Langsung ke konten utama

Pengkang, Kalangkala, Saya Maling Hari ini, Blog Pesanan Bunda Didi, dan Download Gratis Karya Honeylizious

Bersiap-siaplah untuk postingan super gendut lagi. Jangan lupa makan dan minum dulu. Takutnya habis baca jadi laper, haus, letih, lesu. Maksudnya tanteee?


Silakan baca lagi ada berapa sub-judul di postingan kali ini. Nyiahahahhaa…
Dipilih saja mau baca yang mana. Karena semuanya dipisahkan kok. jadi membacanya bisa dicicil. Baiklah, kita mulai dari yang pertama ya?

♥ Pengkang

Sudah pernah mendengar jenis makanan yang satu ini atau belum? Ini makanan khas yang bisa ditemukan di Pontianak. Tepatnya di Peniti. Ini adalah makanan mirip lemper, terbuat dari beras ketan, dan dibungkus daun pisang.

Photobucket


Cara memasaknya tiap dua buah pengkang dijepit menggunakan kayu, kemudian dibakar di atas bara api. Rasa gurih banget. Makanan ini bisa didapat di Pondok Pengkang, sekitar 30km dari Kota Pontianak.

Photobucket

Di dalamnya diisi ebi yang bisa membuat aroma makanan ini menjadi lebih pengkang. Cara memakannya adalah dengan menyocolkan pengkang ke sambal kepah (kerang). Penampakannya seperti di bawah ini. Silakan diicip.

Photobucket

Pontianak tidak hanya menyimpan sejarah seram untuk nama kotanya, tapi juga menyimpan kuliner nusantara yang bisa jadi tidak ada di tempat tinggal sodara-sodara.


 Kalangkala

Ada suatu jenis buah atau tepatnya sayuran menurut saya yang sering saya konsumsi waktu masih tinggal di Jawai Selatan, Sambas. Untuk informasi Bujang Dare, Jawai Selatan adalah daerah yang banyak pantainya dan terletak ratusan kilometer dari Pontianak.


Sumber gambar dari sini.

Buah ini sebenarnya bernama Kalangkala. Tapi saya lebih mengenalnya sebagai biji malek (bigek malek: bahasa Sambas). Buah ini sering dijadikan sayur di rumah saya. Saya sangat suka dan cara penyajiannya juga sangat mudah. 

Sumber gambar  tribunnews.com.
Tinggal di rendam air panas yang baru mendidih kemudian dicocol ke sambal asam jawa. Di dalam sambal tersebut ada cabai rawit, garam, dan gula. Rasanya enak sekali. Saya suka. Kamu suka buah apa sebagai sayur buat nasimu?

 Saya Maling Hari ini

Risiko berbadan kecil di kantor adalah menjadi satu-satunya orang yang bisa memanjat ventilasi karena rumah pimpinan kami kuncinya hilang. Saya selama satu jam setelah meloncat dari ketinggian dua meter tersebut masih agak gemetar.

34909445.jpg

e8qiy.jpg


Tapi saya berhasil kok. Saya tidak menyangka saya bisa meloncat setinggi itu.

 Blog Pesanan Bunda Didi
Saya untuk pertama kalinya membuat blog dan mendapatkan hadiah karena telah membuatkannya. Sebenarnya saya tidak butuh waktu lama untuk mengganti template dan background sebuah blog. Jadi saya tidak pernah meminta upah untuk pembuatan blog tersebut.

Karena Bunda Didi ingin memberikan hadiah untuk saya (ada dua pilihan: baju atau pulsa), saya terima saja. Saya pilihnya baju saja. Supaya ada nilai kenang-kenangannya.

 Download Gratis Karya Honeylizious

Supaya Bujang Dare yang berminat untuk membeli buku saya tapi tidak ingin kecewa. Bisa download gratisannya di sini. Silakan.

Ini untuk buku kumpulan cerita Honeylizious Jatuh Cinta
Malam Terakhir 

Ayam kampus

A+ untuk Chika

Jembatan Kayu


Ini untuk novel Memamah Jantungmu




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan