Langsung ke konten utama

Membuat Podcast Tampil di Postingan


Gambar pinjam di sini.

Pernahkah membuat rekaman dongeng kemudian mengirimkannya pada Indonesia Bercerita? Penasaran dengan aplikasi yang bisa langsung memainkan suara kita? Kalau untuk video sih gampang ya Bujang  Dare? Tinggal unggah ke Youtube, ambil kode html-nya, posting ke blog, maka muncullah video player yang akan memutarkan video kita. Lalu bagaimana dengan audio?


Saya pernah mengikuti kontes podcast yang diadakan Indonesia Bercerita kemudian saya menang. Wajar sih, saya mengirimkan 14 podcast ke sana. Saya rencananya akan membuat halaman khusus untuk podcast dongeng yang saya baca. Tapi sebelum saya benar-benar berhasil memasukkan podcast player ke blog saya, saya harus membaca banyak tutorial dan berakhir pada tidak menemukan jawaban sama sekali untuk mengunggah audio dan menemukan html untuk dimasukkan ke postingan di blog ini.

Google ternyata tidak mampu menemukan apa yang saya cari. Berkali-kali saya mengunggah dongeng saya tapi kemudian harus menerima kenyataan bahwa banyak website yang hanya menyediakan layanan unggahan dan unduhan. Tidak ada ‘embed’ html yang bisa saya temukan setelah mengunggah audio tersebut. kecewa? Capek? Pasti! Saya hampir meledak dan ingin menyerah.

Lalu saya ingat kembali dengan akun saya di Aimini. Saya ingat dulu saya pernah menemukan ‘html’ yang bisa dicopas ke blog kita apabila kita ingin mengambil lagu yang ada di sana dan menempelkannya di widget blog kita. Satu hal yang saya belum tahu adalah ternyata kita bisa mengunggah file audio kita dan mengambil ‘html’-nya. Inilah yang saya cari. Tiga kali saya gagal mengunggah. Tiap kali saya menekan tombol pengunggahan yang kemudian berujung pada kegagalan. Akhirnya saya berhasil dan bisa membuat audio player yang bisa dimainkan langsung di blog ini. Saya pun sudah membuat halaman tersendiri untuk podcast. Silakan mampir di Podcastlizious untuk menyimak dongeng hasil rekaman saya.

Saya senang banyak yang mendengarkan dongeng yang saya baca bersama adik saya. Buat teman-teman yang bingung cara merekam suara menggunakan laptop bisa menggunakan aplikasi ‘cool edit’. Nah, cool edit ini tidak hanya bisa merekam tapi juga bisa memotong-motong hasil rekaman yang telah kita buat. Kita juga bisa menambahkan lagu sebagai pengantar dongeng kita.



Ngomong-ngomong soal cool edit ini, saya mengenalnya baru beberapa bulan semenjak saya mulai belajar di bagian produksi Radio Volare. Ternyata inilah benda ajaib yang digunakan oleh bagian produksi untuk mengawinkan dan menyunat suara (jika saya boleh mengatakannya begitu). Saya lebih banyak belajar dengan cara menggunakannya secara langsung.

Secara tidak sadar saya mendapatkan ilmu baru ketika saya ingin menjadi pendongeng. Tidak hanya belajar untuk mengatur suara tapi juga menguasai hal-hal yang berbau teknis. Namanya juga ikutan lomba. Saya pendongengnya. Saya pengeditnya.



Hasil rekaman saya bisa dicek di sini. Ada podcast yang saya ikut sertakan dalam kontes Indonesia Bercerita untuk Takita dan ini beritanya Saya MenangSelamat menikmati.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan