidak akan ada kemacetan. Tidak ada bayaran untuk masuk.

Sumber gambar dari sini.

Apalagi ya yang ada di Pontianak tapi tidak ada di tempat lain? Saya! Iya! Bujang Dare tidak akan menemukan tempat lain yang ada seorang gadis manis seperti saya. *halah*




Apa pun sejarah kelam yang ada di Pontianak, jangan takut untuk mendatanginya karena di sini Bujang Dare tidak akan menemukan kemacetan yang menyebalkan. Apalagi untuk penduduk Jakarta, akan sangat merasa nyaman di sini. Tidak butuh waktu yang lama untuk mendatangi banyak tempat di sini.

Selamat datang di Pontianak.
Share:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

Designed by OddThemes | Distributed by Blogger Themes