Langsung ke konten utama

Ramadhan Tiba: Selamat Datang Sotong Pangkong dan Jorong-Jorong


Ramadhan tiba? Puasa Nteee? Kapan? Sekarang?

Nyiahahahahha…

Belom, belom sekarang. Tante mah sekarang masih puasakkk (tidak puasa).

 
Baiklah sesuai judul postingan kali ini, saya selaku Dare yang berasal dan tinggal di Kalimantan Barat. Khususnya di Pontianak. Saya ingin mengucapkan selamat datang untuk dua dedemit dari dapur yang siap mengguncangkan perut kita di bulan puasa.


 
Di banyak tempat ada beberapa jenis makanan yang biasanya hanya muncul di waktu-waktu tertentu. Di Pontianak sendiri, ada dua jenis makanan yang identik dengan bulan puasa. Pertama kita sambut Sotong Pangkong. Tepuk tangan yang meriah untuk sotong pangkong. Prok prok prok!

Pastinya bingung dengan sebutan makanan yang satu ini. Apalagi yang pemahamannya setengah-setengah. Makanan ini akan terdengar sadis.

Terlalu sadis caramu…. (tiba-tiba Afgan lewat terus nyanyi di blog ini) *dilemparin sotong sama pembaca*
Sotong itu masih saudaranya cumi-cumi. Sepintas untuk mempermudah pengenalan, kami yang berasal dari Pontianak akan mengatakan ini cumi-cumi. Padahal ada perbedaan antara sotong dan cumi itu sendiri. Keduanya berbeda karena sotong bertubuh pipih, sementara cumi-cumi lebih berbentuk silinder. Selain itu, cangkang dalam sotong tersusun dari kapur yang keras, sedangkan pada cumi-cumi lunak.

 

Pangkong sendiri berarti pukul dengan beda semirip palu untuk memipihkan.

Sadissss Nte…. Sotongnya imut begitu masak dipangkong sih?

Terus bagaimana dengan ayam, sapi, dan bebek yang biasanya disembelih?

Tante nanti dilaporin sama pencinta binatang laut lo. Tante sadis.

Jangan salahkan Tante. Penjual sotong pangkong itulah yang salah. Mereka yang memangkong binatang yang menurut kamu itu lucu. Nyiahahahahaha…

Ehem. Maaf saya keceplos tertawa terbahak-bahak barusan. Kita lanjutkan ya saudara-saudara. Sotong pangkong itu sendiri adalah sotong yang telah dikeringkan kemudian dipanggang seperti memanggang sate. Setelah selesai dipanggang dalam keadaan masih panas, sotong akan dipangkong sedemikian rupa agar menjadi lebih pipih dan mudah dimakan. Soalnya kalo dibiarkan begitu saja, sotongnya akan menjadi keras.

 

Cara memakannya? Tidak langsung dimakan begitu saja. Di sini penjual menyediakan dua cocolan. Rasa ebi dan kacang yang mengandung cabai. Pedas, gurih, asin, dan rasa sotong bercampur menjadi satu.

Penjual sotong pangkong biasanya beroperasi pada malam hari.

 

Ya iyalah Nte kalo siang kan puasa.

Setelah umat muslim berbuka puasa, penjual siap menggelar dagangannya. Mereka berdagang di pinggir jalan dengan peralatan seadanya. Beberapa buah kursi dan meja diletakkan di dekat gerobak mereka yang sederhana.

 
Jalan Merdeka Barat setiap tahunnya selalu dipenuhi oleh penjual sotong pangkong ini. Apabila kamu teliti, kamu akan sadar, sepanjang Jalan Merdeka, gerobak kecil itu semuanya menjual sotong pangkong. Selain menjual sotong pangkong mereka juga menjual minuman. Maklum cocolannya lumayan pedes dan haus juga kaleeee kalo tidak minum.

Nyiahahahahahaha


Apabila Bujang Dare malas untuk jalan-jalan setelah taraweh dan lebih memilih membeli makanan pada sore hari. Saya punya makanan yang namanya jorong-jorong. Makanan ini juga panganan yang ada pada bulan ramadhan. Entah kenapa banyak penjual kue jorong-jorong yang lebih memilih beroperasi pada bulan puasa. Pernah juga sih menemukan jorong-jorong pada bulan lain tapi jarang.

 

Kue ini rasanya gurih, manis, dan lembut. Terbuat dari tepung beras, tepung sagu, garam, gula dan santan sebagai bahan utamanya. Mangkoknya terbuat dari daun pandan. Istimewanya gula tidak masuk ke dalam adonan jorong-jorong melainkan diletakkan di dasar mangkok daun baru disiram dengan adonan tepung beras, tepung sagu yang dicampur santan yang didihkan dengan garam. Setelah semua adonan terbagi-bagi dalam mangkok daun barulah dikukus beberapa puluh menit.

 

Saya sudah tidak sabar menunggu kedatangan bulan ramadhan lagi. Karena saya suka dengan sotong pangkong dan jorong-jorong. Ini kuliner di tempat saya selama bulan puasa, di tempatmu ada kuliner apa?

Sumber gambar dari sini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan