Mik Naik, Mendongeng, Menang Aduk, dan Tragedi Dua Kalung Flanel Terjerat Telkomsel

Saat berhadapan dengan mixer yang ada di studio siaran, saya biasanya akan berkali-kali melihat pada tombol naik turun untuk mengatur mik, soalnya saya sering mendengar di beberapa radio, penyiar lupa menurunkan mik, atau kurang sempurna menurunkan mik sehingga pada saat lagu diputar, suara penyiar tetap terdengar. Padahal biasanya di balik layar, penyiar bisa saja melakukan hal-hal yang pribadi. Misalnya mengikuti lagu yang sedang diputar. Apabila suaranya merdu sih tidak masalah. Akan berbeda apabila suara penyiar ini sumbang ya?

Sumber gambar di sini.

Jadi benar-benar harus diperhatikan jangan sampai mik naik dan memamerkan suara penyiar yang tidak selayaknya untuk diperdengarkan.

“Mik, naik!” sering menjadi dialog yang digunakan sesama penyiar untuk membuat teman sesama penyiarnya terkejut. Penyiar yang dikagetin bisa saja pucat wajahnya apabila pada saat itu dia melakukan tindakan yang tidak selayaknya diperdengarkan.

Saya hari ini senang karena semalam saya telah berhasil membujuk adik saya, Fahd untuk menyimak dongeng dari buku hadiah dari Indonesia Bercerita yaitu Suara Kecil. Saya seharian ini berusaha mencari cara untuk membagikan podcastnya di sini, karena kami semalam merekamnya. Tidak hanya ada suara saya tapi ada suara Fahd juga. Ternyata dia tertarik menyimak dongeng ketika saya memperlihatkan aplikasi yang saya gunakan untuk merekam.

Kabar gembiranya saya berhasil menemukan cara untuk membuat ada podcastnya di postingan ini. Silakan klik ya? Simaklah suara cempreng saya dan adik saya.


Sekarang saya tahu cara menaklukkannya apalagi semalam ponsel televisi yang biasanya menghipnotis adik saya tidak mau menyala. Saya juga tidak mau berusaha membantunya menyalakan televisi tersebut karena saya males melihat dia menonton televisi dan shitnetron.

Adik saya baru lima tahun. Saya tidak ingin meracuninya dengan tayangan murahan seperti itu.

Oh iya saya menang kontes yang diadakan Pak De Kholik. Tidak menyangka apa menyangka? Kemarin sih memang optimis bakal terpilih (ceeeehhhhh sombong). Bukan karena saya merasa lebih baik tapi karena makanan yang saya bahas sepertinya memang memberikan informasi yang menarik tentang kuliner di Indonesia khususnya di Kalimantan Barat.

Itu saja.

Saya senang sih pasti karena menang lagi. Walaupun sebenarnya paling menyenangkan saat mengikuti kontes adalah pertemuan dengan blogger yang sebelumnya tidak saya kenal. Mendapatkan teman baru, pengetahuan baru, dan suasana baru.

Hari ini lumayan melelahkan karena saya telah beraktivitas di luar rumah sejak pagi. Semalam saya gagal mengirimkan pesanan pembeli yang rumahnya jauh sekali dari rumah saya. Iya, tiba-tiba ada yang memesan dua buah kalung dari kain flanel. Semua itu disebabkan oleh komunikasi kami berdua yang terjerat oleh Telkomsel. Beberapa hari ini di Pontianak banyak yang mengalami gangguan pada kartu telkomselnya. Saya sih kurang mengetahui karena saya lebih banyak menggunakan AXIS dan Indosat. As hanya saya aktifkan karena ini adalah nomor pertama saya.


Share photos on twitter with Twitpic

Share photos on twitter with Twitpic

Share photos on twitter with Twitpic

Lebih jelasnya silakan cek di sini.

Untungnya tadi pagi ada yang mau mengantar saya ke alamat sang pembeli. Dua kalung tersebut pun tiba dengan selamat.
Sumpah saya mengantuk.
Share:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

Designed by OddThemes | Distributed by Blogger Themes